0
News
    Home Berita Featured Makan Bergizi Gratis SMKN 8 Semarang Spesial SPPG

    Insiden Tikus Muncul di Boks MBG SMKN 8 Semarang, SPPG Mugassari Klaim Itu Terjadi Saat Loading di Sekolah - Radar Magelang

    8 min read

     

    Insiden Tikus Muncul di Boks MBG SMKN 8 Semarang, SPPG Mugassari Klaim Itu Terjadi Saat Loading di Sekolah

    Insiden temuan tikus hidup yang menghebohkan siswa SMKN 8 Semarang, Selasa (31/3/2026) mendapat respon dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (ISTIMEWA)

     

    RADARMAGELANG.ID, Semarang- Insiden temuan tikus hidup yang menghebohkan siswa SMKN 8 Semarang, Selasa (31/3/2026) mendapat respon dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

    Ketua Tim Percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Tengah Hanung Triyono menyatakan, tentang penemuan tikus itu, dirinya telah menerima laporan dari SPPG Mugassari.

    Ia menegaskan, temuan tikus itu bukan di dalam ompreng, melainkan di dalam boks kontainer. 

    "Komplain yang masuk ke Asisten Lapangan kami bukan penemuan tikus di ompreng melainkan di dalam boks," katanya sebagaimana laporan SPPG, Rabu (1/4/2026). 

    Atas kejadian itu, lanjutnya, SPPG segera menindaklanjuti dengan menarik paket MBG 1 boks kontainer berisi 35 pax ompreng.

    Tak hanya itu, mereka juga menggantinya dengan yang baru.

    "Komplain sudah ditindaklanjuti dengan menarik paket MBG 1 boks kontainer berisi 35 pax ompreng dan menggantinya dengan yang baru," jelasnya. 

    Hanung sebagaimana laporan menduga, penemuan tikus hidup kecil kemungkinan atau dapat dikatakan mustahil apabila didalam ompreng. Sebab, ompreng langsung ditutup dan ditali.

    Analisanya, kemungkinan tikus masuk di dalam boks kontainer saat loading di sekolah.

    Pasalnya, tempat loading berada di luar ruangan.

    Selain itu, ada ada jeda antara loading dan pendistribusian ke murid dengan waktu sekitar satu jam.

    "Kemungkinan ini diperkuat dengan pernyataan dari driver dan co driver kami, karena selama proses pengiriman boks diangkat satu per satu dan tidak terlihat adanya gerakan di dalam boks," urainya menjelaskan laporan dari SPPG.

    Dirinya juga menjabarkan alur distribusi MBG ke sekolah-sekolah.

    Sebelum diporsi, ompreng diambil dari tempat penyimpanan yang steril dan tertutup pintu rapat.

    Pemorsian dilaksanakan sesuai juru teknis (juknis) dengan menggunakan APD lengkap.

    Ompreng ditutup satu per satu dan disusun sebanyak tujuh ompreng sebelum dimasukkan ke dalam boks.

    Dalam satu boks berisi 35 ompreng MBG.

    Kondisi ruang pemorsian juga streril, tertutup rapat dengan tiga pintu masuk yang selalu tertutup.

    Terdapat satu pendingin ruangan 2 PK.

    Untuk ruang loading barang terdapat persis berada di dekat pintu luar steril dengan dua pintu tertutup rapat.

    "Semua ruangan tertutup maupun tidak sudah dilengkapi dengan jebakan tikus dan pengusir serangga, dikarenakan kita sudah bekerja sama dengan pets kontrol yaitu eco care," tandasnya. 

    Sedangkan ketika pendistribusian ompreng di SMKN 8 Semarang berada di luar ruangan di depan ruang guru, terdapat sedikit taman dan tanaman di dalam pot. 

    Agar tak terulang, pihak SPPG sudah mengimbau untuk loading barang di sekolah harus di atas meja.

    Namun hal itu belum dapat direalisasikan dengan alasan jumlah meja tidak cukup, dikarenakan jumlah boks kontainer terlalu banyak, yaitu sejumlah 1.380 penerima manfaat (39 boks kontainer). 

    Tindak lanjut lainnya, kata dia, SPPG bersedia koordinasi dan meninjau CCTV untuk mengecek kebenaran.

    Ke depan, ia mengimbau untuk mengamati pola pengambilan dan distribusi siswa di sekolah. (ifa/aro)

    Komentar
    Additional JS