BPK Temukan Ratusan Masalah Pengelolaan Keuangan Negara, Pangan hingga Kesehatan - Liputan6
BPK Temukan Ratusan Masalah Pengelolaan Keuangan Negara, Pangan hingga Kesehatan
Liputan6.com, Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap ratusan permasalahan dalam pengelolaan keuangan negara yang mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari pangan hingga kesehatan.
Dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2025, dikutip Jumat (24/4/2026), BPK merangkum hasil dari 685 laporan pemeriksaan di pemerintah pusat, daerah, hingga BUMN dan BUMD.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa persoalan tidak hanya terjadi pada satu sektor, melainkan tersebar luas di berbagai bidang pembangunan nasional.
Beberapa sektor yang menjadi sorotan antara lain ketahanan pangan, layanan kesehatan, pendidikan, energi, hingga pengelolaan lingkungan hidup.
BPK menilai, berbagai permasalahan ini berkaitan dengan lemahnya perencanaan, pengawasan, serta koordinasi antar lembaga.
Pangan dan Kesehatan Jadi Sorotan
Dalam sektor pangan, BPK menemukan masih adanya persoalan dalam sistem data, perencanaan produksi, hingga kebijakan harga dan distribusi.
Hal ini berdampak pada efektivitas program ketahanan pangan nasional yang belum optimal.
Sementara di sektor kesehatan, BPK menyoroti pengelolaan jaminan kesehatan nasional, layanan rumah sakit daerah, hingga sistem informasi kesehatan yang belum terintegrasi dengan baik.
Permasalahan tersebut dinilai berpotensi menghambat kualitas pelayanan publik, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil dan tertinggal.
Perlu Perbaikan Menyeluruh
BPK menegaskan, temuan ini menjadi sinyal perlunya perbaikan menyeluruh dalam tata kelola keuangan negara.
Tidak hanya dari sisi anggaran, tetapi juga dalam perencanaan program, pelaksanaan kebijakan, hingga pengawasan.
Dengan banyaknya sektor yang terdampak, pemerintah didorong untuk mempercepat reformasi birokrasi dan meningkatkan efektivitas kebijakan.
Langkah ini dinilai penting agar pengelolaan keuangan negara benar-benar mampu mendukung kesejahteraan masyarakat secara luas.