Prabowo Minta Penyerang Aktivis Diusut & Jamin Kebebasan Kritik - Turto
Prabowo Minta Penyerang Aktivis Diusut & Jamin Kebebasan Kritik
Prabowo mengatakan tidak boleh ada masyarakat yang mendapatkan teror maupun mengalami penyerangan karena mengkritik pemerintah.


tirto.id - Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan pembentukan Tim Independen atau Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut kasus penyerangan terhadap Aktivis HAM, Andrie Yunus.
"Kita bisa pertimbangkan, asal independen ya, jangan semua LSM-LSM yang sudah benci dengan pemerintah, yang dapat uang dari luar negeri," kata Prabowo dikutip dari acara 'Presiden Prabowo Menjawab' melalui laman Youtube @djojohadikusumo, Jumat (20/3/2026).
Dia juga mengatakan, tidak boleh ada masyarakat yang mendapatkan teror maupun mengalami penyerangan karena mengkritik pemerintah. Katanya, dia akan menjamin hal tersebut selama ada kewenangan yang dimiliki.
"Tidak boleh. Kalau wewenang ada (menjamin kebebasan kritik) itu saya berikan," tutur Prabowo.
Saat itu, kasus penyerangan terhadap Andrie tengah ditangani oleh pihak kepolisian, namun pihak TNI juga menyatakan telah menangkap 4 pelaku penyiraman yang merupakan anggotanya. Prabowo tak memberikan tenggat waktu untuk menangani kasus ini.
"Saya ini orang realistis, dan saya ini orang yang adil, dari segi kapasitas kita biarkanlah mereka bekerja, tapi bukan hanya Polri, lembaga lain juga harus bekerja," ujar Prabowo.
Diketahui, Prabowo menyebut bahwa penyiraman air keras terhadap Aktivis, Andrie Yunus, merupakan tindakan terorisme. Katanya, penyiraman tersebut merupakan hal yang biadab dan pelakunya harus diusut.
Prabowo juga mengatakan, bukan hanya terhadap pelaku lapangan atau pihak yang melakukan penyiraman terhadap Andrie secara langsung, aktor intelektual dari tindakan ini juga harus ditemukan dan diusut, meskipun memiliki latar belakang aparat negara.
Dia juga memastikan tidak akan melindungi para pelaku yang berlatar belakang aparat. Prabowo menyebut, hal ini juga akan dilakukan jika pelaku yang menyiram Andrie tak berasal dari pemerintahan atau sengaja menjadi provokator.
Prabowo mengeklaim bahwa pemerintah tidak pernah membatasi ruang demokrasi. Menurutnya, ada sejumlah peristiwa yang sengaja dibuat untuk memprovokasi masyarakat yang akan menganggap pemerintah otoriter.