0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Gas Rusia Spesial Uni Eropa

    Rusia Pertimbangkan Setop Seluruh Pasokan Gas ke Uni Eropa - SindoNews

    5 min read

     

    Rusia Pertimbangkan Setop Seluruh Pasokan Gas ke Uni Eropa


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Minggu, 08 Maret 2026 - 09:46 WIB


    Rusia membuka kemungkinan menarik diri dari pasar gas Uni Eropa (UE) dan mengalihkan pasokannya ke tempat lain. Foto/Dok

    JAKARTA - Rusia membuka kemungkinan menarik diri dari pasar gas Uni Eropa (UE) dan mengalihkan pasokannya ke tempat lain. Presiden Rusia, Vladimir Putin menekankan, tidak ingin menunggu larangan impor dari Brussel berlaku.

    "Tidak ada motif politik di sini. Tetapi jika kita akan diputus pasokannya dalam satu atau dua bulan, kita sebaiknya menghentikannya sekarang dan beralih ke negara-negara yang merupakan mitra terpercaya, dan mengharapkan diri kita," ungkap Presiden saat menjamu Menteri Luar Negeri Hungaria Peter Szijjarto di Kremlin, pekan lalu..

    "Tetapi itu belum keputusan (final), bisa dibilang ini hanya saya yang berpikir keras. Saya pasti akan menginstruksikan pemerintah untuk menangani isu ini bersama perusahaan-perusahaan kita," kata Putin seperti dilansir RT.

    Baca Juga: Harga Gas Melonjak di Tengah Gejolak Timur Tengah, Eropa Sudah Naik 50%

    Moskow bisa mengalihkan pasokan gas Rusia ke “pasar berkembang” sebagai gantinya, mengingat niat UE yang berkali-kali menyatakan bakal sepenuhnya menghentikan sumber daya Rusia. Krisis energi di UE adalah hasil dari “kebijakan yang salah arah” yang dijalankan oleh otoritas blok tersebut selama “bertahun-tahun,” kata Putin.

    Setelah pertemuan dengan Putin, Szijjarto mengungkapkan, bahwa Budapest telah memperoleh jaminan pasokan minyak dan gas dari Moskow. Rusia dan Hungaria telah sepakat untuk bekerja sama dalam mendiversifikasi jalur pasokan sumber energi, katanya.

    Baca Juga: Negara Uni Eropa Menyalahkan Ukraina atas Terjadinya Krisis Energi

    “Kami sepakat bahwa jika jalur transportasi menjadi tidak tersedia karena berbagai alasan, kami akan selalu mencari solusi alternatif. Misalnya, jika transportasi minyak melalui pipa terus menghadapi kesulitan, kami akan mempertimbangkan opsi transportasi laut,” kata diplomat itu dalam pidato video yang diposting di Facebook.

    Hongaria, serta Slovakia, baru-baru ini mengalami gangguan pasokan minyak mentah Rusia setelah Ukraina menutup jalur pipa minyak Druzhba pada akhir Januari. Kiev mengklaim saluran tersebut rusak akibat serangan jarak jauh Rusia, yang dibantah oleh Moskow.

    Budapest dan Bratislava menuduh Kiev melakukan “pemerasan,” dengan menyatakan bahwa Kiev sengaja menghentikan pasokan tersebut untuk alasan politik dan mengancam akan membalas. Slovakia menghentikan skema pasokan listrik daruratnya untuk Ukraina, sementara Hongaria memveto usulan pinjaman UE sebesar USD106 miliar untuk Kiev serta paket sanksi anti-Rusia terbaru.

    (akr)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    290 Senjata Nuklir Prancis...

    290 Senjata Nuklir Prancis Ingin Lindungi Eropa dari Rusia

    Komentar
    Additional JS