Sejumlah orang tua murid mengeluhkan kondisi makanan yang dibagikan kepada siswa, termasuk temuan buah yang sudah busuk hingga adanya belatung.

Temuan Belatung di Menu MBG Bandung, DPR Minta Program Dievaluasi

INILAHKORAN.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai kualitas menu yang dinilai tidak layak di wilayah Bandung Raya. 

Sejumlah orang tua murid mengeluhkan kondisi makanan yang dibagikan kepada siswa, termasuk temuan buah yang sudah busuk hingga adanya belatung.

Menanggapi laporan tersebut, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan pihak DPR melalui komisi teknis tengah melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG.

Menurutnya, berbagai keluhan dari masyarakat, terutama para orang tua siswa selama bulan Ramadhan, telah diterima sebagai bahan evaluasi agar pengelolaan program dapat segera diperbaiki.

“Masukan dari masyarakat sudah disampaikan oleh komisi teknis kepada pengelola program MBG agar dilakukan perbaikan serta evaluasi,” kata Dasco.

DPR, lanjutnya, terus memantau perbandingan antara jumlah keluhan yang muncul dengan jumlah dapur penyedia makanan dalam program tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan efektivitas program yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi para pelajar.

Isu mengenai menu MBG yang tidak layak mencuat setelah sejumlah orang tua murid di Kabupaten Bandung melaporkan temuan makanan dalam kondisi tidak segar. Beberapa di antaranya menemukan belatung pada buah manggis serta hidangan singkong yang sudah basi.

Salah satu wali murid di MI Al-Halim, Cangkuang, bernama Wati, mengaku terkejut ketika membuka paket makanan yang diterima anaknya pada hari ketiga Ramadhan. Ia menemukan buah yang sudah rusak dan tidak layak dikonsumsi.

Akibat kondisi tersebut, anaknya hanya mengonsumsi roti dan susu dari paket makanan yang dibagikan.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh sejumlah orang tua siswa lainnya di berbagai wilayah Kabupaten Bandung. Mereka menilai beberapa paket makanan yang diterima siswa jauh dari standar gizi yang diharapkan.

Beberapa laporan menyebutkan menu yang dibagikan hanya berupa satu buah jeruk dan dua bolu kukus. Bahkan ada pula paket yang berisi bahan mentah seperti ayam dan tempe sehingga orang tua harus memasaknya sendiri di rumah.