Trump Kesal Sekutu Barat Ogah Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, Singgung Balas Budi - SindoNews
VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Senin, mengkritik beberapa sekutu AS karena tidak mengindahkan seruannya untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz, yang secara efektif tertutup karena serangan rudal dan drone Iran.
"Banyak negara telah memberi tahu saya bahwa mereka sedang dalam perjalanan. Beberapa sangat antusias, dan beberapa sudah bergabung. Beberapa adalah negara yang telah kami bantu selama bertahun-tahun. Kami telah melindungi mereka dari sumber luar yang mengerikan, dan mereka tidak begitu antusias," katanya dalam konferensi pers di Washington DC dilansir Iran International, Selasa, 17 Maret 2026.
"Tingkat antusiasme penting bagi saya. Kami memiliki beberapa negara di mana kami memiliki 45.000 tentara, tentara yang hebat, melindungi mereka dari bahaya, dan kami telah melakukan pekerjaan yang hebat. Dan, kami ingin tahu, apakah Anda memiliki kapal penyapu ranjau? Yah, lebih baik tidak terlibat,"
Singgung Balas Budi
Trump menyebut bahwa AS selama puluhan tahun melindungi sekutu Barat, namun sebaliknya saat ini, kata dia, disaat AS membutuhkan bantuan "mereka tidak akan ada untuk kita"
"Selama 40 tahun, kami melindungi Anda, dan Anda tidak ingin terlibat dalam sesuatu yang sangat kecil, sangat sedikit tembakan yang akan dilepaskan... Tetapi mereka berkata, kami lebih suka tidak terlibat."
"Saya selama ini sangat mengkritik semua upaya melindungi negara-negara lain, karena saya tahu bahwa kita akan melindungi mereka, dan jika sewaktu-waktu dibutuhkan, jika kita membutuhkan bantuan, mereka tidak akan ada untuk kita," kata Trump.
Pada Sabtu, Trump meminta China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara lain untuk mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz. Prancis dan beberapa negara lain tengah menyiapkan misi bersama untuk memastikan jalur aman bagi kapal tanker di tengah konflik Timur Tengah, menurut laporan Financial Times pada Minggu.
Trump juga mengaku tidak yakin sekutu NATO akan membela AS, berbeda dengan komitmen AS terhadap aliansi pertahanan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Trump menegaskan bahwa AS sejatinya tidak membutuhkan bantuan negara lain dalam upaya membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran internasional.
"Saya tak mendesak mereka, karena sikap saya adalah, kami tidak membutuhkan siapa pun. Kami adalah negara terkuat di dunia. Kami memiliki militer terkuat di dunia. Kami tidak butuh mereka," kata Trump
Ia menambahkan bahwa dalam beberapa kasus ia meminta bantuan bukan karena kebutuhan, melainkan untuk mengetahui bagaimana reaksi negara-negara tersebut. "Beberapa sangat antusias, tetapi beberapa lainnya tidak," ujarnya.
Pelayaran melalui Selat Hormuz hampir terhenti setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2025 lalu, hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Kemudian, Iran pun membalas dengan menyerang wilayah Israel dan pangkalan militer milik Amerika di Timur Tengah.
Selat Hormuz merupakan jalur utama untuk pasokan minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, yang mencakup sekitar 20 persen perdagangan global minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair.