0
News
    Home Berita Featured Kereta Api Lintas Peristiwa Spesial

    8 Kecelakaan Kereta Api Terparah di Indonesia, Korban Tembus Ratusan Jiwa - Kompas

    5 min read

     

    8 Kecelakaan Kereta Api Terparah di Indonesia, Korban Tembus Ratusan Jiwa



    KOMPAS.com - Kecelakaan kereta api antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Senin (28/4/2026) malam, menambah deretan panjang kecelakaan kereta di Indonesia yang menelan korban jiwa.

    Hingga Selasa (28/4/2026) pukul 08.45 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat 14 orang, sementara 84 lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

    Sejumlah kecelakaan besar sebelumnya juga mencatat korban dalam jumlah signifikan, dengan penyebab yang umumnya berkaitan dengan kesalahan operasional maupun gangguan teknis.

    Lantas, apa saja kecelakaan kereta paling parah yang pernah terjadi di Indonesia?

    KRL Cikarang-Jakarta Beroperasi Lagi Usai KA Argo Bromo Tabrak Kereta, Bergantian di Satu Jalur

    Baca juga: Kesaksian Penumpang Detik-detik Tabrakan KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur

    1. Kecelakaan Kereta Padang Panjang, 22 Desember 1944

    Kecelakaan ini terjadi di jalur turunan Lembah Anai, Sumatera Barat, yang dikenal ekstrem. Kereta kehilangan kendali saat melintasi jalur menurun.

    Rem kereta dilaporkan blong sehingga rangkaian meluncur tanpa kendali dan keluar jalur.

    Sekitar 200 orang tewas dan 250 lainnya luka-luka, menjadikannya salah satu tragedi paling mematikan.

    2. Tragedi Bintaro, 19 Oktober 1987

    Tabrakan dua kereta terjadi di Pondok Betung, Bintaro, saat pagi hari dengan kondisi penumpang penuh. Kedua kereta melaju dari arah berlawanan dan bertabrakan langsung.

    Korban mencapai 139–156 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Benturan frontal dan kepadatan penumpang memperparah dampak.

    3. Tabrakan KA Ratu Jaya, 20 September 1968

    Kecelakaan terjadi di Ratu Jaya, Depok, melibatkan kereta uap dan kereta diesel di jalur yang sama.

    Insiden dipicu gangguan persinyalan dan kesalahan komunikasi petugas. Sekitar 116 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

    Baca juga: Chat Terakhir Bu Guru Nurlela, Korban Tewas Tabrakan KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur

    4. Kecelakaan KRL Depok, 2 November 1993

    Dua KRL bertabrakan di jalur tunggal di wilayah Depok saat jam sibuk pagi hari. Kedua kereta masuk ke lintasan yang sama dari arah berlawanan.

    Penyebab utama adalah miskomunikasi antar petugas PPKA. Kecelakaan ini menewaskan 20 orang dan melukai sekitar 100 penumpang, serta mendorong percepatan pembangunan jalur ganda.

    5. Tabrakan KA Empu Jaya dan Gaya Baru Malam Selatan, 25 Desember 2001

    Kecelakaan terjadi di Brebes saat KA Empu Jaya menabrak KA Gaya Baru Malam Selatan yang sedang berhenti.

    Tabrakan dari belakang ini dipicu kelalaian operasional dan pelanggaran sinyal. Sebanyak 31 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

    6. Kecelakaan KA Gaya Baru Malam Selatan, 2 Oktober 2010

    Kecelakaan terjadi di Petarukan, Pemalang, ketika kereta menabrak rangkaian lain dari belakang di jalur yang sama.

    Insiden diduga akibat human error, termasuk kemungkinan masinis mengabaikan sinyal. Sekitar 30 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

    Baca juga: Pembangunan Flyover Bulak Kapal Bekasi Dipercepat, Dapat Dukungan Langsung Prabowo

    7. Tabrakan KA Turangga dan KA Lokal Bandung Raya, 5 Januari 2024

    Tabrakan terjadi di wilayah Jawa Barat antara KA Turangga dan kereta lokal Bandung Raya. Kedua kereta berada di jalur yang sama.

    Insiden ini menyebabkan 4 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka. Korban tewas berasal dari awak kereta, sementara penyebab awal diduga terkait kesalahan pengaturan perjalanan.

    8. Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Bekasi, 27 April 2026

    Kecelakaan terjadi di Stasiun Bekasi Timur saat KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL dari arah belakang yang sedang berhenti di jalur.

    Hingga Selasa (28/4/2026) pukul 08.45 WIB, jumlah korban mencapai 14 orang meninggal dunia dan 84 orang luka-luka.

    Korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk identifikasi, sementara korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit.

    Proses evakuasi berlangsung sulit karena rangkaian kereta saling menghimpit, dengan keterbatasan ruang dan material logam yang kuat, sehingga penanganan dilakukan secara bertahap.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS