0
News
    Home Berita Dedi Mulyadi Featured Indramayu Lebaran Mudik Spesial

    Potret Semrawut Penyapu Koin Indramayu: Tertabrak Mobil, Kompensasi KDM dan Penertiban Tak Mempan - Tribunnews

    11 min read

     

    Potret Semrawut Penyapu Koin Indramayu: Tertabrak Mobil, Kompensasi KDM dan Penertiban Tak Mempan


    Seorang penyapu koin di Jembatan Sewo, Indramayu, mengalami kecelakaan setelah tertabrak mobil di tengah padatnya arus balik Lebaran.

    Potret Semrawut Penyapu Koin Indramayu: Tertabrak Mobil, Kompensasi KDM dan Penertiban Tak Mempan
    Ringkasan Berita:
    • Seorang penyapu koin di Jembatan SewoIndramayu, mengalami kecelakaan setelah tertabrak mobil yang kehilangan kendali di tengah padatnya arus balik Lebaran. 
    • Aktivitas berisiko ini masih terus terjadi meski sudah dilakukan penertiban dan pemberian kompensasi kepada ratusan warga. 
    • Aparat menegaskan larangan tersebut demi keselamatan bersama dan kelancaran lalu lintas di jalur Pantura.

    TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Suasana padat di jalur Pantura, tepatnya di Jembatan Sewo, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, berubah mencekam saat seorang penyapu koin mengalami kecelakaan. Said (42), yang tengah beraktivitas di lokasi tersebut, tersambar mobil ketika arus kendaraan sedang ramai.

    Peristiwa itu diungkap Kapolsek Sukra, Iptu Andi Supriyatna. Ia menjelaskan kejadian berlangsung pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB, di saat lalu lintas di jembatan Sewo tengah dipenuhi kendaraan.

    Mobil dengan nomor polisi B 7764 BDA yang melaju dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah menjadi kendaraan yang menabrak korban. Kendaraan itu dikemudikan Kusnaedi (32), warga Bogor.

    "Mobil tersebut tersenggol kendaraan lainnya dari sisi kiri, sehingga hilang kendali," kata Andi Supriyatna saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Kamis (26/3/2026).

    Setelah kehilangan kendali, mobil tersebut bergerak ke arah kanan hingga menghantam Said. Saat itu, korban sedang berjalan di trotoar sambil membawa sapu untuk mengumpulkan uang koin yang dilempar pengendara di sepanjang jembatan.

    Benturan tersebut membuat Said terjatuh. Ia mengalami luka di bagian pelipis serta kaki. Petugas segera mengevakuasinya menuju RS Mitra Plumbon Patrol agar mendapatkan penanganan medis.

    "Selain mengevakuasi korban ke rumah sakit, kami juga turut mengamankan mobil yang menabraknya di Mapolsek Sukra untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Andi Supriyatna.

    Dari penelusuran, diketahui Said bukan warga sekitar jembatan Sewo. Ia berasal dari Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, dengan jarak sekitar 30 kilometer dari lokasi kejadian.

    Said datang ke jembatan Sewo dengan tujuan mencari penghasilan tambahan. Ia memanfaatkan meningkatnya arus kendaraan selama masa mudik dan balik Lebaran untuk mengais koin yang dilempar pengguna jalan.

    "Jadi, korban ini memanfaatkan momentum arus mudik dan balik Lebaran untuk mengais rezeki dari uang yang dilemparkan pengendara saat melintasi jembatan Sewo," kata Andi Supriyatna.

    Melihat kejadian tersebut, pihak kepolisian kembali mengingatkan para penyapu koin agar menghentikan aktivitas mereka, terutama saat arus balik berlangsung. Aktivitas ini dinilai membahayakan, baik bagi pelaku maupun pengendara.

    PENYAPU KOIN - Sejumlah warga masih melakukan aktivitas menyapu uang koin di badan jalan Pantura kawasan Sewoharjo, Subang, Jawa Barat, Kamis (19/3/2026). Meski telah ditertibkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, praktik berisiko ini tetap berlangsung di tengah meningkatnya arus mudik Lebaran 2026.
    PENYAPU KOIN - Sejumlah warga masih melakukan aktivitas menyapu uang koin di badan jalan Pantura kawasan Sewoharjo, Subang, Jawa Barat, Kamis (19/3/2026). Meski telah ditertibkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, praktik berisiko ini tetap berlangsung di tengah meningkatnya arus mudik Lebaran 2026. (Tribun Jabar/Deanza Falevi)

    Penertiban di Jembatan Sewo

    Di lokasi yang sama, aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP rutin melakukan penertiban. Para penyapu koin yang biasanya berjajar di sepanjang jembatan diminta untuk membubarkan diri dengan pendekatan humanis.

    Sejumlah warga yang membawa alat sederhana seperti ranting hingga sapu lidi tampak berlarian saat petugas datang. Mereka sebelumnya menunggu di pinggir jalan untuk mengumpulkan koin dari pengendara yang melintas.

