0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Harga Sarung Tangan Medis Melejit, Jadi Barang Langka di Pasar Asia Gegara Perang Iran - Tribunnews

    2 min read

     

    Harga Sarung Tangan Medis Melejit, Jadi Barang Langka di Pasar Asia Gegara Perang Iran

    Harga sarung tangan medis melonjak hingga 40 persen akibat perang Iran. Pasokan terganggu, layanan kesehatan di Asia terancam terdampak.

    Langkah ini menunjukkan adanya kekhawatiran bahwa kelangkaan bisa memicu perilaku “berebut” pasokan, meskipun kondisi belum sampai pada tahap krisis ekstrem seperti saat pandemi Covid-19.

    Sementara itu, Singapura juga meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan rantai pasok global, mengingat ketergantungannya pada impor bahan baku dan produk medis.

    Meski demikian, situasi saat ini lebih tepat disebut sebagai fase awal tekanan pasokan, bukan perebutan massal secara terbuka.

    Negara-negara di Asia masih berupaya mengendalikan situasi melalui kebijakan pembatasan pembelian, distribusi cadangan, serta pengawasan harga untuk mencegah kepanikan pasar.

    Perang Iran Jadi Pemicu

    Krisis ini tidak lepas dari terganggunya distribusi minyak dan naphtha, produk turunan minyak mentah asal  Teluk Persia yang digunakan dalam produksi plastik dan bahan petrokimia.

    Naphtha merupakan bahan baku penting dalam pembuatan berbagai produk, mulai dari cat, poliester, hingga komponen otomotif.

    Harga komoditas ini melonjak ke level tertinggi akibat terganggunya distribusi energi global, terutama setelah penutupan efektif Selat Hormuz, yang biasanya dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.

    Terganggunya jalur vital seperti Selat Hormuz membuat distribusi energi global tersendat, yang kemudian berdampak langsung pada industri manufaktur alat kesehatan di Asia.

    Para analis memperingatkan bahwa meskipun ada potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, dampak gangguan rantai pasok dan tekanan inflasi bisa bertahan berbulan-bulan setelah konflik berakhir.

    Namun, pengalaman pandemi COVID-19 membuat rumah sakit dan produsen sarung tangan kini memiliki persediaan cadangan untuk beberapa bulan, sehingga dapat meredam dampak jangka pendek.

    (Tribunnews.com / Namira)


    Komentar
    Additional JS