Total Harta Letjen Yudi Abrimantyo, Kabais TNI Lepas Jabatan Buntut Teror Air Keras, Capai Rp8,4 M - Tribunnews.
Total Harta Letjen Yudi Abrimantyo, Kabais TNI Lepas Jabatan Buntut Teror Air Keras, Capai Rp8,4 M
Kepala Bais TNI Yudi Abrimantyo menyerahkan jabatan usai kasus teror penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus.
Ringkasan Berita:
- Kepala Badan Intelijen Strategis TNI, Yudi Abrimantyo, menyerahkan jabatannya sebagai Kabais TNI setelah empat anak buahnya diduga terlibat teror penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus.
- TNI melalui Kapuspen Aulia Dwi Nasrullah menyatakan penyerahan jabatan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban atas kasus yang masih dalam proses penyelidikan.
- Berdasarkan laporan LHKPN, harta kekayaan Yudi Abrimantyo tercatat sekitar Rp8,49 miliar pada 2024 dan terus meningkat sejak 2018.
TRIBUNNEWS.COM - Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Letjen Yudi Abrimantyo sedang disorot publik.
Ia dikabarkan melepaskan jabatannya buntut aksi teror penyiraman air keras yang dilakukan 4 anak buahnya kepada aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus, pada Kamis malam (12/3/2026) lalu.
Kapuspen TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, membenarkan Letjen Yudi melepaskan jabatannya.
Meski demikian, belum diketahui secara pasti apakah langkah tersebut dikarenakan adanya pencopotan atau mundur atas keinginan sendiri.
Kapuspen TNI menegaskan, Letjen Yudi melepaskan kursi Kabais TNI sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kasus teror air keras yang hingga kini masih belum tuntas.
"Sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais," ujar Kapuspen TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, dalam konferensi pers singkat di Mabes TNI, Cilangkap, Rabu (25/3/2026).
Publik kemudian ramai-ramai menyoroti sosok Letjen Yudi, termasuk seberapa banyak harta kekayaannya.
Baca juga: Usman Hamid Singgung Pertanggungjawaban Hukum Usai Kepala Bais TNI Serahkan Jabatan
Capai Rp8,4 M
Letjen Yudi memiliki harta kekayaan sebanyak Rp.8.495.224.863.
Jumlah tersebut ia laporkan ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 31 Desember 2024.
Secara garis besar, harta kekayaan Letjen Yudi naik setiap tahunnya.
Ia pertama kali melaporkan pundi-pundi kekayaan pada 21 Agustus 2018, saat masih menjabat sebagai Paban Utama A5 Direktorat A Bais TNI.
Berikut perkembangan harta kekayaan Letjen Yudi:
- 21 Agustus 2018: Rp.2.739.004.863
- 31 Desember 2019: Rp.2.980.004.863
- 14 Maret 2021: Rp.4.190.004.863
- 31 Desember 2021: Rp.5.227.504.863
- 31 Desember 2022: Rp.5.964.504.863
- 31 Desember 2023: Rp.6.261.004.863
- 31 Desember 2024: Rp.8.495.224.863
Sementara berikut ini rincian lengkap harta kekayaan Letjen Yudi terbaru:
Berdasarkan data harta kekayaan, total aset yang dimiliki mencapai Rp 8.495.224.863 tanpa tercatat adanya utang.
Nilai terbesar berasal dari aset tanah dan bangunan yang totalnya Rp 4.900.558.326.
Aset tersebut meliputi tanah dan bangunan seluas 257 m2;/150 m2; di Jakarta Timur senilai Rp 3 miliar, tanah seluas 280 m2; di Bogor senilai Rp 750 juta.
Kemudian ada bangunan seluas 27 m2; di Bekasi senilai Rp 150.558.326, bangunan seluas 37 m2; di Jakarta Timur senilai Rp 300 juta, serta tanah seluas 1.000 m2; di Bogor senilai Rp 700 juta, yang seluruhnya diperoleh dari hasil sendiri.
Selain itu, terdapat aset berupa alat transportasi dan mesin senilai Rp 350 juta yang terdiri dari mobil Toyota Agya tahun 2023 senilai Rp 150 juta yang diperoleh dari hasil sendiri, serta mobil Hyundai Creta tahun 2022 senilai Rp 200 juta yang diperoleh sebagai hadiah.
Pemilik juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 635 juta, kas dan setara kas sebesar Rp 2.399.666.537, serta harta lainnya senilai Rp 210 juta.
Sementara itu, tidak tercatat kepemilikan surat berharga dalam daftar kekayaan tersebut.
Baca juga: Kasus Air Keras Andrie Yunus, Anggota BAIS TNI Diduga Menyimpang dari Fungsi Intelijen
Profil Letjen Yudi Abrimantyo
Dirangkum Tribunnews.com, Letjen Yudi Abrimantyo mulai menjabat sebagai Kepala Bais TNI pada Maret 2024. Dahulu, ia menggantikan posisi Letjen TNI Rudianto.
Ketika itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Irjen TNI, Danjen Akademi TNI, Kepala BAIS TNI, dan Aslog Panglima TNI di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur pada Rabu (27/3/2024).
Sertijab tersebut didasarkan pada Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/329/III/2024 tanggal 22 Maret 2024 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia.
Yudi merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1989 dan berasal dari kecabangan infanteri dengan latar belakang satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Ia banyak berkecimpung di dunia intelijen. Hal itu membentuk reputasinya sebagai analis dan operator strategis.
Yudi pernah menduduki sejumlah posisi penting, mulai dari jabatan di lingkungan BAIS TNI hingga bertugas di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sebagai pejabat strategis yang menangani urusan intelijen dan pertahanan.
Ia pernah diamanahi sebagai Paban Utama A-5 DIt A BAIS TNI (2016-2018), Bandep Urusan Sosial Budaya Deputi Bidang Pengembangan Setjen Wantanas (2018-2020).
Kemudian, Sekretaris Ditjen Strategi Pertahanan Kemenhan pada periode 2020-2021 dan Kepala Kepala Badan Instalasi Strategis Nasional (Kabainstrahan) Kementerian Pertahanan pada 2021-2024.
Saat dipercaya menjabat sebagai Kepala BAIS TNI pada Maret 2024, ia mendapatkan kenaikan pangkat menjadi letnan jenderal (bintang tiga).
(Tribunnews.com/Endra/Muhamad Deni Setiawan/Fersianus Waku)