0
News
    Home Amerika Serikat Berita Donald Trump Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Iran Curiga Negosiasi Trump Hanya “Umpan” untuk Pembunuhan Tokoh Penting - Tribunnews

    4 min read

      

    Iran Curiga Negosiasi Trump Hanya “Umpan” untuk Pembunuhan Tokoh Penting



    Menurut laporan The Wall Street Journal, pejabat Iran khawatir pembicaraan gencatan senjata yang ditawarkan Washington

    Iran Curiga Negosiasi Trump Hanya “Umpan” untuk Pembunuhan Tokoh Penting

    SERAMBINEWS.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah muncul laporan yang menyebut Teheran mencurigai upaya negosiasi yang digagas Presiden Donald Trump sebagai jebakan berbahaya.

    Menurut laporan The Wall Street Journal, pejabat Iran khawatir pembicaraan gencatan senjata yang ditawarkan Washington sebenarnya bertujuan untuk memancing para pemimpin tertinggi Iran keluar dari persembunyian, guna kemudian dijadikan target serangan atau bahkan pembunuhan.

    Kekhawatiran ini terutama tertuju pada sosok Mohammad-Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran yang disebut-sebut sebagai salah satu dari sedikit tokoh senior yang selamat dari gelombang serangan udara baru-baru ini.

    Baca juga: Iran Perketat Kendali Selat Hormuz, AS Ajukan Rencana 15 Poin Akhiri Konflik Timur Tengah

    Ia juga dikabarkan menjadi figur yang diinginkan oleh AS untuk hadir dalam setiap perundingan damai.

    Di sisi lain, pejabat Iran juga menilai langkah Trump yang menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran bukanlah tanda meredanya konflik.

    Mereka menduga keputusan tersebut hanyalah strategi sementara untuk menstabilkan harga minyak global, sebelum kembali melanjutkan operasi militer.

    Informasi ini diperoleh dari pejabat Iran serta mitra Arab yang berkomunikasi dengan mereka, yang menilai situasi saat ini penuh dengan ketidakpercayaan dan potensi eskalasi lebih lanjut.

    Laporan ini semakin mempertegas bahwa jalur diplomasi antara kedua negara masih dibayangi kecurigaan mendalam, membuat peluang perdamaian dalam waktu dekat kian tidak pasti.

    Trump mengklaim pembicaraan sedang dilakukan untuk mengakhiri perang terhadap Iran

    Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa perang ini telah dimenangkan, dengan mengatakan kampanye gabungan AS-Israel melawan Iran telah membunuh para pemimpin puncak dan bahwa Teheran telah setuju untuk tidak pernah mencari senjata nuklir.

    Iran membantah pembicaraan dan menyatakan tidak menginginkan senjata nuklir, meskipun Trump mengatakan Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio terlibat.

    Trump juga mengisyaratkan adanya “present” yang terkait dengan minyak, gas, dan Selat Hormuz, namun tidak memberikan batas waktu untuk mengakhiri permusuhan.(*)

     


    Komentar
    Additional JS