Kapal RI Tertahan di Selat Hormuz, Menlu Sugiono: Makin Kompleks karena Situasi Internal Iran - Republika
Kapal RI Tertahan di Selat Hormuz, Menlu Sugiono: Makin Kompleks karena Situasi Internal Iran
Kemenlu akan terus berupaya meloloskan dua kapal Pertamina.
Bakom RI Menteri Luar Negeri RI Sugiono saat menyampaikan pernyataan terkait gugurnya TNI di Lebanon dalam konferensi pers di Tokyo, Senin (30/3/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan negosiasi perjalanan dua kapal Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz masih terus berlangsung. Situasi menjadi semakin kompleks karena situasi internal dalam negeri di Iran.
Kemenlu terus melakukan pembicaraan untuk meloloskan dua kapal Pertamina yang mengangkut dua juta barel minyak mentah itu.
Sponsored
"Permasalahannya menjadi semakin kompleks dengan situasi internal yang terjadi di Iran sendiri. Karena kadang-kadang apa yang menjadi policy dari atas itu tidak serta-merta bisa diimplementasikan di lapangannya. Itu yang sedang dicari penyelesaiannya seperti apa," ujar Menlu.
Tidak hanya itu, terdapat juga perkembangan terkait dengan syarat untuk dapat melintasi Selat Hormuz yang masih dinegosiasikan. Pertemuan diinisiasi Inggris dan Prancis dengan lebih 20 negara pekan ini untuk mengembangkan strategi terkoordinasi guna membuka kembali Selat Hormuz yang sangat vital untuk pelayaran.
"Jadi, saya mewakili Bapak Presiden hadir secara daring di rapat tersebut. Yang intinya, pertama bahwa negara-negara yang ikut di dalam konferensi tersebut menolak segala jenis pemungutan fee atau tol yang bagi kapal-kapal yang lewat di Hormuz. Karena hal tersebut bertentangan dengan apa yang dikenal dengan freedom of navigation," katanya.
Halaman 2 / 2
Di sisi lain, negara peserta juga mendukung berbagai upaya diplomatis dan negosiasi politik untuk menyelesaikan ketegangan di Selat Hormuz.
Terdapat juga rencana untuk menempatkan proteksi terhadap kapal-kapal yang melalui Selat Hormuz yang sesuai dengan hukum internasional atau melalui mandat dari PBB. "Tapi, tentu saja ini masih dalam pembicaraan yang lebih lanjut," tambah Sugiono.
Pjs. Corporate Secretary PIS Vega Pita sebelumnya menyampaikan, perusahaan terus memantau perkembangan secara saksama serta melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk kementerian dan otoritas berwenang. Di saat yang sama, PIS juga menyiapkan perencanaan pelayaran (passage plan) yang mengedepankan aspek keselamatan.
“Prioritas utama perusahaan adalah keselamatan seluruh awak kapal, keamanan kapal, serta muatannya,” ujar Vega dalam keterangan resmi, Sabtu (19/4).
Ia menambahkan, PIS berharap kondisi di jalur strategis tersebut segera membaik agar kedua kapal dapat melanjutkan pelayaran dengan aman.
Situasi di Selat Hormuz kembali menjadi sorotan setelah pemerintah Iran sebelumnya sempat membuka akses pelayaran di jalur tersebut di tengah ketegangan kawasan. Namun, menurut laporan Reuters, kondisi di lapangan tetap berfluktuasi akibat faktor keamanan dan geopolitik yang belum sepenuhnya stabil.
Reuters melaporkan, meskipun tidak ada penutupan resmi dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah operator pelayaran dan perusahaan energi global masih bersikap hati-hati. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya risiko keamanan, termasuk potensi gangguan terhadap kapal komersial yang melintas di salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia tersebut.
Selat Hormuz sendiri merupakan choke point strategis yang menghubungkan Teluk Arab dengan pasar global. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati jalur ini, sehingga setiap gangguan langsung berdampak pada rantai pasok energi global.
Di tengah kondisi tersebut, langkah PIS untuk menahan pelayaran dinilai sebagai bentuk mitigasi risiko yang mengedepankan prinsip kehati-hatian. Perusahaan memastikan seluruh keputusan operasional mempertimbangkan perkembangan terkini di lapangan serta rekomendasi otoritas terkait.
Dengan situasi yang masih dinamis, pelaku industri pelayaran global, termasuk PIS, kini memilih menunggu kepastian kondisi keamanan sebelum melanjutkan aktivitas lintas Selat Hormuz.
sumber : Antara
arrow_forward_ios
Baca selengkapnya
00:00
00:07
01:16
Berita Terkait
26 Kapal Iran Dilaporkan Bobol Bokade AS di Selat Hormuz, Pentagon Berang
Internasional - 7 menit yang lalu
Iran Menolak Perpanjangan Gencatan Senjata Trump, Tetap Tutup Selat Hormuz
Internasional - 5 jam yang lalu
Gejolak Hormuz Jadi Lonceng Kematian Ekonomi Modern, ini Rahasia Bertahan saat Timur Tengah Membara
Kalam - 10 jam yang lalu
Dopamin Kiamat: Mengapa Kita Lebih Suka Bahas Dajjal Daripada Strategi Perang?
Kalam - 15 jam yang lalu
Kapal Tanker Iran Abaikan CENTCOM, Berhasil Tembus Blokade dan Sampai di Teluk Persia
Internasional - 21 April 2026, 20:02