Pertamina: Tidak Ada Kenaikan Harga BBM di Indonesia, Jangan 'Panic Buying'! - Tribunnews
Pertamina: Tidak Ada Kenaikan Harga BBM di Indonesia, Jangan 'Panic Buying'!
Saat ini memang harga minyak dunia mengalami kenaikan dampak perang. Namun, Indonesia belum memutuskan soal kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)..
Ringkasan Berita:
- Setiap hari pemerintah selalu memperbarui stok BBM dalam negeri.
- Pembaruan stok BBM setiap hari tersebut bisa meredam kepanikan di tengah masyarakat.
- Distribusi minyak dunia saat ini tengah tersendat imbas perang yang terjadi antara Amerika Serikat–Israel dengan Iran yang berakibat ditutupnya Selat Hormuz.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Komisaris PT Pertamina (persero), Hasan Nasbi menegaskan pemerintah belum menetapkan kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri.
Hasan menyebut, saat ini memang harga minyak dunia mengalami kenaikan dampak perang. Namun, Indonesia belum memutuskan soal kenaikan harga ini.
"Kita tidak ada kenaikan harga. Kalau di pasar dunia ada kenaikan harga, di dalam negeri pemerintah sejauh ini belum ada kebijakan menaikkan harga," ujarnya usai bersilaturahmi di kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Rabu(25/3/2026).
Terkait stok cadangan minyak di Indonesia yang disebut aman hingga 20 hari, Hasan menerangkan bahwa setiap hari pemerintah selalu memperbarui stok BBM dalam negeri.
"Kalau hari ini ditanya stoknya 20 hari, kemarin ditanya stoknya masih 20 hari. Besok ditanya masih 20 hari juga, karena stoknya terus diperbarui. Setiap hari seperti itu, minggu depan ditanya stoknya 20 hari. Pasokannya masuk terus," ujar Hasan
Menurutnya, pembaruan stok BBM setiap hari tersebut bisa meredam kepanikan di tengah masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi kelangkaan minyak.
"Pemerintah selalu mengarahkan kita mengantisipasi jauh-jauh hari dan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tidak perlu panic buying. Pemerintah akan melakukan penyesuaian, sudah ada ide dan rencana dari pemerintah untuk penghematan dari sisi konsumsi BBM. Jangan panik, sampai hari ini baik-baik saja. Inshaallah pemerintah mengusahakan yang terbaik," tutup dia.
Distribusi minyak dunia saat ini tengah tersendat imbas perang yang terjadi antara Amerika Serikat–Israel dengan Iran yang berakibat ditutupnya Selat Hormuz.
Dampak tersebut juga dirasakan oleh Indonesia yang harus memutar otak untuk tetap menstabilkan distribusi minyak di dalam negeri. Dampaknya langsung terasa, harga minyak mentah Brent melonjak dari sekitar 65 dolar menjadi lebih dari 100 dolar per barel. Kondisi ini membuat banyak negara mulai khawatir akan kekurangan pasokan energi.
Beberapa negara bahkan sudah menaikkan Harga BBM, diantaranya:
1. Vietnam
Harga solar (diesel) di Vietnam meningkat lebih dari dua kali lipat, naik sekitar 105 persen hanya dalam waktu kurang dari satu bulan dikutip CNA, Rabu (25/3/2026).
Dari sekitar 19.270 dong (sekitar Rp12.369) per liter menjadi 39.660 dong (sekitar US$1,50). Harga bensin oktan 95 juga melonjak sekitar 68 persen, dari 20.150 dong menjadi 33.840 dong per liter.
2. Kamboja
Kementerian Perdagangan Kamboja, dilansir Cambodia Ness Selasa(17/3/2026) melaporkan bahwa dalam periode tiga hari terbaru, harga bensin reguler naik menjadi sekitar 5.500 riel per liter (sekitar Rp23.000), meningkat 5,7 persen dibanding periode sebelumnya.
Harga solar (diesel) juga naik menjadi 6.550 riel per liter atau naik 2,3 persen. Namun jika dilihat sejak awal konflik, kenaikannya jauh lebih signifikan, harga bensin telah melonjak sekitar 42,8 persen, sedangkan diesel bahkan naik hingga 70 persen.
3. Singapura
Pada 24 Maret, perusahaan energi seperti Shell dan Esso kembali menaikkan harga diesel sebesar 20 sen menjadi sekitar $3,93 per liter (sekitar Rp66 ribu), menjadikannya hanya selisih 6 sen dari harga bensin oktan 98 ($3,99) dikutip Asia One Selasa(24/3/2026).
Kenaikan tersebut terjadi setelah sehari sebelumnya Sinopec juga menaikkan harga diesel. Secara keseluruhan, harga diesel kini bahkan lebih mahal sekitar 46 sen dibanding bensin oktan 95 di SPBU yang sama.
4. Filipina
Pemerintah Filipina menetapkan darurat energi nasional sebagai imbas dari perang Timur Tengah yang memengaruhi pasokan energi di negara tersebut.
5. Sri Lanka
Mengutip First Post, Senin (23/3/2026), Sri Lanka menaikkan harga bahan bakar sebesar 25 persen. Harga bensin reguler naik dari Rs 317 menjadi Rs 398 per liter, sedangkan diesel, yang banyak digunakan di transportasi umum, naik dari Rs 303 menjadi Rs 382 per liter, atau meningkat Rs 79.
6. Australia
9 News pada Rabu (25/3/2026) melaporkan menurut laporan Business Risk Index dari CreditorWatch, harga diesel naik hingga 36 persen hanya dalam dua minggu dan mencapai sekitar $3 per liter.
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul 'Hasan Nasbi di Solo Ungkap Soal BBM, Pemerintah Belum Tetapkan Kenaikan Harga'
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Motor-listrik-asal-Tiongkok.jpg)