0
News
    Home AI Benjamin Netanyahu Berita Dunia Internasional Featured Israel Kecerdasan Buatan Konflik Timur Tengah Netanyahu Spesial Tekno

    Viral Jari Netanyahu Jadi Sorotan dalam Video Terbarunya, Warganet Tuding AI - Okezone

    7 min read

     

    Viral Jari Netanyahu Jadi Sorotan dalam Video Terbarunya, Warganet Tuding AI

    JAKARTA - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk pertama kalinya menyampaikan pidato sejak perang dengan Iran mulai 28 Februari 2026. Kemunculan Netanyahu dalam video terbarunya pada 12 Maret itu usai santer isu dirinya dikabarkan meninggal dunia. 

    Namun, pada video itu, jari Netanyahu menjadi sorotan netizen. Dalam video itu, tampak Netanyahu memiliki 6 jari dalam telapak tangannya. 

    Hal ini pun menghebohkan warganet. Warganet bahkan menduga rekaman viudeo itu dihasilkan atau diubah menggunakan kecerdasan buatan. 

    1. Viral Jari Netanyahu

    Melansir Times of India, Sabtu (14/3/2026), spekulasi dimulai ketika pengguna media sosial mulai memeriksa pidato video Netanyahu secara detail. Satu gambar tertentu dengan cepat menjadi titik fokus perdebatan. Dalam gambar diam itu, tangan Netanyahu tampak terdistorsi saat memberi isyarat di dekat mikrofon.

    Beberapa pengguna mengklaim gambar tersebut tampak menunjukkan enam jari alih-alih lima, sesuatu yang sering disebut sebagai tanda khas pembuatan gambar AI. Alat AI generatif secara historis kesulitan untuk merender tangan manusia secara akurat. Karena itu, jari-jari yang terdistorsi telah menjadi salah satu penanda paling mudah dikenali yang digunakan orang ketika mencoba mengidentifikasi gambar sintetis.

    Dalam beberapa jam, tweet dan unggahan Instagram yang menyoroti anomali yang diduga tersebut mulai menyebar dengan cepat di berbagai platform media sosial

    Beberapa unggahan menganggap klip tersebut sebagai bukti manipulasi AI, sementara yang lain menyarankan kemungkinan yang jauh lebih dramatis. Sejumlah utas viral berspekulasi video tersebut mungkin merupakan bagian dari strategi propaganda digital, yang berpotensi dibuat untuk menyampaikan pesan selama perang yang sedang berlangsung tanpa memerlukan penampilan langsung.

    "BERITA TERBARU: VIDEO TERBARU YANG DIRILIS OLEH PEMERINTAH ISRAEL MENUNJUKKAN BAHWA ITU DIBUAT OLEH AI KARENA NETANYAHU MEMILIKI 6 JARI Apakah Netanyahu sudah mati?", tulis akun X @ShaykhSulaiman. 

    "Apakah ini benar-benar terjadi? Mengapa Israel merilis pidato AI oleh Netanyahu tadi malam? Di mana perdana menteri benar-benar memamerkan enam jari? Di mana dia? Di mana Ben Gvir? Dan mengapa tidak ada media berita Barat yang menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini? #Iran #Israel," kata @georgegalloway. 

    "Meskipun klaim-klaim ini masih belum terverifikasi, hal ini mencerminkan betapa cepatnya spekulasi online dapat berkembang menjadi narasi yang rumit selama krisis geopolitik," demikian laporan Times of India.

     

    2. Era Deepfake dan Kecurigaan Publik

    Kontroversi video Netanyahu menyoroti fenomena yang lebih luas yang terjadi di internet: paranoia deepfake. Alat kecerdasan buatan yang mampu menghasilkan video hiper-realistis telah meningkat secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir. Dengan perangkat lunak yang tepat, kini dimungkinkan untuk menghasilkan video tokoh publik yang mengucapkan kata-kata yang sebenarnya tidak pernah mereka ucapkan.

    Karena pergeseran teknologi ini, pemirsa menjadi jauh lebih skeptis tentang keaslian media digital. Saat ini, ketika artefak visual yang tidak biasa muncul dalam sebuah video, baik itu bayangan aneh, tangan yang terdistorsi, atau latar belakang yang berkedip-kedip, banyak pemirsa langsung mencurigai manipulasi AI. Klip Netanyahu muncul tepat pada saat kecurigaan semacam itu kemungkinan besar akan meledak.

    3. Perang, propaganda, dan disinformasi 

    Video tersebut juga muncul selama salah satu periode paling bergejolak dalam geopolitik Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir. Konfrontasi yang sedang berlangsung yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat telah menghasilkan lonjakan besar konten perang daring. Di berbagai platform media sosial, pengguna sudah mulai menyebarkan rekaman yang diduga sebagai serangan rudal, gambar medan perang, pengumuman militer, dan tangkapan layar satelit.

    Banyak unggahan tersebut ternyata menyesatkan, sudah usang, atau telah diubah secara digital. Akibatnya, lingkungan menjadi rawan kecurigaan. Setiap video baru yang terkait dengan konflik tersebut menghadapi pengawasan ketat dari audiens daring yang mencoba menentukan apakah video tersebut asli. Dalam iklim ini, bahkan ketidakberaturan visual kecil pun dapat memicu spekulasi yang meluas.

    Fokus yang intens pada tangan Netanyahu bukanlah kebetulan. Tangan telah menjadi salah satu petunjuk deteksi AI paling terkenal di internet. Generator gambar AI awal sering menghasilkan bentuk tangan yang aneh, jari tambahan, atau jari yang menyatu. Akibatnya, pengguna internet sekarang secara naluriah memeriksa tangan setiap kali mereka mencurigai gambar atau video mungkin dihasilkan oleh AI.

     

    4. Konspirasi di Era AI

    Di luar spekulasi teknis, kontroversi ini juga mencerminkan tren yang lebih dalam dalam budaya daring: penggabungan ketakutan AI dan teori konspirasi politik. Internet semakin merangkul narasi yang menunjukkan bahwa tokoh publik digantikan oleh kembaran digital, pidato dihasilkan oleh kecerdasan buatan, dan pemerintah secara diam-diam menggunakan media sintetis untuk pesan.

    Teori-teori ini berkembang pesat terutama pada saat-saat ketidakpastian, ketika informasi resmi terbatas dan audiens mencari penjelasan alternatif. Kontroversi video Netanyahu sangat sesuai dengan lingkungan ini. Terlepas apakah video tersebut pada akhirnya terbukti otentik atau dimanipulasi, reaksi viral itu sendiri mengungkapkan pergeseran mendalam dalam cara audiens mengonsumsi informasi.

    Selama beberapa dekade, rekaman video secara luas dianggap sebagai salah satu bentuk bukti yang paling dapat diandalkan, tetapi di era AI generatif, asumsi itu dengan cepat menghilang. Saat ini, setiap klip, terutama yang melibatkan pemimpin politik, menghadapi pengawasan instan dari jutaan pemirsa daring yang dipersenjatai dengan perangkat lunak pengeditan, alat AI, dan sejumlah besar skeptisisme.

    Oleh karena itu, perdebatan video Netanyahu mungkin mewakili sesuatu yang lebih besar daripada sekadar rumor viral tunggal. Ini mungkin merupakan sekilas tentang masa depan perang informasi, di mana pertempuran bukan lagi hanya tentang peristiwa itu sendiri tetapi tentang apakah orang percaya pada gambar yang mereka lihat.
     

    (Erha Aprili Ramadhoni)


    Komentar
    Additional JS