0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Israel Konflik Timur Tengah Lebanon Pasukan Perdamaian Spesial TNI UNIFIL

    3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Eks UNIFIL: Israel Langgar Aturan Perlindungan Pasukan Perdamaian - detik

    4 min read

     

    3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Eks UNIFIL: Israel Langgar Aturan Perlindungan Pasukan Perdamaian

     


    Ringkasan Berita:
    • Repatriasi jenazah tiga prajurit TNI dari Lebanon akan dilaksanakan pada pekan pertama April 2026.
    • Kemlu RI berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk memastikan repatriasi berjalan tanpa kendala.
    • Kemlu RI tak memungkiri bahwa repatriasi dalam situasi konflik memiliki tantangan tersendiri. 


    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Repatriasi jenazah tiga prajurit TNI dari Lebanon akan dilaksanakan pada pekan pertama April 2026.  

    Pada Kamis (2/4/2026) telah dilaksanakan upacara pelepasan dan penghormatan untuk ketiga personel penjaga perdamaian Indonesia tersebut di Bandara Internasional Rafic Hariri di Beirut, Lebanon. 

    Baca juga:

    Upacara dipimpin langsung oleh Force Commander UNIFIL sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian mereka dalam menjaga perdamaian dunia.

    Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk memastikan repatriasi berjalan tanpa kendala.

    Repatriasi adalah proses pemulangan seseorang atau sekelompok orang ke negara asalnya.

     

     

    "Dalam suasana penuh keprihatinan ini, Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi erat dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memastikan proses repatriasi dapat berlangsung secara cepat, aman, dan lancar," kata Kemlu RI dalam pernyataan resminya, Jumat (3/4/2025).

    Namun Kemlu RI tak memungkiri bahwa repatriasi dalam situasi konflik punya tantangan. 

    Jika situasi normal, perjalanan dari Beirut ke Jakarta membutuhkan waktu 17 jam.

    Sedangkan dalam kondisi seperti sekarang, di mana terjadi intensitas kontak senjata di berbagai titik kawasan termasuk eskalasi di Lebanon Selatan, menimbulkan limitasi pergerakan. 

    Hal ini membuat setiap langkah sebagai pertaruhan keselamatan. 

    Kendati adanya tantangan ini, pemerintah berkomitmen memastikan proses repatriasi berjalan baik.

    Repatriasi merupakan bentuk penghormatan terakhir bagi para prajurit yang gugur, sekaligus wujud tanggung jawab negara kepada keluarga yang ditinggalkan. 

    Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur, dan Praka Farizal Rhomadhon adalah tiga prajurit penjaga perdamaian Indonesia yang gugur saat menjalankan tugas di Lebanon

    Kemlu menyebut banjirnya ucapan dukacita dan dukungan internasional bagi Indonesia jadi cermin keberhasilan para prajurit TNI penjaga perdamaian, mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia.

    "Pengabdian mereka menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia sebagaimana amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945," katanya.


    Komentar
    Additional JS