Prabowo Kirim Surat Belasungkawa Atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei - Tribunnews
Prabowo Kirim Surat Belasungkawa Atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei
Prabowo Subianto mengirimkan surat kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian berisi ungkapan bela sungkawa atas wafatnya Ali Khamenei.
Ringkasan Berita:
- Prabowo kirim surat berisi ungkapan belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei
- Sugiono tegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB saat bertemu Dubes Iran
- Sugiono tekankan pentingnya diplomasi redam meningkatnya eskalasi di Timur Tengah
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengirimkan surat kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Surat untuk Masoud Pezeshkian berisi ungkapan bela sungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Luar Negeri Sugiono dalam akun X (Twitter) @Menlu_RI.
Menurut Sugiono, surat tersebut diserahkan saat dirinya bertemu Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi, Rabu (4/3/2026).
"Saya juga menyampaikan surat dari @Prabowo kepada Presiden Masoud Pezeshkian yang menyampaikan belasungkawa terdalam Iran atas wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran," kata Sugiono dalam unggahannya.
Baca juga: Iran Berkabung, Gelar Upacara Pemakaman 3 Hari untuk Lepas Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei
Dalam pertemuan, Sugiono dengan Boroujerdi turut membahas situasi terkini di Timur Tengah.
"Saya menggarisbawahi pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB, serta kebutuhan mendesak untuk mencegah eskalasi lebih lanjut melalui diplomasi," katanya.
Prabowo Kumpulkan Tokoh Nasional
Prabowo sendiri pada Selasa (3/3/2026) malam mengundang sejumlah tokoh mulai dari mantan presiden, mantan wakil presiden, mantan menteri luar negeri, hingga ketua umum partai politik membahas situasi di Timur Tengah.
Baca juga: Iran Pertahankan Dinasti Politik Khamenei, Mojtaba Naik Tahta dengan Dukungan Garda Revolusi
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo didampingi sejumlah anggota Kabinet Merah Putih.
Pertemuan Presiden dengan para tokoh tersebut berlangsung di ruang utama Istana Merdeka Jakarta.
Pertemuan berlangsung cukup lama dari pukul 19.30 WIB hingga tengah malam.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo memaparkan secara menyeluruh mengenai situasi geopolitik global yang sedang panas karena terjadinya perang antara koalisi Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Kepala negara memaparkan potensi meluasnya konflik dan dampaknya bagi Indonesia.
“Presiden memberikan update, briefing tentang berbagai perkembangan terbaru yang terjadi di dunia, khususnya berkaitan dengan yang selama ini sudah menjadi perhatian banyak di antara kita yaitu mengenai yang paling mutakhir tentunya perkembangan perang atau serangan Amerika dan Israel terhadap Iran. Didiskusikan implikasinya apa terhadap kita, terhadap dunia,” ujar Mantan Menlu Hassan Wirajuda setelah pertemuan.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden memaparkan tidak hanya masalah pertahanan dan keamanan saja melainkan juga tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia ke depan di tengah konflik Timur Tengah saat ini.
“Didiskusikan tentang implikasinya ini terhadap keseluruhan masalah keamanan dan perdamaian dunia, tapi juga potensi efek dari perang ini terhadap ekonomi dunia khususnya yang menyangkut supply, oil, minyak, dan gas. Kita berhitung semua efeknya terhadap kita dari sisi itu saja, tapi juga dari sisi kalkulasi berapa lama perang ini akan terlangsung,” kata Hassan.
Dalam diskusi, Presiden kata Hasan menjelaskan mengenai pentingnya membangun ruang komunikasi sesama tokoh nasional untuk bertukar pikiran mengenai apa yang harus dilakukan pemerintah ke depan dalam menghadapi permasalahan yang sedang terjadi sekarang ini.
“Presiden menganggap penting untuk mengomunikasikan permasalahan-permasalahan dihadapi oleh pemerintah, dihadapi oleh Presiden kepada kita yang diminta datang pada malam hari ini. Presiden sangat terbuka dalam menanggapi usul-usul pemikiran dari para peserta,” kata Hassan.
Menurut Hasan dalam pertemuan tersebut, serangan AS-Israel ke Iran dinilai sebagai tindakan sepihak yang tidak memiliki mandat Internasional.
Sejumlah tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-9 RI Boediono.
Selanjutnya, mantan Menteri Luar Negeri yang hadir yakni Alwi Shihab, Hasan Wirajuda, dan Marty Natalegawa turut hadir.
Hadir pula Ketua Umum Parpol di antaranya Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum PKB Muhahaikin Iskandar, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf, dan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.
Hadir pula Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPR Puan Maharani, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, dan lainnya.
Di sektor ekonomi hadir Ketua Umum KADIN Anindya Bakrie, Ketua Umum APINDO Shinta Widjaja Kamdani, Ketua Umum BPP HIPMI Akbar Himawan Buchari.
Para Menteri yang hadir di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Investasi Rosan Roeslani, Mendikdasmen Abdul Muti, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Mendagri Tito Karnavian, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan lainnya.
Konflik AS-Israel dan Iran
Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Serangan tersebut telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Menghadapi serangan tersebut Iran melakukan balasan dengan meluncurkan rudal ke sejumlah Pangkalan Militer AS yang ada di kawasan Timur Tengah.
Dampak dari perang AS-Israel Vs Iran kini meluas. Pasokan energi seperti minyak dan LNG dunia saat ini terganggu setelah Iran menuntut Selat Hormez.
Selat Hormez merupakan jalur perdagangan energi dari wilayah Timur Tengah ke Asia, Afrika, dan Eropa.
Tak hanya itu, buntut serangan AS-Israel ke Iran, penerbangan ke sejumlah wilayah Timur Tengah pun terganggu.
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ketua-Umum-KSPSI-Moh-Jumhur-Hidayat_4.jpg)