Sosok Yemisa Zebua, Siswi SMK Berani Teriaki Presiden Prabowo Minta Diberi MBG, Pernah Viral - Tribunnews
Sosok Yemisa Zebua, Siswi SMK Berani Teriaki Presiden Prabowo Minta Diberi MBG, Pernah Viral
Siswi Nias Yemisa Zebua viral setelah berani menyampaikan keluhan soal program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden Prabowo.
Ringkasan Berita:
- Yemisa Zebua, siswi SMK di Nias, viral karena berani meneriaki Presiden Prabowo saat dialog peresmian 218 jembatan.
- Ia menyampaikan keluhan bahwa sekolahnya belum menerima program Makan Bergizi Gratis dan fasilitas sekolahnya rusak.
- Prabowo memuji keberaniannya dan berjanji memperjuangkan bantuan serta perbaikan bagi sekolahnya.
TRIBUNNEWS.COM - Berikut sosok Yemisa Zebua, siswi SMK asal Kabupaten Nias, Sumatera Utara.
Ia menjadi bahan perbincangan setelah berani teriaki Presiden Prabowo Subianto saat acara peresmian 218 jembatan di seluruh Indonesia, Senin (9/3/2026) kemarin.
Yemisa Zebua diketahui siswi kelahiran 2009.
Kini dirinya masih berusia 17 tahun dan duduk di kelas 12 SMK Negeri 1 Boronadu, Kabupaten Nias.
Yemisa Zebua sebelumnya berani meneriaki Presiden Prabowo dalam sesi dialog melalui aplikasi Zoom.
Teriakan siswi berambut panjang itu berhasil mencuri perhatian orang nomor 1 di Indonesia itu.
"Yemisa itu kamu ya (yang teriak-teriak). Berani sekali kau teriak-teriak ke presiden, ya? Hah. Tapi justru karena kau teriak-teriak, aku langsung dengar," kata Presiden Prabowo, dikutip dari kanal YouTube KompasTV, Rabu (11/3/2026).
Ketua Umum Partai Gerindra itu kemudian memuji keberanian Yemisa.
Ia menilai siswi tersebut memiliki bakat menjadi pemimpin di masa depan.
Yemisa lalu menyampaikan keluhannya.
Dirinya melaporkan bahwa sekolahnya belum tersentuh oleh Makan Bergizi Gratis (MGB).
"Pak MBG-nya masih belum sampai di sekolah kami. Orang tua kami tidak mampu untuk membiayai makan kami," kata Yemisa.
"Bupati bagaimana itu (belum dapat MBG)," kata Presiden Prabowo langsung menanggapi.
Baca juga: Viral Diserang Petasan, Toko Kosmetik di Jaktim Ternyata Jual Tramadol, Polisi Sita Ratusan Butir
Presiden Prabowo lalu mengungkit pihak-pihak yang mengkritik program MBG besutannya.
Mereka menyebut program MBG memboroskan anggaran hingga tidak perlu ada.
"Ada yang bilang MBG enggak perlu, katanya MBG enggak bagus," katanya.
"Siapa yang bilang, itu bohong Pak. Itu bohong," jawab Yemisa.
Presiden Prabowo lantas berjanji akan memperjuangkan agar Yemisa dan teman-temannya mendapatkan anggaran.
"Ya. Oke, saya perjuangkan ya supaya segera MBG sampai ke sana ya," janjinya.
Mendengar jawaban itu, Yemisa mengucapkan terimakasih.
Ia juga sempat curhat terkait gedung sekolahnya yang roboh dan lapangan sekolah tidak memadai.
Lagi-lagi Presiden Prabowo Berjanji akan turun tangan.
"Kita berjuang. Terima kasih," tegasnya.
Yemisa Pernah Viral
Pada Agustus 2025 lalu, Yemisa dan kawan-kawannya pernah viral di media sosial.
Ia nekat menyeberangi sungai yang deras demi bisa bersekolah.
Aksi itu harus dilakukan karena tidak adanya jembatan penyeberangan.
"Pak Prabowo tolong perhatian ini. Kami tersiksa kalau ada hujan," kata Yemisa dalam video viral.
Baca juga: Sosok Wawan Hermawan, Viral Kades Jampang Bogor Minta THR ke Pengusaha, Mohon Maaf Ngakunya Khilaf
Yemisa dan kawan-kawannya di SMK Negeri 1 Boronadu kini bisa bernapas lega.
Pemerintah telah membangun 218 jembatan bailey dan armco, salah satunya ikut dirasakan Yemisa.
"Izin Pak Presiden. Terima kasih atas bantuan yang telah Bapak berikan kepada kami."
"Sekarang kami tidak (kebasahan) lagi dan tidak membuka sepatu lagi kalau kami pergi ke sekolah. Sekali lagi terima kasih Bapak Presiden," katanya saat berdialog.
Gibran Tinjau Lokasi
Siswa-siwi SMK Negeri 1 Boronadu juga pernah curhat terkait jembatan kepada Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Ia sudah meninjau langsung Sungai Gomo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara pada Desember 2025 lalu.
Kala itu, Gibran memerintahkan segara ada pembangunan jembatan.
Baca juga: Viral Aksi Konvoi Mobil Zig-zag di Tol Becakayu, Polisi Kantongi Identitas Pelaku
Jembatan tidak hanya diseberangi anak-anak sekolah, melainkan juga penunjang aktivitas ekonomi warga di empat desa.
“Jika sungai meluap, ada sekitar empat desa yang berpotensi terisolasi,” kata Gibran, dikutip dari Tribun-Medan.com.
Gibran dalam kesempatannya juga memastikan negara hadir terkait masalah ini.
"Saya telah meminta rencana pembangunan jembatan tersebut segera ditindaklanjuti secara terpadu dengan memperhatikan kondisi geografis dan aspek keselamatan," tegasnya.
Sebagian Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Wapres Gibran di Nias, Perintahkan Bangun Jembatan Agar 4 Desa Tak Terisolasi
(Tribunnews.com/Endra)(Tribun-Medan.com/AbdiTumanggor)