Bisnis Menantea Bangkrut, Jerome Polin Kecolongan Rp38 Miliar dari Partner yang Jago Nilep Duit - Tribunnews
Kecerdasan Jerome Polin dalam matematika ternyata masih bisa kena tipu rekan bisnisnya yang disebut jago nilep duit.
Ringkasan Berita:
- Jerome Polin mengungkapkan kerugian Rp38 miliar yang dialami bisnis Menantea dipicu manipulasi laporan keuangan berbasis Excel oleh orang kepercayaannya.
- Oknum tersebut diketahui memindahkan dana perusahaan untuk menutupi hutang di tempat lain, yang baru terungkap setelah Jerome melakukan pengecekan mutasi rekening pada 2023.
- Modus penipuan ini tidak hanya menimpa Jerome, tetapi juga berdampak pada bisnis kuliner milik publik figur lain seperti Okin, Edho Zell, hingga mendiang Babe Cabita.
TRIBUNJATENG.COM - Kecerdasan Jerome Polin dalam matematika ternyata bukan jaminan bisa terhindar dari jeratan pelaku kriminal yang jago nilep duit di dunia bisnis.
Pengusaha muda ini baru saja membagikan kisah pahit mengenai kerugian fantastis mencapai Rp38 miliar yang dialami bisnis minumannya, Menantea, akibat manipulasi laporan keuangan yang sangat rapi.
Jerome mengaku sempat terlena laporan berbasis Excel yang terlihat sehat, tanpa menyadari bahwa di balik data tersebut, terdapat oknum yang secara lihai menguras saldo perusahaan untuk kepentingan pribadi.
Baca juga: Kisah di Balik Wafatnya Ayah Jerome Polin, Bermula dari Sakit Perut yang Tiba-tiba Datang
Kkerugian besar dalam sebuah bisnis yang dijalankannya, jumlahnya juga tidak main-main.
Kerugian yang dialami disebut mencapai Rp 38 miliar, angka yang langsung menyita perhatian publik.
Kasus ini pun cepat menjadi perbincangan.
Banyak yang merasa heran, mengingat Jerome selama ini dikenal sebagai figur yang teliti dan rasional.
Informasi yang beredar menyebut, pelaku dalam kasus ini memiliki kemampuan tinggi dalam memanipulasi laporan keuangan.
Modus tersebut membuat kondisi bisnis terlihat sehat dan meyakinkan di atas kertas.
Tak hanya itu, skema bisnis yang disusun juga disebut tampak legal dan menjanjikan.
Situasi inilah yang diduga membuat kepercayaan diberikan sepenuhnya, hingga dana dalam jumlah besar pun digelontorkan.
Peristiwa ini sekaligus jadi pengingat, bahwa bahkan orang dengan latar belakang akademis kuat pun tetap bisa menjadi korban jika lengah dalam mengawasi pengelolaan keuangan.
Seperti diketahui, Menantea bisnis minuman yang sempat dijalankan Jerome mengalami kerugian hingga Rp 38 miliar sebelum akhirnya diputuskan untuk menutup seluruh operasional mulai 25 April 2026.
Banyak yang mempertanyakan bagaimana hal ini bisa terjadi.
Menjawab hal tersebut, Jerome mengakui kesalahan ada pada keputusannya di awal bisnis, terutama karena terlalu percaya dan menyerahkan seluruh pengelolaan keuangan pada satu orang.
"Karena dia ini laporan keuangannya selalu dari Excel, dari Excel kita ngecekin laporan keuangannya," ungkap Jerome dalam perbincangannya di Celloszxz.
Kepercayaan pada laporan berbasis Excel itu ternyata menjadi titik lemah. Jerome mengaku tidak menyadari bahwa data tersebut bisa dimanipulasi.
"Ketahuan, Excel itu bohong. Bisa di edit Excel kan," ujarnya.
Baru pada 2023, kejanggalan mulai terungkap.
Saat itu, Jerome menerima laporan bahwa dana perusahaan telah habis.
Kondisi ini mendorongnya untuk melakukan pengecekan lebih dalam.
Dari situ, ia mulai memeriksa mutasi rekening secara langsung.
Hasilnya, ditemukan perbedaan antara laporan keuangan yang diterima dengan kondisi saldo sebenarnya.
"Kesalahan gua adalah, gua enggak ngecek mutasi," ungkapnya.
Rugi Rp 38 Miliar
Jerome menyebut keuangan Menantea kosong dan diketahui rugi hingga Rp 38 miliar.
"Jadi duit yang dipindahin itu sekitar Rp 38 (Miliar), ada beberapa yang dibalikin untuk bayar operasional," jelas Jerome.
"Total Rp 5-6 miliar yang diambil. Ternyata duitnya itu dipakai buat nutupin lubangnya dia yang lain," ujarnya lagi.
Jerome bahkan menggunakan uang pribadinya untuk melanjutkan operasional Menantea hingga kontrak dengan para Mitra selesai, yaitu di tanggal 25 April 2026 nanti.
"Tapi gua kan invest lagi demi nyelamatin Menantea," kata Jerome.
Kesibukan jadi alasan Jerome
Jerome menyebut kesibukannya dengan bisnis lain saat itu membuat dia mempercayai oknum itu mengelola semuanya di Menantea.
"Saling percaya, bisnis kan saling percaya. Kalau enggak ya ngapain partneran, gua urus sendiri aja finance-nya," ujar Jerome.
"Tapi ya this person itu udah jago banget nilep duit sih menurut aku," sambungnya.
Baca juga: Ayah Jerome Polin Meninggal Dunia, Sempat Kritis di Rumah Sakit
Jerome bukan orang pertama
Setelah mengangkat kerugian yang dialami, Jerome baru kemudian tahu bahwa ternyata korbannya bukan hanya dia, tapi banyak selebgram dan artis lain.
Sebut aja bisnis Ngikan milik Okin yang sempat populer, kemudian Nyapii milik Edho Zell, Sempatin milik mendiang Babe Cabita.
"Lebih parah lagi mereka, bang Okin tuh," kata Jerome.
"Karena mereka itu minority. Kalau di Menantea kan masing-masing 25 persen, si anu 25 persen. Tapi kalau di lain kayak di Ngikan, Nyapii, Sempatin, Nyayap juga kena itu," sambungnya. (*)
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Jerome Polin Ngaku Tertipu Bisnis, Pelaku Diduga Manipulasi Laporan Keuangan, Rp 38 M Lenyap
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20261304_Jerome-Polin-tutup-permanen-Menantea_1.jpg)