Tel Aviv Gelap Gulita, Rudal Iran Gempur Pembangkit Listrik Israel - beritabaru
Tel Aviv Gelap Gulita, Rudal Iran Gempur Pembangkit Listrik Israel
Berita Baru, Tel Aviv – Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran meluncurkan gelombang rudal baru ke wilayah israel pada Senin (9/3/2026). Serangan tersebut memicu sirene peringatan serangan udara di sejumlah kota besar dan dilaporkan menyebabkan pemadaman listrik di beberapa wilayah Tel Aviv.
Sejumlah saksi mata menggambarkan suasana dramatis ketika langit di atas Tel Aviv berubah menjadi jingga menyala saat sistem pertahanan udara israel berupaya mencegat rudal-rudal yang meluncur dari arah Iran. Dentuman intersepsi terdengar berulang kali di udara ketika sistem pertahanan Israel bekerja menahan serangan.
Sirene serangan udara membuat jutaan warga di wilayah tengah dan utara Israel bergegas menuju bunker dan tempat perlindungan darurat. Penduduk di berbagai kota, termasuk Tel Aviv dan Haifa, dilaporkan menghentikan aktivitas mereka untuk mencari perlindungan.
Militer Israel menyatakan sebagian besar rudal berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara. Setelah situasi dinilai aman, otoritas setempat kemudian mengumumkan bahwa warga sipil diperbolehkan keluar dari area perlindungan.
Meski demikian, puing-puing dari rudal pencegat dilaporkan jatuh di sejumlah lokasi di wilayah Israel tengah. Stasiun televisi Channel 12 melaporkan pecahan rudal pertahanan ditemukan di sedikitnya tiga lokasi berbeda. Tim tanggap darurat langsung dikerahkan ke lokasi, sementara polisi mengonfirmasi menerima beberapa laporan terkait jatuhnya serpihan tersebut.
Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan bahwa serangan terbaru ini merupakan salvo rudal ke-30 yang diluncurkan ke target di Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan sejak konflik meningkat.
Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan rudal-rudal melintas di langit Israel. Dalam beberapa rekaman, rudal tampak terpecah menjadi beberapa hulu ledak di tengah penerbangan, yang mengindikasikan penggunaan teknologi rudal canggih yang mampu membawa banyak muatan sekaligus.
IRGC menyebut sasaran serangan tersebut adalah fasilitas militer Israel serta posisi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Sehari sebelumnya, Minggu (8/3/2026), sedikitnya enam orang dilaporkan terluka setelah dua lokasi di Israel tengah dihantam rudal balistik yang diduga menggunakan amunisi jenis kluster. Satu korban dilaporkan mengalami luka serius. Insiden tersebut menjadi bagian dari rangkaian serangan Iran pada hari yang sama yang menargetkan wilayah Israel.
Dampak konflik yang semakin memanas kini mulai merembet ke negara lain di kawasan. Di Arab Saudi, sebuah proyektil militer tak dikenal menghantam kawasan permukiman di kota Al-Kharj pada Minggu.
Serangan tersebut menewaskan dua warga negara asing—masing-masing dari India dan Bangladesh—serta melukai sedikitnya 12 orang lainnya. Otoritas pertahanan sipil Arab Saudi menggambarkan objek tersebut sebagai proyektil militer tak dikenal, namun belum secara langsung mengaitkannya dengan Iran.
Serangan rudal terbaru ini juga terjadi tidak lama setelah dewan ulama Iran dilaporkan memilih Mojtaba Khamenei untuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.
Sejumlah analis menilai gelombang serangan yang terus berlanjut ini dapat menjadi sinyal bahwa Teheran tetap mempertahankan konfrontasi militernya dengan Israel dan Amerika Serikat, meskipun terjadi perubahan kepemimpinan di pucuk kekuasaan Iran.
Dengan meningkatnya baku tembak rudal dan konflik yang mulai meluas lintas negara, kawasan Timur Tengah kini menghadapi risiko eskalasi militer yang lebih besar yang berpotensi mengguncang stabilitas regional.