0
News
    Home BBM Berita Dunia Internasional Featured Filipina Malaysia Spesial Thailand

    Resmi! Harga BBM Naik 22 Persen di Thailand, di Filipina Naik 2 Kali Lipat, Malaysia dan Indonesia? - Tribunnews

    8 min read

     

    Resmi! Harga BBM Naik 22 Persen di Thailand, di Filipina Naik 2 Kali Lipat, Malaysia dan Indonesia?

    Thailand menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai hari ini, Kamis 26 Maret 2026.

    Ringkasan Berita:
    • Hampir sebulan perang di Timur Tengah berdampak kepada ketersediaan BBM di sejumlah negara.
    • Di Asia Tenggara, negara tetangga Indonesia mulai mengambil kebijakan soal energi.
    • Di Thailand harga BBM mulai naik hingga 22 persen hari ini, di Filipina harga BBM naik hingga dua kali lipat.
    • Malaysia mulai mengurangi subsidi BBM dan di Indonesia belum ada  kebijakan agresif terkait harga BBM.

    TRIBUNNEWS.COM, THAILAND -  Thailand menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai hari ini, Kamis 26 Maret 2026.

    Negara anggota ASEAN itu menaikkan harga BBM akibat dampak dari perang di Timur Tengah.

    Kebijakan itu diambil pemerintah Thailand untuk mengendalikan subsidi BBM yang terus menguras keuangan negara.

    Pengumuman kenaikan harga BBM dilakukan pada 25 Maret malam dengan kenaikan yang lebih tajam dari perkiraan sebesar 6 baht per liter (sekitar Rp 3.000) yang berlaku mulai 26 Maret.

    Dengan kata lain harga bensin naik 14 persen hingga 22 persen pada pagi harinya.

    Harga solar  tulang punggung sektor transportasi, pertanian, dan industri Thailand melonjak 18 persen, dilansir dari Bloomberg, Kamis (26/3/2026).

    Baca juga: Pertamina: Tidak Ada Kenaikan Harga BBM di Indonesia, Jangan Panic Buying!

    Antrean BBM mengular

    Dampaknya langsung terasa.

    Antrean panjang kendaraan yang mengisi BBM terjadi di sejumlah SPBU  di Thailand sejak tadi malam.

    Para pengemudi bergegas mengisi bensin sebelum kenaikan harga baru BBM berlaku pagi ini.

    Kekhawatiran tentang kelangkaan dan kenaikan biaya telah meningkat selama beberapa minggu.

    Pemerintah Thailand menaikkan harga BBM karena anggaran negara mengalami defisit yang melebar karena biaya minyak mentah global naik setelah perang di Iran sejak 28 Februari 2026 lalu.

    Pemerintah Perdana Menteri Anutin Charnvirakul sebelumnya telah terpaksa mencabut pembatasan harga solar minggu ini untuk menahan tekanan fiskal yang meningkat.

    Kenaikan harga bahan bakar diperkirakan akan berdampak luas pada perekonomian, mendorong kenaikan biaya transportasi dan produksi, serta menambah tekanan inflasi pada makanan dan kebutuhan pokok lainnya. 

    Bagaimana dengan Malaysia?

    Malaysia berencana mengurangi subsidi BBM.

    Pemerintah akan memangkas kuota RON95 saat ini sebesar 300 liter untuk warga menjadi 200 liter per bulan mulai April, demikian menurut The Edge, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.

    Konsumsi yang melebihi kuota akan didasarkan pada harga pasar.

    Harga RON95 tanpa subsidi telah dinaikkan dua kali atau sebesar 45 persen sejak 11 Maret.

    Pemerintah Malaysia juga berencana untuk memberlakukan kontrol terhadap pembelian solar di beberapa negara bagian untuk mengatasi risiko kebocoran anggaran,

    Malaysia memiliki cukup produk minyak bumi untuk bertahan setidaknya hingga Mei. 

    Filipina Krisis Energi

    Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr. pada Selasa (24/3/2026) mengumumkan negaranya memasuki fase krisis energi.

    Hal itu menyusul dampak perang di Timur Tengah.

    Dikutip dari BBC, fakta di lapangan juga menunjukkan krisis BBM sudah begitu dirasakan langsung oleh warga Filipina.

    Awal pekan ini harga bensin dan solar melonjak hingga lebih dari dua kali lipat dibandingkan level sebelum perang di bulan Februari.

    Ketergantungan Filipina terhadap Teluk Persia  bisa dikatakan sangat signifikan.

    Sekitar 98 persen minyak mentah yang didistribusikan di Filipina diimpor dari wilayah tersebut.

    Efek domino dari konflik ini telah menyentuh berbagai sektor, mulai dari transportasi hingga kenaikan harga beras.

    Pemerintah sebelumnya telah berupaya meredam dampak dengan memberikan subsidi bagi pengemudi transportasi umum, memangkas jadwal layanan feri, hingga memberlakukan empat hari kerja bagi pegawai negeri sipil untuk menghemat bahan bakar. 

    Bagaimana di Indonesia?

    Komisaris PT Pertamina (persero), Hasan Nasbi menegaskan pemerintah belum menetapkan kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri.

    Hasan menyebut, saat ini memang harga minyak dunia mengalami kenaikan dampak perang.  Namun, Indonesia belum memutuskan soal kenaikan harga ini.

    "Kita tidak ada kenaikan harga. Kalau di pasar dunia ada kenaikan harga, di dalam negeri pemerintah sejauh ini belum ada kebijakan menaikkan harga," ujarnya usai bersilaturahmi di kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Rabu(25/3/2026).

     


    Komentar
    Additional JS