tirto.id - Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim), Emil Dardak, menyatakan industri manufaktur berkembang pesat di provinsi yang dipimpinnya. Berdasarkan data sepanjang 2025, pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur, paling tinggi adalah sektor manufakturing dengan presentase 31,32%.

"31,32% itu adalah sumbang sih dari sektor industri atau manufaktur. Jadi Jawa Timur ini penyumbang terbesar perekonomian di Jawa Timur adalah sektor manufaktur. Tentu memberikan nilai tambah karena manufaktur punya kemampuan nilai tambah yang tinggi," ucap Emil di Nganjuk, Jatim, Kamis (16/4/2026).

Emil menerangkan secara akumulatif, sektor manufakturing menyerap 3,58% dari jumlah pekerja di Jatim. Dia pun mengakui sektor ini sangat membantu mengeruk pertumbuhan Jatim.

Dia menerangkan ekspor juga menjadi salah satu yang terpenting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Jatim. Provinsi ini, kata Emil, memang melakukan ekspor lebih banyak dibanding impor.

"Tapi tahun ini ekspor kita lebih besar daripada impor. Kita mencatatkan ekspor yang lebih besar daripada impor di 2025. Kita ekspor 1654, dan kita impor 1444. Ini adalah angka yang mengembirakan untuk yang luar negeri tadi," kata Emil.

Nilai ekspor yang tercatat sepanjang 2025, kata Emil, mencapai USD30,4 miliar. Ekspor dilakukan di sektor non-migas, seperti perhiasan, bahan kimia, kayu, kertas, lemak dan minyak hewan, serta ikan.

"Kami mengekspor non-migas, ada ke Tiongkok, Amerika Serikat, ada juga ke Swiss. Padahal tahun lalu mungkin juga ada degdegan juga karena penerapan trade war ya. Total ekspor non-migas kita naik 16, 18, 17 persen. Baik itu perhiasan, tembaga, lemak dan minyak hewan abadi, kayu, bahan dari kayu, ikan, dan lain sebagainya," tutur Emil.