0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Profesor Jiang Xueqin Spesial

    Viral Profesor Jiang Xueqin Sebut AS Bakal Kalah Perang Lawan Iran Apa Alasannya? - Viva

    4 min read

      

    Viral Profesor Jiang Xueqin Sebut AS Bakal Kalah Perang Lawan Iran Apa Alasannya?


    Jakarta, VIVA –Nama Jiang Xueqin, yang dikenal lewat saluran YouTube Predictive History, tengah ramai diperbincangkan di media sosial setelah salah satu prediksinya kembali viral. Dalam sebuah kuliah daring pada 2024, ia meramalkan bahwa Amerika Serikat akan kalah jika berperang melawan Iran. Video kuliah tersebut kini kembali beredar luas seiring meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

    Dosen berdarah Tiongkok-Kanada itu sebelumnya membuat tiga prediksi besar pada 2024. Pertama, ia memperkirakan Donald Trump akan kembali berkuasa di Amerika Serikat. Kedua, ia memprediksi Trump akan memicu konflik dengan Iran. Karena dua ramalan tersebut dianggap terjadi, banyak pengguna media sosial kemudian menjulukinya sebagai “Nostradamus dari China” atau peramal dari China.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Lantas seperti apa prediksinya di tahun 2024 lalu dan menjadi viral saat ini? Melansir laman NDTV, Selasa 10 Maret 2026, dalam kulaih daring yang berlangsung pada Mei 2024 lalu, Jiang berpendapat bahwa jika Trump kembali menjadi presiden, tekanan geopolitik dapat mendorong Amerika Serikat menuju konfrontasi dengan Iran. Menurutnya, pemerintahan Trump periode kedua akan meningkatkan risiko kemungkinan terjadinya bentrokan militer antara kedua negara tersebut.

    Ia juga memperingatkan bahwa konflik semacam itu bisa berakhir buruk bagi Amerika Serikat.

    Untuk menjelaskan analisanya, Jiang membandingkan kemungkinan invasi Amerika ke Iran dengan Ekspedisi Sisilia, ketika Athena melancarkan kampanye militer besar yang akhirnya berakhir dengan bencana.

    img_title

    Menurut Jiang, kondisi geografis Iran serta jumlah penduduknya akan membuat pendudukan jangka panjang menjadi sangat sulit. Wilayah pegunungan, jalur logistik yang panjang, serta perlawanan domestik yang kuat berpotensi mengubah kemenangan militer awal menjadi kegagalan strategis.

    Pernyataannya di Acara TV AS

    Baru-baru ini Jiang juga tampil di program berita dan opini Breaking Points, di mana ia menjelaskan kekhawatirannya mengenai kemungkinan konflik tersebut.

    Ia mengatakan bahwa, berdasarkan analisanya tentang perkembangan perang, Iran memiliki lebih banyak keuntungan dibanding Amerika Serikat. Menurutnya, konflik yang terjadi saat ini pada dasarnya adalah ‘perang kelelahan’ antara kedua negara, dan Iran telah mempersiapkan diri untuk skenario seperti ini selama sekitar dua dekade.

    Jiang menambahkan Iran telah melakukan berbagai simulasi dan uji coba militer. Ia menyinggung konflik singkat selama 12 hari pada Juni  tahun lalu yang memberi kesempatan bagi Iran untuk mempelajari kemampuan serangan dari Israel dan Amerika Serikat. Selain itu, Iran disebut memiliki waktu sekitar delapan bulan untuk mempersiapkan diri menghadapi serangan baru.

    Menurutnya, kelompok-kelompok sekutu Iran seperti Houthi, Hezbollah, dan Hamas juga telah memahami pola pikir Amerika. Dengan pemahaman tersebut, mereka dinilai memiliki strategi yang cukup efektif untuk melemahkan bahkan pada akhirnya menghancurkan kekuatan Amerika.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Dalam kuliah terbarunya, Jiang mengatakan bahwa perang kemungkinan akan berlangsung lama. Ia juga memprediksi bahwa ketika konflik itu akhirnya berakhir, dunia tidak akan lagi sama seperti sebelumnya.

    Apakah seluruh prediksi Jiang akan benar-benar terbukti masih belum dapat dipastikan. Namun untuk saat ini, kuliah yang sebelumnya kurang dikenal itu justru membuat sang profesor menjadi salah satu analis geopolitik yang paling banyak dibicarakan di internet.


    Komentar
    Additional JS