0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Hizbullah Israel Konflik Timur Tengah Lebanon Spesial TNI UNIFIL

    Israel Lempar Tuduhan ke Hizbullah soal Prajurit TNI UNIFIL Gugur di Lebanon - Viva

    5 min read

     

    Israel Lempar Tuduhan ke Hizbullah soal Prajurit TNI UNIFIL Gugur di Lebanon

    VIVA – Wakil Tetap Israel untuk PBBDanny Danon menyalahkan Hizbullah dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB di New York, Selasa, 31 Maret 2026, menyusul insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI yang bertugas dalam misi UNIFIL di Lebanon.

    Dalam forum internasional tersebut, Danon menuding Hizbullah sebagai pihak yang bertanggung jawab atas ledakan dan penembakan di sekitar posisi UNIFIL di Lebanon selatan. Ia juga menegaskan bahwa pasukan Israel tidak terlibat dalam insiden tersebut.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    "Mengenai serangan yang terjadi kemarin, 30 Maret, kami dapat mengonfirmasi hari ini bahwa pasukan UNIFIL terkena alat peledak Hizbullah dalam insiden di dekat Bani Hayan," kata Danon dalam pertemuan darurat itu, yang dilansir dari UN TV

    "Selain itu, penembakan posisi UNIFIL di dekat Adshid al-Qasr pada 29 Maret, di mana pasukan penjaga perdamaian UNIFIL tewas secara tragis, dilakukan oleh Hizbullah," tuduh Danon.

    Danon mengaku pasukan Israel (IDF) tidak menembak di dekat posisi tersebut. "Situasinya kompleks. Situasinya berubah dengan cepat dan berbahaya. Tetapi satu hal yang sangat jelas. Ini tidak terjadi begitu saja. Israel tidak memilih konflik ini," klaimnya

    Dalam pernyataannya, Danon juga mengaitkan serangkaian serangan roket, rudal, dan drone ke wilayah Israel sebagai bagian dari pola serangan Hizbullah yang menurutnya berasal dari wilayah selatan Sungai Litani. Ia menilai situasi tersebut berdampak langsung pada warga sipil Israel yang harus kembali mengungsi.

    Ia menyebutkan Hizbullah telah melakukan serangan terkoordinasi terhadap warga sipil Israel, bertindak ke arah Iran. Lebih dari 5.000 roket, rudal, dan drone telah ditembakkan ke rakyat Israel.

    "Banyak dari serangan ini diluncurkan dari daerah di selatan Sungai Litani. Anda tahu konsekuensinya. Orang-orang harus bersembunyi, pergi ke tempat penampungan," jelas Danon. Komunitas yang sama yang harus mengungsi selama lebih dari 18 bulan melakukannya lagi. Menurutnya ini adalah pelanggaran Resolusi 1701 dan 1559.

    Dia kemudian terus berkicau sambil menuduh Hizbullah tertanam kuat di seluruh Lebanon selatan. Mereka dinilai beroperasi dari desa-desa. Mereka melancarkan serangan dari daerah sipil. Mereka memposisikan diri dekat dengan pasukan UNIFIL.

    Menurut Danon, situasi ini bukan kebetulan, ini adalah strategi yang disengaja. Mereka memilih di mana akan menempatkan peluncur rudal. Salah satunya, Hizbullah menempatkan UNIFIL di garis tembak berbahaya di zona pertempuran aktif.

    3 Prajurit TNI Gugur

    Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) pada Senin (waktu setempat) mengonfirmasi dua penjaga perdamaiannya tewas dan dua lainnya terluka setelah ledakan yang belum diketahui asalnya menghantam kendaraan mereka di Lebanon selatan. 

    Dalam pernyataan resminya, UNIFIL menyebut insiden terjadi di dekat Bani Hayyan, Lebanon selatan. Dua penjaga perdamaian tewas, satu mengalami luka parah, dan satu lainnya terluka. 

    Ini menjadi insiden fatal kedua yang melibatkan personel misi dalam 24 jam terakhir. UNIFIL menegaskan bahwa tidak seorang pun seharusnya kehilangan nyawa saat menjalankan tugas perdamaian. 

    "Dua penjaga perdamaian UNIFIL tewas secara tragis di Lebanon selatan hari ini, ketika ledakan yang tidak diketahui asalnya menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan. Penjaga perdamaian ketiga mengalami luka parah, dan yang keempat juga terluka. Ini adalah insiden fatal kedua dalam 24 jam terakhir. Kami menegaskan kembali bahwa tidak seorang pun seharusnya meninggal saat melayani tujuan perdamaian," bunyi pernyataan tersebut. 

    “Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kami kepada keluarga, teman, dan kolega dari para penjaga perdamaian pemberani yang telah mengorbankan nyawa mereka demi perdamaian,” tambah pernyataan itu. 

    Misi tersebut menyatakan penyelidikan telah diluncurkan untuk mengetahui penyebab ledakan serta berharap para korban luka dapat segera pulih. 

    UNIFIL kembali menekankan pentingnya semua pihak mematuhi hukum internasional serta menjamin keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB. Disebutkan pula bahwa serangan yang disengaja terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat hukum humaniter internasional dan melanggar kewajiban berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, yang berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang. 

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    "Harga manusia dari konflik ini terlalu tinggi. Kekerasan, seperti yang telah kami katakan sebelumnya, harus diakhiri,” lanjut pernyataan itu. 

    Insiden ini terjadi tak lama setelah seorang penjaga perdamaian PBB tewas dan satu lainnya luka parah akibat proyektil yang menghantam posisi UNIFIL di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan. UNIFIL menyebut asal proyektil tersebut masih belum diketahui dan penyelidikan juga tengah dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian.


    Komentar
    Additional JS