Indonesia Minggir Dahulu, Ini 25 Negara Paling Sopan di Dunia 2026 - Beritasatu
Jakarta, Beritasatu.com - Sopan santun menjadi bahasa universal yang melampaui batas negara dan budaya. Dari sapaan hangat di kedai kopi hingga senyum sederhana di jalan, tindakan kecil ini memiliki dampak besar, terutama bagi mereka yang tinggal atau berkunjung ke negara asing.
Dalam kehidupan global yang semakin terhubung, persepsi tentang masyarakat yang sopan menjadi faktor penting dalam membangun kenyamanan dan hubungan antarindividu.
Untuk mengetahui negara mana yang paling sopan di dunia, penyedia layanan keuangan Remitly pada Maret 2026 melakukan survei terhadap lebih dari 4.600 responden dari 26 negara. Para responden diminta menyebutkan negara yang menurut pengalaman mereka dihuni oleh orang-orang paling sopan.
Selain itu, responden juga diminta menilai tingkat kesopanan diri mereka sendiri. Tujuannya adalah untuk membandingkan persepsi global dengan penilaian personal terkait sikap sopan dalam kehidupan sehari-hari.
Jepang menempati posisi pertama dengan dominasi yang sangat kuat. Sebanyak 35,15% responden global memilih Jepang sebagai negara paling sopan di dunia. Angka ini bahkan lebih dari dua kali lipat dibandingkan Kanada yang berada di posisi kedua.
Menurut Remitly, kesopanan di Jepang bukan sekadar kebiasaan sosial, melainkan bagian penting dari struktur budaya yang telah mengakar kuat. Tradisi membungkuk, misalnya, tidak hanya digunakan sebagai bentuk salam, tetapi juga sebagai simbol penghormatan.
Bahasa Jepang juga memiliki sistem honorifik dan tingkatan kesantunan yang kompleks. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menghargai orang lain dalam setiap interaksi, baik formal maupun informal.
Kanada berada di posisi kedua dengan perolehan 13,35%. Negara ini tidak hanya dikenal sopan, tetapi juga dinilai sebagai negara dengan masyarakat paling ramah berdasarkan survei yang sama.
Sementara itu, Inggris menempati peringkat ketiga dengan 6,23%. Reputasi sebagai bangsa yang menjunjung tinggi tata krama dan kesantunan masih melekat kuat pada negara ini.
Ketiga negara ini menjadi representasi kuat bagaimana budaya dan kebiasaan sosial berperan dalam membentuk persepsi global terhadap sikap sopan.
Salah satu temuan menarik dari survei ini adalah adanya perbedaan antara persepsi global dan penilaian diri. Brasil dan Chili, misalnya, tercatat sebagai negara dengan tingkat kepercayaan diri tinggi terhadap kesopanan masyarakatnya.
Namun demikian, dalam persepsi global, kedua negara tersebut berada di posisi tengah. Hal ini menunjukkan bahwa pandangan terhadap sikap sopan bisa berbeda antara pengalaman internal dan penilaian dari luar.
Daftar 25 Negara Paling Sopan di Dunia
Berikut daftar lengkap 25 negara paling sopan di dunia berdasarkan hasil survei Remitly 2026:
- Jepang: 35,15%
- Kanada: 13,35%
- Inggris: 6,23%
- Tiongkok: 3,07%
- Jerman: 2,80%
- Filipina: 2,30%
- Swedia: 2,26%
- Denmark: 2,07%
- Finlandia: 1,92%
- Afrika Selatan: 1,82%
- Australia: 1,73%
- Swiss: 1,73%
- Amerika Serikat: 1,57%
- India: 1,53%
- Irlandia: 1,46%
- Selandia Baru: 1,36%
- Norwegia: 1,23%
- Belanda: 1,21%
- Thailand: 1,15%
- Prancis: 1,15%
- Brasil: 1,13%
- Spanyol: 1,11%
- Belgia: 1,04%
- Italia: 1,02%
- Austria: 0,96%
Perlu dipahami bahwa daftar ini tidak mengukur tingkat kekasaran suatu negara. Posisi yang lebih rendah bukan berarti negara tersebut dianggap tidak sopan, melainkan hanya menunjukkan seberapa sering negara tersebut diasosiasikan dengan kesopanan oleh responden.
Hasil survei ini menegaskan bahwa sikap sopan tidak hanya dipengaruhi oleh budaya lokal, tetapi juga oleh bagaimana perilaku tersebut dirasakan oleh orang dari berbagai latar belakang.
Kesopanan menjadi elemen penting dalam interaksi lintas budaya. Negara-negara yang menempatkan rasa hormat, empati, dan tata krama sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari cenderung mendapatkan penilaian lebih tinggi di mata dunia.
Daftar negara paling sopan di dunia ini menunjukkan bahwa nilai sopan santun tetap menjadi aspek penting dalam membangun citra positif suatu bangsa. Jepang, Kanada, dan Inggris menjadi contoh kuat bagaimana budaya dapat membentuk perilaku masyarakat yang dihargai secara global.
Pada akhirnya, sopan bukan hanya tentang aturan sosial, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menghargai orang lain dalam setiap interaksi. Dengan memahami hal ini, setiap individu dapat berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan harmonis di mana pun berada.