0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Israel PBB Sekjen PBB Spesial

    Sekjen PBB Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, Desak Semua Pihak Kembali ke Meja Perundingan - Tribunnews

    8 min read

      

    Sekjen PBB Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, Desak Semua Pihak Kembali ke Meja Perundingan

    Sekjen Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengutuk serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran.

    Ringkasan Berita:
    • Sekjen Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengutuk serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran.
    • Guterres juga mendesak deeskalasi konflik antara AS-Israel dan Iran.
    • Sebab, menurutnya serangan AS-Israel ke Iran bisa memicu gejolak kawasan Timur Tengah bahkan dunia.
     


    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekjen Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengutuk serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran.

    Pernyataan tersebut disampaikannya dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB, New York, Sabtu (28/2/2026).

    "Saya mengutuk eskalasi militer yang terjadi hari ini di Timur Tengah," kata Guterres.

    Baca juga: Profil Ali Shamkhani, Pejabat Iran yang Diklaim Tewas dalam Serangan Israel-AS

    Dilansir dari UN News, Guterres juga mendesak deeskalasi konflik antara AS-Israel dan Iran.

    Sebab, menurutnya serangan AS-Israel ke Iran bisa memicu gejolak kawasan Timur Tengah bahkan dunia.

    Atas dasar itu, Guterres mendesak semua pihak, untuk segera kembali ke meja perundingan.

     

    ISRAEL SERANG IRAN — Sejumlah armada bus hangus terbakar dengan kepulan asap hitam pekat di Holon, Israel, Sabtu (28/2/2026). Ledakan hebat di jantung metropolitan Tel Aviv ini terjadi sesaat setelah militer Israel melancarkan serangan udara berskala besar ke sejumlah wilayah Iran.
    ISRAEL SERANG IRAN — Sejumlah armada bus hangus terbakar dengan kepulan asap hitam pekat di Holon, Israel, Sabtu (28/2/2026). Ledakan hebat di jantung metropolitan Tel Aviv ini terjadi sesaat setelah militer Israel melancarkan serangan udara berskala besar ke sejumlah wilayah Iran. (X @ Sindh Leaks)

     

    "Saya menyerukan kepada semua Negara Anggota untuk secara ketat menjunjung kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional, termasuk Piagam PBB, untuk menghormati dan melindungi warga sipil sesuai dengan hukum humaniter internasional, serta memastikan keselamatan nuklir," ujar Guterres dikutip dari UN News.

    Pemimpin Iran Dilaporkan Tewas

    Diketahui, Israel melancarkan serangan udara terhadap wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. 

    Dua suara ledakan dilaporkan terdengar di area Teheran, ibu kota Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.

    Media Iran melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei telah tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS)-Israel di Iran.

    Dikutip dari media resmi milik Iran, Press TV, Kantor berita Tasnim dan Fars mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei pada hari ini, Minggu (1/3/2026).

    Namun, belum ada informasi lebih lanjut lagi terkait hal ini.

    Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, sebelumnya telah mengumumkan Ali Khamenei meninggal setelah serangan udara gabungan AS-Israel menghantam kompleks kediamannya pada hari Sabtu (28/2/2026).

    Sebelum Khamenei dilaporkan tewas, media Iran juga melaporkan bahwa putri, menantu, dan cucu Khamenei tewas dalam serangan AS dan Israel.

    "Setelah menjalin kontak dengan sumber-sumber tepercaya di lingkungan kediaman Pemimpin Tertinggi, kabar tentang gugurnya putri, menantu, dan cucu pemimpin revolusioner sayangnya telah dikonfirmasi," demikian dilaporkan kantor berita Fars dan media Iran lainnya.

    Kabar ini menyusul klaim Israel dan AS yang sebelumnya menyebut bahwa Ali Khamenei telah tewas dalam serangan Iran

    Namun, klaim itu telah dibantah oleh Iran yang menyebutnya sebagai upaya untuk meruntuhkan mental pasukan.

    Dikutip dari New York Times, citra satelit dari Airbus Defence and Space memperlihatkan bangunan utama di kompleks kediaman Khamenei, yakni Beit-e Rahbari, dalam kondisi hancur total.  

    Selain dikenal sebagai tempat tinggal Khamenei, Beit-e Rahbari juga merupakan lokasi strategis untuk menjamu pejabat-pejabat senior Iran

    Berdasarkan foto udara, struktur bangunan yang menjadi kediaman langsung Khamenei beserta perimeter keamanan di sekitarnya tampak telah rata dengan tanah. 

    Analisis dari para ahli menunjukkan bahwa pola kawah dan dampak ledakan yang terlihat konsisten dengan penggunaan amunisi penghancur bunker (bunker-buster).  

    Senjata jenis ini dirancang khusus untuk menembus lapisan beton bangunan guna menghancurkan fasilitas bawah tanah yang diperkuat.


    Komentar
    Additional JS