Setjen MPR Terapkan WFH Bagi ASN Setiap Rabu Demi Hemat Energi - detik
Setjen MPR Terapkan WFH Bagi ASN Setiap Rabu Demi Hemat Energi
Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR RI, Siti Fauziah, mengatakan pihaknya mulai memberlakukan work from home (WFH) bagi ASN di lingkup kerjanya setiap Rabu. Pemberlakuan aturan itu mulai ditetapkan besok demi menghemat energi, khususnya BBM, di tengah konflik Timur Tengah.
"Kita pun dari MPR melaksanakan WFH dan WFA, itu dimulai per tanggal 1 April besok. Aturan itu sudah kita mulai dan penghematan listrik pun dilakukan dengan membatasi jam kerja. Jadi listrik ini akan dipadamkan juga di jam 18.00 WIB," kata Siti Fauziah di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (31/3/2026).
Siti berharap kegiatan di MPR akan rampung pukul 17.00 WIB. Ia menyebut pemberlakuan jam kerja ASN di MPR dibagi menjadi WFH, WFO (work from office), dan WFA (work from anywhere).
"Pembagian WFH, WFA, dan WFO itu sudah kita atur di mana semua pembagian itu tidak mengganggu, mengganggu kegiatan pimpinan maupun anggota MPR. Jadi semua itu kita lakukan efisiensi," ujar Siti.
"Tetapi tidak mengganggu efektivitas dari kinerja pimpinan, anggota, dan sekretariat juga. Jadi ada pengaturan khusus di mana pengaturan itu, kita akan melaksanakan empat hari kerja, di mana hari Jumat itu kita ada pembagian piket," tambahnya.
Ia menegaskan demi penghematan, WFH ASN di lingkungan MPR terlaksana pada Rabu. Sementara Jumat, ada pembagian piket ASN yang tetap di MPR sedangkan yang lain bisa melakukan WFH atau WFA.
"Betul. Jadi di hari lain itu tetap ada pembagian tugas, di mana siapa yang akan masuk kantor itu akan diatur oleh eselon II karena eselon II yang bertanggung jawab langsung kepada unit-unitnya. Nah, itu akan diatur langsung oleh eselon II, seberapa proporsional untuk yang WFO," sambungnya.
Kendati demikian, Siti mengatakan kerja pimpinan MPR RI tak dibatasi. Ia mengatakan pimpinan tetap bisa beraktivitas seperti biasa di Senin hingga Jumat.
"Kalau pimpinan, kita tidak bisa membatasi. Makanya yang saya sampaikan kalau kegiatan yang tidak berkaitan langsung kepada pimpinan maupun anggota. Jadi kalau pimpinan tetap beraktivitas baik di hari dari Senin sampai Jumat, tapi kita sekretariatnya yang membatasi," imbuhnya.
(dwr/dek)