0
News
    Home Angklung Berita Featured Jawa Barat Spesial

    6 Jenis Angklung Jawa Barat yang Masuk ke dalam WBTb Indonesia - Sekitar Bandung

    8 min read

     

    6 Jenis Angklung Jawa Barat yang Masuk ke dalam WBTb Indonesia

    6 Jenis Angklung Jawa Barat yang Masuk ke dalam WBTb Indonesia (Instagram/@humas_jabar)

    Sekitarbandung.com – Kita pasti sudah tidak asing dengan alat musik berbahan bambu, angklung. Salah satu warisan budaya dari leluhur yang sangat khas dan unik.

    Ternyata angklung memiliki banyak jenis. Terhitung ada enam jenis yang masuk ke dalam Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Hal ini yang jarang diketahui. Lantas, apa saja enam jenis angklung tersebut?

    1. Angklung Padaeng

    Asal: Kabupaten Kuningan.

    Dikembangkan: tahun 1938 oleh Daeng Soetigna.

    Ciri khas:

    • Tangga nada diatonis-kromatis.
    • Bentuk lebih ramping, modern, dan nada dasar C.

    2. Angklung Dogdog Lojor

    Identik dengan upacara adat.

    Ciri khas:

    • Perpaduan angklung berukuran besar dengan tabuhan dogdog lojor (kendang panjang).
    • Terdiri dari 4 angklung besar dan 2 dogdog lojor.
    • Nada non-diatonis, tidak mengikuti nada Do-Re-Mi konvensional.

    3. Angklung Bungko

    Identik dengan upacara adat.

    Asal: Cirebon.

    Dikembangkan: abad 14/17 oleh Ki Buyut Bungko.

    Ciri khas:

    • Sakral, disimpan khusus, dan dihiasi rajutan kain.
    • Mempunyai alat musik pengiring dan lima tarian pokok.

    Baca Juga: Bandung Jadi Saksi Lahirnya Percetakan Pertama di Jawa Barat

    4. Angklung Gubrag

    Instrumen untuk prosesi ritual penghormatan Dewi Sri/Nyi Pohaci.

    Asal: Bogor.

    Dikembangkan: lebih dari 455 tahun yang lalu.

    Ciri khas:

    • Dalam satu rangka terdapat tiga nada.
    • Mempunyai hiasan khas kembang wiru.
    • Dimainkan dengan 6 bilah angklung yang berbeda.

    5. Angklung Buncis

    Berakar dari budaya agraris.

    Asal: Bogor.

    Daerah perkembangan: Baduy, Cigugur Kuningan, Baros Arjasari.

    Dikembangkan: sebelum tahun 1940.

    Ciri khas:

    • Awalnya digunakan untuk ritual penghormatan, lalu berubah menjadi pertunjukan hiburan.
    • Terdiri dari 3-4 tabung bambu yang menghasilkan nada pentatonis.
    • Bagian atasnya dililit oleh ijuk dan membentuk setengah lingkaran.

    6. Angklung Sered

    Perpaduan musik dan kekuatan adu fisik.

    Asal: Tasikmalaya.

    Dikembangkan: tahun 1908.

    Ciri khas:

    • Dulu digunakan sebagai kode peringatan datangnya penjajah, lalu bergeser menjadi seni pertunjukan.
    • Sering kali berpadu dengan gerakan pencak silat dan unsur magis.
    • Nada yang dimainkan progresif.
    • Jumlah pemain 11 orang, yang terdiri dari 1 pemain keureuleuk, 8 pemain engklok, dan 2 pemain indung.

    Keberagaman jenis angklung tersebut menunjukkan bahwa kekayaan budaya Jawa Barat yang tidak hanya unik, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan filosofi yang mendalam.

    Dengan mengenal dan melestarikannya, generasi sekarang dapat ikut turut serta dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan tidak tergerus zaman.

    Baca Juga: Dedi Mulyadi Akan Temui MenPAN-RB untuk Bahas tentang Gaji Guru Honorer yang Tertunda

    Post Views: 71

    Komentar
    Additional JS