0
News
    Home Batam Berita Featured Singapura Spesial

    Pengusaha Singapura Bakal Banjiri Investasi ke Batam - detik

    3 min read

     

    Pengusaha Singapura Bakal Banjiri Investasi ke Batam


    Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, Foto: ANTARA FOTO/Teguh Prihatna
    Jakarta -

    Federasi Manufaktur Singapura atau Singapore Manufacturing Federation (SMF) mendorong lebih banyak perusahaan alat kesehatan dan elektronik memperluas usaha ke kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK), Provinsi Kepulauan Riau.

    Hal ini seiring upaya Indonesia mengembangkan kawasan industri baru untuk mendukung sektor manufaktur serta meningkatkan konektivitas pelabuhan antara kedua negara.

    Singapura selama ini menjadi salah satu investor asing terbesar di lokasi kawasan BBK, yang sejak 2023 tercatat sebagai investor asing terbesar di Batam.

    Melansir Channel News Asia (CNA), Sabtu (28/3/2026), pada semester pertama tahun lalu, investasi dari Singapura mencapai S$ 617,3 juta atau Rp 8,08 triliun (kurs Rp 13.100). Jumlah tersebut setara 69% dari total penanaman modal asing di Batam.

    Dalam seminar investasi kawasan pada Selasa (24 Maret), SMF mengingatkan produsen untuk mempertimbangkan sejumlah faktor sebelum berekspansi ke luar negeri.

    Wakil Presiden SMF Melvin Tan menyebut keandalan listrik berbeda di tiap wilayah, sehingga pelaku usaha perlu memahami keterbatasan serta kebutuhan energi sebelum memulai investasi.

    Kawasan BBK berjarak sekitar 40 hingga 90 menit perjalanan feri dari Singapura. Wilayah ini merupakan bagian dari Kepulauan Riau dan termasuk dalam kerja sama ekonomi segitiga pertumbuhan Singapura-Johor-Riau yang diusulkan pada 1989 oleh mantan Wakil Perdana Menteri Singapura, Goh Chok Tong.

    Inisiatif tersebut menggabungkan keunggulan Singapura dalam manajemen, teknologi, dan infrastruktur dengan tenaga kerja, lahan, serta sumber daya alam dari Johor dan Kepulauan Riau. Meski telah berkembang, konsep ini masih relevan hingga kini, terutama dengan hadirnya inisiatif baru seperti Kawasan Ekonomi Khusus Johor-Singapura.

    Saat ini, kawasan BBK memiliki setidaknya lima kawasan ekonomi khusus yang berfokus pada industri seperti kesehatan, elektronik, dan penerbangan. Kawasan ini menawarkan insentif pajak, kemudahan perizinan, serta infrastruktur untuk menarik investor asing.

    Perusahaan yang beroperasi di sana mencakup sektor manufaktur, logistik, teknologi informasi, hingga pusat data. Dalam kemitraan Singapura-BBK, diterapkan strategi "twinning", yakni kantor pusat dan fasilitas riset ditempatkan di Singapura, sementara manufaktur skala besar dan operasi digital ditempatkan di BBK karena biaya lahan, tenaga kerja, dan utilitas yang lebih efisien.




    (ily/hns)

    Komentar
    Additional JS