Jepang Cabut Larangan Ekspor Senjata, Bisa Jual Kapal Selam ke Indonesia - Republika
Jepang Cabut Larangan Ekspor Senjata, Bisa Jual Kapal Selam ke Indonesia
Kabinet Sepang dapat menjual senjata nonmematikan ke 17 negara, termasuk Indonesia.
BPMI Setpres Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi.
REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Kebijakan pemerintah Jepang berubah total pada Selasa. (20/4/2026), setelah mencabut aturan larangan ekspor senjata. Dikutip dari First Post, kebijakan itu membuka jalan bagi penjualan pesawat tempur, rudal, dan kapal perang ke luar negeri.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan setelah Kabinet menyetujui perubahan tersebut, Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi mengatakan, tidak ada negara yang dapat menjamin perdamaian dan keamanannya sendiri. Dia menegaskan, negara-negara semakin membutuhkan mitra yang dapat saling mendukung, termasuk melalui peralatan pertahanan.
Sponsored
Financial Review melaporkan, dalam revisi terbaru, Tokyo telah menghapus aturan yang membatasi ekspor ke kategori nontempur, seperti penyelamatan dan transportasi, dan memperkenalkan kerangka kerja yang membedakan antara "senjata" dan "nonsenjata". Hal itu berdasarkan tingkat mematikannya.
Ekspor peralatan nonmematikan, termasuk sistem radar atau lensa optik, akan menikmati lebih sedikit pembatasan, dan senjata seperti kapal perusak dan rudal dapat dijual ke 17 negara yang telah menandatangani perjanjian dengan Jepang. Hal itu berarti perusahaan Jepang dapat menjual fregat canggih ke Filipina atau kapal selam ke Indonesia.
Halaman 2 / 2
Takaichi mengatakan, aturan baru tersebut akan memungkinkan "semua peralatan pertahanan" untuk dijual ke luar negeri. Sedangkan kerangka kerja sebelumnya hanya mengizinkan ekspor peralatan dan teknologi nontempur dari lima kategori nontempur yaitu penyelamatan, transportasi, peringatan, pengawasan, dan penyapuan ranjau.
Dalam sebuah pernyataan yang tampaknya merujuk pada China, Takaichi mengatakan, aturan tersebut telah diubah karena lingkungan keamanan Jepang telah menjadi "semakin parah". Hal itu menandai penyimpangan terbaru dan paling signifikan dari sikap pasifis Jepang pasca-Perang Dunia II.
Hal itu terjadi di saat China semakin agresif terhadap Jepang, meningkatkan pembalasan ekonomi. Sebelumnya, pernyataan Takaichi yang berkomitmen untuk membela Taiwan memicu kemarahan pemerintah China.
arrow_forward_ios
Baca selengkapnya
00:00
00:03
01:26
Berita Terkait
China Geram Jepang Revisi Senjata, Bisa Ekspor Alutsista ke-17 Negara
Internasional - 7 jam yang lalu
Daftar 17 Negara Mitra, Termasuk Indonesia yang Bisa Beli Alutsista dari Jepang
Internasional - 11 jam yang lalu
Jepang Pasang Rudal di Pulau Yonaguni, China: Langkah Ini Berbahaya
Internasional - 24 November 2025, 19:33
Sanae Takaichi, Calon PM Perempuan Jepang Pertama Gantikan Shigeru Ishiba
Internasional - 04 October 2025, 15:37
Mantan Menhan Shigeru Ishiba akan Jadi Perdana Menteri Jepang
Internasional - 27 September 2024, 17:47