BPJPH Dorong KEK Halal Sidoarjo, Haikal Hasan: Halal Adalah Standar Global Modern - Tribunnews
BPJPH Dorong KEK Halal Sidoarjo, Haikal Hasan: Halal Adalah Standar Global Modern
KEK Halal Sidoarjo diproyeksikan jadi pusat industri halal global. Investor mulai melirik, namun masih menunggu kepastian status dan insentif
Ringkasan Berita:
- BPJPH mendorong percepatan KEK Industri Halal Sidoarjo sebagai strategi menjadikan Indonesia pusat halal global
- Kawasan ini diminati investor internasional, namun masih menunggu kepastian status KEK
- Dengan ekosistem terintegrasi dan target investasi besar, proyek ini dinilai krusial bagi daya saing industri halal nasional
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mendorong percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industri Halal Sidoarjo sebagai bagian dari strategi besar menjadikan Indonesia pusat industri halal dunia.
Di tengah dinamika geopolitik global dan pergeseran rantai pasok, kawasan ini dinilai memiliki peluang besar untuk menarik investasi internasional.
Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menegaskan bahwa konsep halal saat ini telah berkembang menjadi standar global yang mencerminkan kualitas, modernitas, dan daya saing industri.
“Halal adalah gaya hidup. Halal adalah standar mutu. Halal adalah modernisasi. Dan halal Indonesia adalah kontribusi untuk masyarakat dunia,” kata Haikal Hasan, kepada wartawan Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, penguatan ekosistem industri halal, termasuk melalui pengembangan KEK Halal Sidoarjo, menjadi langkah strategis dalam menjawab kebutuhan pasar global yang terus berkembang.
Baca juga: Genjot Investasi di KEK Mandalika NTB, Investor Diberikan Insentif Fiskal
KEK Industri Halal Sidoarjo diproyeksikan menjadi hub baru bagi industri halal global. Kawasan ini menarik minat investor dari berbagai kawasan, mulai dari Asia, Timur Tengah, hingga Amerika Serikat dan Eropa, yang mencari basis produksi dan distribusi di wilayah yang stabil serta memiliki kepastian regulasi.
Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah investor global telah melakukan penjajakan langsung. Namun, sebagian masih bersikap wait and see, menunggu kepastian penetapan status KEK sebagai dasar hukum dan pemberian insentif investasi.
Dengan luas sekitar 796,65 hektare di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, kawasan ini dirancang sebagai ekosistem halal terintegrasi yang mencakup sektor produksi, pengolahan, logistik, hingga distribusi.
Selain manufaktur, KEK ini juga membuka peluang bagi sektor jasa, termasuk keuangan dan layanan pendukung berbasis halal.
Pengembangan kawasan ini diusulkan oleh PT Makmur Berkah Amanda dengan target investasi mencapai Rp97,8 triliun hingga 2054 serta potensi penyerapan tenaga kerja lebih dari 300 ribu orang.
Skala tersebut mencerminkan besarnya kontribusi yang diharapkan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Dukungan terhadap proyek ini juga datang dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Perindustrian,
Dewan Nasional KEK, serta BPJPH, yang memastikan kesiapan dari sisi kebijakan dan implementasi.
Direktur Utama PT Makmur Berkah Amanda Adi Saputra Tedja Surya, menyampaikan bahwa penetapan status KEK akan menjadi faktor kunci dalam mempercepat realisasi investasi.
“Dengan dukungan bahan baku, populasi muslim yang besar, serta sistem sertifikasi halal di bawah BPJPH, Indonesia memiliki fondasi kuat untuk menjadi pusat halal global,” ujarnya.
Haikal Hasan juga menekankan bahwa momentum ini semakin penting menjelang penerapan wajib sertifikasi halal secara nasional pada Oktober 2026. Kebijakan tersebut diperkirakan akan mendorong peningkatan kebutuhan terhadap fasilitas produksi dan rantai pasok halal yang terintegrasi.
Dengan meningkatnya minat investor global dan kesiapan ekosistem yang ada, penetapan KEK Industri Halal Sidoarjo dinilai menjadi langkah krusial agar Indonesia tidak kehilangan momentum dalam persaingan industri halal dunia.
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Menteri-PKP-RI-Maruarar-Sirait-alias-Ara-soal-lahan-di-tanah-abang.jpg)