BP BUMN Evaluasi Total Operasional Kereta Api, 1.800 Perlintasan Jadi Target Perbaikan - Liputan6
BP BUMN Evaluasi Total Operasional Kereta Api, 1.800 Perlintasan Jadi Target Perbaikan
BP BUMN mengevaluasi menyeluruh operasional kereta api menyusul kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur.
Liputan6.com, Jakarta - Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyampaikan segera mengevaluasi menyeluruh operasional kereta api untuk meningkatkan keamanan bagi pengguna moda transportasi massal itu menyusul kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur.
“Akan segera kami melakukan evaluasi menyeluruh baik itu terhadap operasional daripada kereta api kita dan terutama sekali yang berkaitan dengan keamanan,” ujar Dony ketika ditemui di sela-sela acara Jakarta Globe Insight yang digelar di Jakarta, Selasa.
Ia menyampaikan terdapat kurang lebih 1.800 perlintasan kereta api yang harus ditingkatkan kualitasnya demi mencegah terulangnya kecelakaan kereta api.
Persoalan tersebut juga telah menuai perhatian Presiden Prabowo Subianto yang dicerminkan melalui alokasi anggaran untuk segera memperbaiki seluruh lintasan tersebut, baik melalui pembangunan pos jaga maupun flyover.
Anggaran yang diperlukan diperkirakan mencapai hampir Rp 4 triliun.
Nantinya, lanjut Dony, anggaran untuk perbaikan perlintasan akan dikombinasikan dengan anggaran kereta api dan BUMN yang akan berpartisipasi dalam meningkatkan keamanan pengguna kereta api maupun pengguna jalan raya yang melewati perlintasan.
“Ini menunjukkan perhatian yang serius terhadap mass transportation ini. Dan perlu juga saya sampaikan bahwa Presiden sangat mencintai transportasi umum kereta api ini,” kata Dony.
Kecelakaan Kereta
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5568171/original/000570800_1777350837-2.jpg)
Kecelakaan yang melibatkan kereta api jarak jauh dan kereta api komuter pada Senin (27/4) terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat.
Dalam insiden kecelakaan itu, Kereta Api Argo Bromo menabrak KRL Commuter Line yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur, setelah satu taksi menemper KRL di area perlintasan kereta dekat Bulak Kapal menurut Humas PT Kereta Api Indonesia Daop I Jakarta.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia.