Trump Dicueki, 11 Sekutu AS Menolak Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz - SindoNews
Trump Dicueki, 11 Sekutu AS Menolak Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
Sebanyak 11 negara sekutu AS menolak permintaan Presiden Donald Trump untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz. Foto/Fox News
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah meminta bantuan kepada sekutu-sekutu Washington mengirim kapal perang untuk membuka blokade Iran di Selat Hormuz agar kapal-kapal tanker minyak bisa melintas. Trump bahkan mengancam sekutu NATO, dengan menyatakan mereka akan menghadapi masa depan yang buruk jika menolak permintaannya.
Alih-alih gentar, sekutu-sekutu Amerika memilih mengabaikan ancaman Trump dengan tetap menolak intervensi militer di Selat Hormuz.
Baca Juga: Aneh! AS-Israel Klaim Telah Hancurkan Kemampuan Rudal Iran, tapi Teheran Terus Tembakkan Misil
Pada hari Senin, Trump mengulangi seruannya kepada negara-negara sekutu untuk membantu membuka kembali lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Dia mengeklaim beberapa negara—tanpa merinci detail—siap membantu, sementara yang lain tidak antusias.
Dalam unggahan di Truth Social akhir pekan lalu, dia berharap China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara-negara lain akan mengirimkan kapal perang untuk membantu melindungi jalur sempit dan vital yang dilalui sekitar seperlima minyak global tersebut.
Selat Hormuz sebagian besar telah ditutup sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari, dan beberapa kapal yang mencoba menyeberanginya telah diserang pasukan Iran. Teheran telah memperingatkan bahwa kapal-kapal dari negara yang berpihak pada musuh dalam konflik tersebut tidak akan diizinkan melintas.
Kemampuan Iran untuk memutus lalu lintas melalui selat tersebut telah muncul sebagai ancaman besar bagi perekonomian global.
11 Sekutu AS Menolak Mengirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
1. Jerman
Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menolak seruan Trump untuk mengerahkan kapal perang guna mengamankan Selat Hormuz.
Berbicara di sela-sela pertemuan Brussels, Wadephul mengatakan dia tidak percaya NATO dapat bertanggung jawab atas jalur air tersebut, menambahkan bahwa jika aliansi tersebut memiliki yurisdiksi dalam masalah ini, badan-badannya akan memeriksanya melalui prosedur yang sesuai.
Di Berlin, juru bicara Kanselir Jerman Friedrich Merz, Stefan Kornelius, mengatakan konflik tersebut tidak ada hubungannya dengan NATO.
"NATO adalah aliansi untuk pertahanan wilayah dan mandat untuk mengerahkan NATO tidak ada dalam situasi saat ini," kata Kornelius.
Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengatakan tidak akan ada "partisipasi militer" dari negaranya, tetapi menambahkan bahwa Berlin siap mendukung upaya diplomatik untuk memastikan jalur aman melalui Selat Hormuz.
2. Polandia
Polandia menolak permintaan Trump, tapi tidak berkomentar.
3. Spanyol
Spanyol menolak permintaan Trump, menjauhkan diri dari perang Iran.
4. Yunani
Yunani menolak permintaan Trump untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz. Yunani juga memilih bungkam.
5. Swedia
Swedia juga termasuk di antara negara-negara Eropa lainnya yang menjauhkan diri dari keterlibatan militer apa pun di Selat Hormuz setelah seruan Trump.
6. Italia
Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menekankan bahwa diplomasi tetap menjadi cara terbaik untuk mengatasi krisis, menambahkan bahwa Roma tidak terlibat dalam misi Angkatan Laut apa pun yang dapat diperluas hingga mencakup perang di Timur Tengah.
7. Denmark
Denmark secara tersirat menolak mengirim kapal perang ke Selat Hormuz.
Menteri Luar Negeri Lars Lokke Rasmussen mengatakan pada hari Senin bahwa negaranya harus mempertimbangkan, dengan pikiran terbuka, cara-cara yang dapat dilakukan untuk berkontribusi dalam mengamankan lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz.
Berbicara kepada wartawan menjelang pertemuan Dewan Urusan Luar Negeri Uni Eropa di Brussels, Rasmussen mengatakan: "Sebagai negara kecil, tetapi negara maritim yang besar, kita harus tetap terbuka terhadap pertanyaan ini."
"Meskipun kita tidak menyukai apa yang terjadi, saya pikir bijaksana untuk tetap berpikiran terbuka tentang apakah Eropa... dengan cara tertentu dapat berkontribusi, tetapi dengan tujuan untuk mengurangi ketegangan," imbuh dia.
Dia menegaskan bahwa Denmark belum menerima permintaan bantuan apa pun dari AS.
Hubungan antara Amerika Serikat dan Denmark memburuk dalam beberapa bulan terakhir karena Trump bersikeras untuk mengambil kendali Greenland, mengeklaim itu penting untuk keamanan nasional AS.
8. Inggris
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, yang telah menghadapi kritik pedas dari Trump atas penolakannya untuk bergabung dengan AS dan Israel dalam serangan terhadap Iran, mengatakan kepada wartawan bahwa dia telah membahas jalur air tersebut dengan pemimpin AS pada hari Minggu.
Starmer mengatakan London bekerja sama dengan sekutu untuk menyusun rencana yang "layak" untuk membuka kembali jalur air strategis tersebut, tetapi menolak kemungkinan misi NATO.
"Kami bekerja sama dengan semua sekutu kami, termasuk mitra Eropa kami, untuk menyusun rencana kolektif yang layak yang dapat memulihkan kebebasan navigasi di wilayah tersebut secepat mungkin dan mengurangi dampak ekonomi," katanya.
"Izinkan saya memperjelas: itu bukan, dan tidak pernah direncanakan sebagai, misi NATO," kata Starmer, sambil juga menekankan: "Inggris tidak akan terlibat dalam perang yang lebih luas dan harus ada aliansi mitra, terkait misi apa pun di Selat Hormuz."
Pernyataan Starmer menjadi sinyal halus penolakan Inggris untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz.
9. Jepang
Jepang secara tegas mengatakan tidak akan mengirim kapal perang ke Selat Hormuz.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berencana mengunjungi Washington minggu ini untuk bertemu dengan Trump, di mana keduanya diharapkan akan membahas perang di Timur Tengah. Namun, Tokyo tidak memiliki rencana mengirim kapal perang seperti yang diminta Trump.
10. Australia
Penolakan yang sama juga datang dari Australia.
Canberra mengatakan tidak akan mengirim kapal Angkatan Laut ke Selat Hormuz, sebagaimana disampaikan Menteri Transportasi Catherine King.
"Jelas, semakin lama perang berlanjut, semakin besar dampaknya akan dirasakan, bukan hanya oleh kita, tetapi juga oleh kawasan Asia-Pasifik secara keseluruhan. Kami akan terus memantau peristiwa-peristiwa tersebut saat terjadi," kata King kepada ABC Radio National.
"Namun pada tahap ini, semua kapal yang direncanakan, yang seharusnya datang ke Australia, sedang datang. Pasokan bahan bakar tetap mencukupi," ujarnya.
11. Korea Selatan
Kantor Kepresidenan Korea Selatan mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka akan berkonsultasi dengan AS mengenai masalah ini dan akan mengambil keputusan setelah meninjau situasi dengan cermat. Ini sebagai isyarat halus penolakan Seoul atas permintaan Trump.
(mas)