0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Prabowo Subianto Spesial

    Prabowo Siap ke Teheran Jadi Juru Damai, Hikmahanto: Terlalu Dini, Tak Akan Diterima - Tribunnews

    5 min read

     

    Prabowo Siap ke Teheran Jadi Juru Damai, Hikmahanto: Terlalu Dini, Tak Akan Diterima

    Hikmahanto minta Prabowo tak buru-buru jadi mediator Iran-AS. Dinilai terlalu dini dan berisiko ditolak pihak bertikai

    Ringkasan Berita:
    • Guru Besar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana, meminta Presiden Prabowo Subianto tidak terburu-buru menjadi mediator konflik Iran-AS 
    • Ia menilai momentum belum tepat karena eskalasi baru saja terjadi dan peluang diterima para pihak masih kecil. 
    • Menurutnya, peran juru damai lebih efektif saat konflik berlarut dan negara yang bertikai membutuhkan jalan keluar terhormat.
     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, meminta Presiden Prabowo Subianto tidak terburu-buru bertolak ke Teheran, Iran, untuk berperan sebagai juru damai.

    Hal ini disampaikan Hikmahanto merespons keinginan Prabowo menjadi mediator konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) pasca-serangan gabungan Israel dan AS ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).

    Menurut Hikmahanto, momentum saat ini dinilai belum tepat untuk melakukan diplomasi damai.

    "Bila Presiden mau jadi juru damai sebaiknya tidak sekarang," kata Hikmahanto kepada Tribunnews.com, Minggu (1/3/2026).

    Hikmahanto menilai, upaya damai sebaiknya dilakukan ketika konflik sudah berjalan dalam jangka waktu yang cukup lama.

    Sebab, pada fase tersebut, peran mediator sangat dibutuhkan secara psikologis oleh negara-negara yang bertikai.

    Baca juga: Sekjen PBB Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, Desak Semua Pihak Kembali ke Meja Perundingan

    "Sebaiknya tunggu bila perang ternyata akan selesai untuk jangka waktu yang lama, karena saat itu juru damai dibutuhkan untuk menyelamatkan muka negara-negara yang berkonflik," ujar Hikmahanto.

    Mantan Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) ini menyebut, dalam situasi perang yang berlarut, negara yang bertikai biasanya enggan mengakui kekalahan secara terbuka.

    "Mereka tidak mau dikatakan kalah dan karenanya menerima proposal damai," ungkapnya. 

    Sebaliknya, kata Hikmahanto, jika Prabowo masuk saat eskalasi serangan baru saja terjadi seperti saat ini, upaya tersebut diprediksi akan mengalami penolakan.

    "Kalau sekarang terlalu dini dan tidak akan diterima oleh para pihak yang berkonflik," tuturnya.

    Adapun Kesediaan Prabowo menjadi mediator disampaikan melalui akun X resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (@Kemlu_RI).

    "Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," tulis @Kemlu_RI.

    Diketahui, Israel melancarkan serangan udara terhadap wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. Dua suara ledakan dilaporkan terdengar di area Teheran, ibu kota Iran.
     


    Komentar
    Additional JS