0
News
    Home Bapanas BBM Berita Featured Spesial

    Bapanas Jamin Kenaikan BBM Non-Subsidi tak Ganggu Harga Pangan - Republika

    11 min read

     

    Bapanas Jamin Kenaikan BBM Non-Subsidi tak Ganggu Harga Pangan

    Kenaikan harga dinilai belum berdampak signifikan pada biaya distribusi pangan.

    Rep: Eva Rianti

    Eva Rianti/Republika Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pemerintah Sam Herodian (kiri) dan Deputi 1 Bidang Ketersediaan dan Stabilitas Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa (kanan) dalam acara Media Briefing

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menanggapi potensi dampak kenaikan harga pangan imbas naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai Sabtu (18/4/2026). Menurut Bapanas, harga pangan relatif aman selama tidak ada kenaikan pada harga BBM subsidi.

    “Sepanjang harga BBM subsidi tidak dinaikkan, tidak akan ada kenaikan angkutan. Tentu kalau transport-nya tidak naik, otomatis tidak memengaruhi harga pangan. Jadi, relatif terjaga,” ungkap Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilitas Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa dalam agenda media briefing bertajuk ‘Membedah Realita Harga Pangan dan Capaian Swasembada Beras 2026’ yang diadakan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) di Kantor Bakom RI, Jakarta, Senin (20/4/2026).

    Dengan demikian, Ketut mengaku senang atas keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi di tengah berfluktuasinya harga minyak global akibat eskalasi perang di Timur Tengah.

    “Jadi, kita patut bersyukur kebijakan Bapak Presiden yang tidak menaikkan harga BBM bersubsidi,” ujarnya.

    Kenaikan Harga Plastik

    Sementara itu, sebelum harga BBM non-subsidi dinaikkan pada Sabtu (18/4/2026), harga plastik diketahui telah melambung. Plastik, yang diketahui terbuat dari minyak bumi dan gas alam, memang mencatatkan kenaikan yang cukup tinggi dalam beberapa pekan terakhir.

    Bapanas menilai, gejolak geopolitik di Selat Hormuz telah menyebabkan distorsi pada struktur harga produk plastik di dalam negeri. Fluktuasi berupa distorsi pasokan bahan baku plastik turut merambah ke pelaku usaha pangan pokok strategis. Pelaku usaha bidang beras dan gula termasuk yang terdampak karena membutuhkan kemasan karung.

    Bapanas menyebut telah menyerap aspirasi dari para pelaku usaha pangan sektor beras dan gula. Dalam pertemuan itu terungkap ada penyesuaian harga yang harus dilakukan para pelaku usaha imbas kurangnya pasokan plastik.

    “Teman-teman pelaku usaha menyampaikan, beras naik Rp 350 per kilogram. Kalau gula sekitar Rp 150 per kilogram. Artinya cukup berdampak, dan ini yang harus kita jaga benar-benar untuk ke depannya,” terangnya.

    Data Bapanas menunjukkan perkembangan rerata harga beras dan gula memang mengalami fluktuasi dalam sebulan terakhir. Namun, pergerakannya diklaim masih dalam rentang harga yang wajar karena kenaikannya tidak bergerak tinggi hingga 10 persen.

    Di tengah dinamika gejolak geopolitik yang memengaruhi harga minyak global, penyesuaian harga dimungkinkan terjadi akibat kenaikan biaya logistik dan freight (kargo) pelabuhan, serta pengenaan surcharge (biaya tambahan) premium. Selain itu, terdapat gangguan waktu pengiriman bahan baku dari luar negeri. Waktu pengiriman yang sebelumnya sekitar 15 hari dapat menjadi lebih lama hingga mencapai 50 hari sehingga turut berkontribusi pada beban biaya produksi.

    Berita Terkait

    Gejolak Hormuz Jadi Lonceng Kematian Ekonomi Modern, ini Rahasia Bertahan saat Timur Tengah Membara

    Kalam - 1 jam yang lalu

    Dopamin Kiamat: Mengapa Kita Lebih Suka Bahas Dajjal Daripada Strategi Perang?

    Kalam - 7 jam yang lalu

    Kapal Tanker Iran Abaikan CENTCOM, Berhasil Tembus Blokade dan Sampai di Teluk Persia

    Internasional - 16 jam yang lalu

    CORE: BBM Nonsubsidi Ikuti Kenaikkan Harga Pasar

    Energi - 20 April 2026, 20:54

    Pertamax Turbo Naik, Konsumen Berpotensi Pindah ke BBM Bersubsidi, Bahlil: Apa Gak Malu?

    Nasional - 20 April 2026, 16:21

    Komentar
    Additional JS