    Petugas juga menyambangi beberapa orang yang masih bertahan di sisi jalan. Mereka diminta menghentikan aktivitas karena berpotensi mengganggu kelancaran arus kendaraan yang tengah padat.

    Kondisi Pantura yang dipenuhi pemudik membuat risiko semakin tinggi. Aktivitas di badan jalan dinilai sangat rawan kecelakaan dan berpotensi memperlambat arus lalu lintas.

    Kapolsek Sukra menegaskan penertiban dilakukan secara rutin, terutama pada pagi hari ketika para penyapu koin mulai berdatangan ke jembatan Kali Sewo.

    "Kami mengedukasi mereka mengenai betapa bahayanya aktivitas penyapu koin di jembatan Sewo, terutama saat volume kendaraan pemudik sedang tinggi," ujar Andi Supriyatna saat ditemui di Jembatan Sewo, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Rabu (25/3/2026).

    Ia menambahkan, aktivitas tersebut memiliki risiko kecelakaan yang tinggi, baik bagi penyapu koin maupun pengguna jalan yang melintas di jalur Indramayu–Subang.

    Penertiban yang dilakukan, menurutnya, merupakan langkah yang diambil demi keselamatan bersama sekaligus menjaga kelancaran arus balik Lebaran 2026.

    Pengamanan di jalur Pantura Indramayu menjadi prioritas selama periode ini. Penertiban terhadap penyapu koin di Jembatan Sewo pun akan terus dilakukan secara berkala.

    "Ini merupakan komitmen Polres Indramayu dalam mewujudkan arus mudik yang aman dan nyaman, sehingga kami berharap, para penyapu koin dapat bekerja sama serta tidak beraktivitas di bahu jalan demi keselamatan bersama," kata Andi Supriyatna.

    PENYAPU KOIN - Petugas Polsek Sukra saat mengamankan penyaluran kompensasi bagi para penyapu koin Jembatan Sewo di Kantor Kepala Desa Sukra, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Kamis (19/3/2026).
    PENYAPU KOIN - Petugas Polsek Sukra saat mengamankan penyaluran kompensasi bagi para penyapu koin Jembatan Sewo di Kantor Kepala Desa Sukra, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Kamis (19/3/2026). (Humas Polres Indramayu)

    Kompensasi dan Respons Warga

    Fenomena penyapu koin di jalur Pantura sebelumnya juga menarik perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan kompensasi kepada 105 penyapu koin di Jembatan Sewo.

    Masing-masing menerima Rp600 ribu sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya persuasif agar mereka menghentikan aktivitas tersebut selama masa mudik dan arus balik.

    Kapolsek Sukra menyebut bantuan itu diberikan untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di kawasan perbatasan Indramayu dan Subang.

    "Terdapat 105 penyapu koin yang terdata mendapatkan bantuan kompensasi ini," kata Andi Supriyatna saat ditemui usai mengamankan penyaluran kompensasi di Kantor Kepala Desa Sukra, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Kamis (19/3/2026).

    Meski demikian, praktik menyapu koin belum sepenuhnya berhenti. Sehari setelah penertiban yang dipimpin langsung oleh Dedi Mulyadi pada Rabu (18/3/2026), sejumlah warga kembali terlihat turun ke jalan.

    Di tengah padatnya arus pemudik, aktivitas tersebut tetap berlangsung. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi karena dilakukan di badan jalan dan dapat memicu kecelakaan sekaligus menghambat arus lalu lintas.

    Sutinah (55), salah satu penyapu koin, mengaku kembali ke jalan karena melihat warga lain masih melakukan hal serupa. Penghasilannya tidak menentu, berkisar antara Rp70 ribu hingga Rp100 ribu saat kondisi ramai.

    "Kalau lagi banyak yang ngasih bisa sampai Rp100 ribu, tapi engga tentu. Kadang juga sedikit," katanya.

    Dalam momen mudik dan balik Lebaran, ia bisa mengumpulkan hingga Rp500 ribu. Di luar periode tersebut, Sutinah bekerja serabutan di sawah dengan upah sekitar Rp65 ribu untuk setengah hari kerja.

    Hal serupa disampaikan Warto (47), warga setempat yang turut terlibat dalam aktivitas itu. Ia menilai kebiasaan pengendara yang melempar uang menjadi pemicu utama praktik tersebut terus terjadi.

    "Kalau orang mudik engga ngasih uang, ya enggak bakal ada yang nyapu. Orang nyapu karena lihat duit," ujarnya.

    Sebelumnya, Dedi Mulyadi menjanjikan kompensasi Rp50 ribu per hari selama 12 hari, dengan total Rp600 ribu, bagi warga yang bersedia menghentikan aktivitas menyapu koin hingga 28 Maret 2026.


    Komentar
    Additional JS