Puluhan Siswi Iran Meninggal Usai Dibom AS-Israel, Menlu Araghchi: Kejahatan Ini tak akan Dibiarkan | Republika Online
Puluhan Siswi Iran Meninggal Usai Dibom AS-Israel, Menlu Araghchi: Kejahatan Ini tak akan Dibiarkan | Republika Online
Kementerian Luar Negeri Iran via EPA Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, kiri, bertemu dengan rekannya dari Oman Sayyid Badr Albusaidi sebelum bernegosiasi dengan utusan AS di Muscat, Oman, Sabtu, 12 April 2025.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Tragedi kemanusiaan memilukan mewarnai agresi militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke wilayah Iran, Sabtu (28/2/2026). Sebuah sekolah dasar khusus perempuan, Shajareye Tayabeh, di Minab, Provinsi Hormozgan, hancur lebur akibat serangan udara gabungan negeri penjajah yang menewaskan sedikitnya 57 siswi.
Gubernur Minab, Mohammad Radmehr, mengonfirmasi kepada kantor berita IRNA bahwa serangan tersebut terjadi di siang hari bolong. Selain puluhan korban jiwa, tercatat 60 siswa lainnya luka-luka, sementara 53 siswa dilaporkan masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.
Sponsored
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam keras tindakan tersebut dan mengunggah foto sekolah yang hancur ke media sosial. "Puluhan anak tak berdosa tewas di tempat ini saja. Kejahatan terhadap rakyat Iran ini tidak akan dibiarkan tanpa pembalasan," tegas Araghchi seperti dikutip dari kantor berita IRNA.
Eskalasi Korban di Wilayah Selatan Laporan dari Fars News Agency yang mengutip Kepala Ilmu Kedokteran Hormozgan menyebutkan total korban tewas di wilayah Minab dan Jask telah mencapai sedikitnya 70 orang. Sementara itu, lebih dari 90 orang mengalami luka-luka. Otoritas setempat masih terus melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi reruntuhan sekolah.
Iran secara resmi telah melayangkan surat kepada Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal Antonio Guterres. Teheran mendesak PBB untuk segera menggelar pertemuan darurat guna membahas pelanggaran perdamaian internasional oleh AS dan rezim Israel.
"Iran mendesak anggota Dewan Keamanan untuk mengambil tindakan segera guna menghentikan penggunaan kekuatan yang melanggar hukum ini dan memastikan akuntabilitas bagi para pelakunya," jelas petikan surat tersebut.
Teheran juga menyerukan kepada seluruh negara anggota PBB untuk mengutuk keras agresi yang dinilai mengancam stabilitas global tersebut.
Sebagai respons atas jatuhnya korban sipil, Angkatan Bersenjata Iran dilaporkan telah meluncurkan serangan balasan besar-besaran menggunakan rudal balistik dan drone. Serangan tersebut menyasar wilayah pendudukan Israel serta pangkalan militer Amerika di seluruh kawasan Teluk, termasuk Al-Udeid di Qatar dan Armada ke-5 di Bahrain.
Hingga berita ini diturunkan, situasi keamanan di kota-kota terdampak seperti Minab dilaporkan masih di bawah kendali ketat otoritas militer. Sementara itu, rumah sakit di Provinsi Hormozgan berada dalam status darurat medis untuk menangani gelombang korban luka.
arrow_forward_ios
Baca selengkapnya
Berita Terkait
Pejabat Israel Klaim Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Israel-AS
Internasional - 01 March 2026, 04:48
Profesor UI Ungkap Serangan AS ke Iran Diwarnai Motif 'Lemahkan China', Ini Penjelasannya
Dunia - 01 March 2026, 03:27
Menlu Iran: AS-Israel Perangi Semua Negara Muslim
Dunia - 01 March 2026, 00:30
Sapuhi Laporkan Kondisi Penerbangan Umrah di Tengah Meningkatnya Konflik Israel-Iran
Dunia - 01 March 2026, 00:06
BREAKING NEWS: Iran Mulai Tutup Selat Hormuz
Internasional - 28 February 2026, 23:27