10 Negara dengan Kenaikan BBM Tertinggi sejak Perang Iran-AS, Pakar Respons Begini - Detik
Harga bahan bakar minyak (BBM) mengalami kenaikan secara global imbas perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Menurut laporan, harga BBM sebelum dan setelah terjadi perang mengalami lonjakan drastis di sejumlah negara.
Pakar studi energi Universitas Gadjah Mada, Dr Ir Rachmawan Budiarto, ST, MT, IPU, mengatakan bahwa lonjakan harga minyak bisa mengganggu ketahanan energi suatu negara. Terlebih jika pasokan BBM menipis.
Jalur perdagangan internasional yang terganggu telah menjadi masalah serius sehingga menyebabkan kenaikan harga BBM yang melampaui asumsi suatu negara. Bagi Indonesia sendiri, menurutnya, ada risiko gangguan pasokan.
"Kalau kita lihat pergerakan harga minyak saja sudah melewati asumsi yang digunakan dalam APBN, itu menunjukkan risiko ganggu pasokan sudah berada di depan mata" kata Rachmawan, dikutip dari laman resmi UGM, Selasa (31/3/2026).
Di Indonesia, menurut laporan terbaru, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut bahwa kenaikan harga BBM belum akan dilakukan. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu melakukan panic-buying atas kabar yang beredar mengenai naiknya harga BBM.
Bahkan, ia mengatakan persediaan BBM aman, sehingga tidak terjadi penyesuaian harga.
"Kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat dan kami berharap masyarakat tidak perlu panik," jelas Mensesneg, dikutip dari detikNews.
"Tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin. Dan harga tidak terjadi penyesuaian," imbuhnya.
Negara di Asia Tenggara Banyak yang Mengalami Kenaikan Harga BBM
Meski Indonesia aman dari kenaikan harga BBM untuk saat ini, negara lain sudah melaporkan kenaikan.
Berdasarkan data yang dianalisis dari Global Petrol Prices, sebuah platform data yang melacak dan menerbitkan harga energi ritel di sekitar 150 negara, sekitar 85 negara telah melaporkan kenaikan BBM sejak perang Iran dengan AS-Israel meletus pada 28 Februari 2026 lalu. Pada awal Maret 2026, sejumlah negara melaporkan kenaikan harga yang diprediksi akan meningkat hingga April 2026.
Menurut data yang dibandingkan sejak 23 Februari dan 11 Maret, tiga negara di Asia Tenggara mengalami kenaikan terbesar di antara 10 negara teratas. Ketiganya yakni Kamboja, Vietnam, dan tetangga dekat Indonesia: Singapura.
Sejak perang meletus, Kamboja mengalami kenaikan harga bensin tertinggi, hampir 68 persen. Harga BBM di Kamboja naik dari USD 1,11 atau sekitar Rp 18.875 per liter (oktan 95) sebelum perang dan melonjak menjadi USD 1,32 atau sekitar Rp 22.446 per liter pada 11 Maret.
Vietnam menyusul dengan kenaikan 50 persen dalam periode yang sama. Harga BBM di Vietnam naik dari USD 0,75 (Rp 12.573) menjadi USD 1,13 (Rp 19.215) per liter.
Berikut ini negara-negara terdampak perang Iran dengan AS-Israel yang mengalami kenaikan harga BBM, menurut data Global Petrol Prices, dikutip dari AlJazeera.
Daftar 10 Negara dengan Kenaikan BBM Tertinggi sejak Perang Iran-AS
1. Kamboja
Harga BBM sebelum perang: USD 1,11 atau Rp 18.875 per liter (Kurs Rp 17.010)
Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 1,32 (Rp 22.446) per liter
2. Vietnam
Harga BBM sebelum perang: USD 0,75 (Rp 12.573) per liter
Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 1,13 (Rp 19.215) per liter
3. Nigeria
Harga BBM sebelum perang: USD 0,59 (Rp 10.033) per liter
Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 0,80 (Rp 13.604) per liter
4. Laos
Harga BBM sebelum perang: USD 1,34 (Rp 22.786) per liter
Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 1,78 (Rp 30.268) per liter
5. Kanada
Harga BBM sebelum perang: USD 1,16 (Rp 19.725) per liter
Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 1,30 (Rp 22.106) per liter
6. Pakistan
Harga BBM sebelum perang: USD 0,92 (Rp 15.644) per liter
Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 1,15 (Rp 19.555) per liter
7. Maladewa
Harga BBM sebelum perang: USD 0,87 (Rp 14.794) per liter
Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 1,04 (Rp 17.685) per liter
8. Australia
Harga BBM sebelum perang: USD 1,11 (Rp 18.875) per liter
Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 1,31 (Rp 22.276) per liter
9. Amerika Serikat
Harga BBM sebelum perang: USD 0,87 (Rp 14.794) per liter
Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 1,01 (Rp 17.175) per liter
10. Singapura
Harga BBM sebelum perang: USD 2,16 (Rp 36.730) per liter
Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 2,50 (Rp 42.512) per liter