0
News
    Home Berita Featured Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto Spesial

    Alasan Prabowo Pertahankan MBG di Tengah Krisis Global, Yakin Jalannya Benar: Daripada Dikorupsi - Tribunnews

    7 min read

     

    Alasan Prabowo Pertahankan MBG di Tengah Krisis Global, Yakin Jalannya Benar: Daripada Dikorupsi


    Menurutnya,menjaga keberlanjutan program tersebut jauh lebih penting dibanding melakukan penyesuaian anggaran yang berpotensi menimbulkan masalah baru

    Alasan Prabowo Pertahankan MBG di Tengah Krisis Global, Yakin Jalannya Benar: Daripada Dikorupsi

    SERAMBINEWS.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG), meski situasi global tengah diliputi ketegangan akibat konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel.

    Menurutnya, menjaga keberlanjutan program tersebut jauh lebih penting dibanding melakukan penyesuaian anggaran yang berpotensi menimbulkan masalah baru. Ia bahkan secara terbuka menyinggung risiko penyalahgunaan dana jika anggaran dialihkan.

    Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat berdiskusi dengan sejumlah jurnalis dan pengamat di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

    Dalam forum tersebut, Pemimpin Redaksi SCTV dan Indosiar, Retno Pinasti, turut mengajukan pertanyaan langsung.

    "Saya akan bertahan sedapat mungkin (untuk menjalankan program MBG). Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan," katanya dalam diskusi tersebut dikutip dari YouTube Najwa Shihab, Sabtu (21/3/2026).

    Baca juga: Iran Curiga Negosiasi Trump Hanya “Umpan” untuk Pembunuhan Tokoh Penting

    Bagi Prabowo, keputusan ini bukan sekadar kebijakan biasa. Ia mengaku pengalaman selama masa kampanye memberinya gambaran langsung tentang kondisi anak-anak di berbagai daerah yang masih menghadapi persoalan gizi.

    "Saya lihat ketika kampanye (pilpres) sekian kali, di desa-desa anak umur 11 tahun, badannya anak empat tahun," katanya.

    Temuan di lapangan itu, menurutnya, menjadi alasan kuat mengapa program MBG harus terus berjalan.

    Bahkan di tengah tekanan ekonomi global, ia tetap yakin kebijakan tersebut berada di jalur yang tepat.

    "Saya yakin di jalan yang benar. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya," tegasnya.

    Lebih jauh, Prabowo menilai masih ada ruang untuk melakukan efisiensi di sektor lain tanpa harus mengorbankan program yang langsung menyentuh masyarakat. Ia menyebut pemerintah telah mulai melakukan langkah penghematan di berbagai bidang sebagai respons terhadap dinamika global.

    Di sisi lain, ia menegaskan bahwa MBG bukan hanya program bantuan semata.

    Pemerintah melihatnya sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

    "Masih banyak penghematan lain yang bisa kita lakukan. Kita sudah exercise dan kita sudah lakukan penghematan di berbagai bidang," tegasnya.

    Baca juga: Pemimpin dan Pejabat Negara Bertaqwa, Rakyat Sejahtera

    MBG Tidak Masuk Program Kena Efisiensi Anggaran

    Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan bahwa MBG tidak masuk dalam program yang terkena efisiensi anggaran.

    Selain MBG, adapula program prioritas Prabowo lainnya yang tidak terkena pemangkasan anggaran, yakni Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

    "Tidak (anggaran MBG dan Kopdes tidak akan dikurangi). Kita kan justru lebih memilih untuk mengurangi belanja-belanja yang menurut kita kurang produktif atau kurang berdampak," tegas dia.

    Prasetyo mengatakan efisiensi dilakukan dalam rangka agar defisit APBN tidak melambung di atas tiga persen serta buntut adanya konflik di Timur Tengah.

    Dia mengungkapkan pemangkasan anggaran akan dilakukan terhadap belanja negara yang dinilai tidak mendesak.

    "Contoh perjalanan dinas, perjalanan dinas luar negeri. Itu terus kami perketat," ujarnya usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawalan Program Strategis Presiden Prabowo Subianto di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta, Rabu (18/3/2026).

    Prasetyo menjelaskan pertimbangan relokasi anggaran tidak hanya terkait konflik Iran dengan AS dan Israel.

    "Itu (konflik Iran dengan AS dan Israel), kebetulan ya, kita tadinya tidak menduga akan ada perang atau ada eskalasi," tegasnya.

    Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

    Dia mengatakan efisiensi anggaran tidak menyentuh program prioritas yang sudah ditetapkan.

    "Program unggulan tidak ada yang diubah. Semua tetap berjalan karena itu investasi jangka panjang,” ujar Airlangga di kantornya, Senin (16/3/2026).

    Menurutnya, langkah efisiensi yang sedang dihitung pemerintah bisa beragam dari berbagai pos belanja kementerian dan lembaga.

    "Sedangkan efisiensi itu bisa macam-macam bisa dari belanja jasa, belanja perjalanan dinas, belanja aparatur, belanja peralatan,” tuturnya,

    Meskipun program unggulan tidak ada yang diubah di tengah efisiensi, Airlangga menyebut, tetap akan dilakukan berbagai optimalisasi pada program-program unggulan.

    “Anggaran program unggulan tidak dipotong. Optimalisasi ada, optimalisasi artinya kan ada potensi penambahan anggaran dari semua sektor. Nah potensi penambahan anggaran itu yang dioptimalisasi dari berbagai KL kan ada potensi peningkatan anggaran, nah itu yang kita optimalisasi,” tuturnya.

    (Serambinews.com/TribunTrends.com)


    Komentar
    Additional JS