0
News
    Home Berita Featured Idul Fitri Lebaran Spesial Sukabumi

    Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki Disoraki Jemaah Salat Idulfitri, Ternyat Ini Duduk Perkaranya - Merdeka

    3 min read

     

    Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki Disoraki Jemaah Salat Idulfitri, Ternyat Ini Duduk Perkaranya

    Tindakan ini ungkapan ketidakpuasan terhadap keputusan Pemkot Sukabumi menolak permohonan izin penggunaan Lapangan Merdeka untuk salat Id warga Muhammadiyah.

    Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki. (Liputan6.com/Fira Syahrin)

    Hari Jumat, 20 Maret 2026, suasana khidmat salat Idulfitri 1447 Hijriah di halaman Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) tiba-tiba berubah menjadi riuh. Ribuan jemaah yang memenuhi area hingga ke Jalan R. Syamsudin SH mulai menyoraki Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, saat ia akan memberikan sambutan.

    Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas keputusan Pemerintah Kota Sukabumi yang menolak izin penggunaan Lapangan Merdeka (Lapdek) untuk salat Id warga Muhammadiyah. Para jemaah merasa bahwa pemerintah daerah tidak konsisten dalam menerapkan toleransi di kalangan umat beragama. Rozak Daud, salah satu jemaah dari Kecamatan Cikole, mengungkapkan bahwa penolakan terhadap fasilitas publik tersebut mencerminkan kurangnya dukungan pemerintah terhadap perbedaan. "Secara prosedural sudah kami ajukan jauh-jauh hari. Walaupun pemerintah punya hak menolak, ini gambaran bahwa pemerintah tidak toleran di internal umat Muslim sendiri," ujar Rozak.

    Kekecewaan jemaah semakin meningkat karena masalah akses terhadap fasilitas ibadah pernah menjadi bahan perdebatan dalam Pilkada sebelumnya. Saat itu, Ayep Zaki berkomitmen untuk memfasilitasi semua golongan tanpa memandang latar belakang. "Janji seorang calon pemimpin saat itu ternyata jauh dengan praktiknya hari ini. Kami menganggap pemerintah tidak adil. Apa yang diucapkan dalam pidato tadi tidak sejalan dengan praktik kekuasaannya," tambah Rozak.

    Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki. (Liputan6.com/Fira Syahrin)

    Permohonan Maaf Wali Kota Sukabumi

    Walaupun berada di tengah tekanan dari sorakan jemaah, Wali Kota Ayep Zaki tetap melangkah ke mimbar. Dalam pidatonya, ia mengumumkan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi akan melaksanakan salat Id pada hari Sabtu, 21 Maret 2026, sesuai dengan ketetapan dari pemerintah pusat. Meskipun demikian, ia menegaskan komitmennya untuk tetap merangkul warga yang merayakan hari tersebut. Di akhir sambutannya, Ayep secara terbuka meminta maaf atas kebijakan yang dianggap kurang memuaskan oleh sebagian masyarakat. "Kami memohon maaf apabila kebijakan Wali Kota Sukabumi kurang berkenan. Kedepannya, kami akan senantiasa merangkul seluruh warga dan berdialog untuk mencari solusi terbaik," ungkap Ayep Zaki.

    Setelah pidato selesai, suasana tetap terjaga meskipun arus lalu lintas di sekitar kampus UMMI mengalami kemacetan akibat banyaknya jemaah yang tidak dapat ditampung di halaman kampus. Momen tersebut menunjukkan betapa tingginya antusiasme masyarakat dalam merayakan hari besar ini. Dengan adanya pidato dan permohonan maaf dari Wali Kota, diharapkan hubungan antara pemerintah dan warga dapat semakin harmonis ke depannya. Situasi ibadah berlangsung dengan lancar hingga akhir, mencerminkan kedewasaan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan.


    Komentar
    Additional JS