Rudal Klaster Iran Bikin Kekacauan di Tel Aviv: Dua Orang Tewas, Bangunan Runtuh, Listrik Padam - Tribunnews
Rudal Klaster Iran Bikin Kekacauan di Tel Aviv: Dua Orang Tewas, Bangunan Runtuh, Listrik Padam
REPUBLIKA.CO.ID,TEL AVIV — Gelombang serangan rudal Iran dilaporkan menghantam jantung kota Tel Aviv dan wilayah sekitarnya pada Rabu (18/3/2026) dini hari. Media Israel mengonfirmasi sedikitnya dua orang tewas dan sejumlah pemukim lain luka-luka akibat hantaman proyektil yang memicu kerusakan infrastruktur luas dan kepanikan massal.
Menurut laporan lapangan, dua rudal menghantam wilayah Ramat Gan, sebelah selatan Tel Aviv, yang mengakibatkan dua korban jiwa. Iran dilaporkan menggunakan rudal jenis klaster (cluster missiles) yang menghantam 15 titik berbeda di seluruh area tersebut, menyebarkan kehancuran dalam radius yang luas, tulis Al Mayadeen.
Kerusakan signifikan dilaporkan terjadi di Stasiun Kereta Sedor, sementara sebuah bangunan di pusat kota Tel Aviv dilaporkan runtuh total akibat hantaman langsung rudal. Selain korban jiwa, banyak warga mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Serangan ini juga memicu pemadaman listrik skala besar di kota Hasharon. Suara ledakan keras dilaporkan terdengar hingga pusat kota Tel Aviv dan wilayah Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki, menandakan jangkauan dan daya ledak rudal yang sangat masif.
Penggunaan rudal klaster
Baca Juga :
AS-Israel Terus Hancurkan Pangkalan Militer, Begini Cara Rudal-Rudal Iran Bisa Tetap MeluncurDeteksi radar menunjukkan bahwa Iran mulai mengintensifkan penggunaan rudal klaster dalam gelombang serangan terbaru ini. Jenis rudal ini dirancang untuk melepaskan banyak sub-amunisi kecil di atas target, yang secara efektif melumpuhkan area luas dan sistem pertahanan udara jarak pendek.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan, serangan ini merupakan bagian dari rangkaian tindakan balasan terhadap agresi berkepanjangan Amerika Serikat dan Israel. Sejak perang pecah pada akhir Februari lalu, IRGC telah meluncurkan puluhan gelombang serangan rudal dan drone sebagai bentuk pembelaan atas kedaulatan Iran dan pembunuhan para pemimpin tertingginya.
Teheran memperingatkan, selama agresi AS-Israel terhadap pusat-pusat populasi dan infrastruktur Iran terus berlanjut, maka kepentingan kedua negara tersebut di seluruh kawasan Asia Barat—termasuk di dalam wilayah pendudukan—akan terus menjadi target sah operasi militer mereka.
Halaman 2 / 3
Incar pabrik senjata
Militer Republik Islam Iran mengumumkan telah meluncurkan serangan pesawat tak berawak (drone) yang menargetkan kompleks manufaktur senjata strategis milik rezim Zionis di wilayah pendudukan pada Selasa (17/3/2026).
Dalam pernyataan ke-31 sejak dimulainya Operasi Janji Setia 4, Angkatan Darat Iran mengonfirmasi bahwa serangan ini merupakan aksi balas dendam atas gugurnya personel militer serta warga sipil Iran akibat agresi musuh. Target utama dalam operasi kali ini adalah Kompleks Teknologi dan Manufaktur Senjata Rafael, seperti dilansir dari kantor berita semi formal Iran, Tasnim.
Militer Iran menjelaskan, kompleks Rafael bukan sekadar pabrik senjata biasa. Fasilitas ini merupakan pusat pengembangan teknologi penghancur massal dan sistem pertahanan udara bagi tentara Israel, termasuk sistem Iron Dome yang tersohor.
Selain itu, pernyataan tersebut menyoroti peran pusat teknologi siber Rafael yang memasok perangkat lunak sistem senjata pemandu serta perangkat keras berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini disebut telah digunakan untuk melancarkan serangan teroris terhadap pusat-pusat populasi di Iran.
Eskalasi besar-besaran ini dipicu oleh kampanye militer yang diluncurkan Amerika Serikat (AS) dan rezim Zionis terhadap Iran sejak 28 Februari lalu. Agresi tersebut diawali dengan pembunuhan Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil.

Halaman 3 / 3
Serangan udara intensif dari pihak AS-Israel telah menghantam lokasi militer maupun sipil di seluruh penjuru Iran, yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang sangat luas.
Sebagai pembalasan, Angkatan Bersenjata Iran terus menjalankan operasi balasan secara bertahap. Dengan menggunakan gelombang rudal dan drone (UAV), Teheran menargetkan posisi-posisi strategis Amerika dan Israel, baik yang berada di wilayah pendudukan Palestina maupun di pangkalan-pangkalan militer di seluruh kawasan Asia Barat.
Iran menegaskan, setiap fasilitas yang berkontribusi pada mesin perang Zionis—terutama pusat pengembangan drone dan sistem rudal—adalah target sah dalam upaya mempertahankan kedaulatan nasional mereka.