Amerika Incar Selat Malaka? - Kempalan
Amerika Incar Selat Malaka?
photo Menteri Pertahanan Amerika Serikat Peter Brian Hegseth dan Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin. (Foto: Istimewa)
Kini, lewat lawatan Prabowo Subianto, Indonesia mengejar kepentingannya baik di Timur maupun Barat. Dua kartu tengah dimainkan Presidan Prabowo.
Oleh: Andi W Syahputra
KEMPALAN: Bagi Amerika, Indonesia bukan hanya mitra strategis tapi ini adalah negara terpadat keempat di dunia, titik kritis untuk pengiriman global, dan negara dengan ambisi militer yang berkembang.
Mengangkat Indonesia dengan kerjasama Kemitraan Pertahanan Utama membuka pintu untuk latihan bersama, berbagi teknologi, dan kerja sama intelijen yang lebih dalam.
Pada era persaingan dengan China untuk mendapatkan pengaruh di Asia Tenggara, ini adalah permainan jangka panjang bagi kepentingan Amerika terutama dari pengaruh China untuk kuasai dan kapitalisasi Selat Malaka seperti yang sekarang tengah diberlakukan di Selat Hormuz.
Kini, lewat lawatan Prabowo Subianto, Indonesia mengejar kepentingannya baik di Timur maupun Barat. Dua kartu tengah dimainkan Presidan Prabowo.
Presiden Prabowo Subianto melakukan perjalanan ke Moskow untuk mencari dukungan Presiden Vladimir Putin dalam masalah energi, sementara itu pada saat yang sama dia mengirim menteri pertahanannya, Sjafrie Syamsoeddin, ke Washington – tetapi untuk menawarkan konsesi kedaulatan NKRI ke Amerika Serikat.
Di Pentagon, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menerima rekannya dari Indonesia, karena para pejabat Amerika Serikat berusaha untuk mendesak Pemerintah Indonesia agar membubuhkan tanda-tangannya pada perjanjian yang akan memberikan izin penuh kepada Amerika Serikat untuk pesawat militernya untuk melewati wilayah udara Indonesia.
Permainan dua kartu yang paradoks ini justru sangat tidak menguntungkan Indonesia dalam menjalin dan membina relasi luar negeri yang bebas aktif dan bersifat multipolar.
*) Andi W Syahputra, Advokat yang juga Pemerhati Politik Internasional