Konsumsi Minyakita Melejit Gara-Gara Harga Plastik Naik, Kok Bisa? - Republika
Konsumsi Minyakita Melejit Gara-Gara Harga Plastik Naik, Kok Bisa?
Peralihan dari minyak curah picu peningkatan kebutuhan Minyakita di pasar.
Rep: Frederikus Dominggus Bata
Republika/Prayogi Pekerja menata kardus berisi minyak goreng MinyaKita di salah satu mitra pengemasan MinyaKita di Cakung, Jakarta.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menemukan lonjakan konsumsi Minyakita saat meninjau Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026). Menurut dia, peningkatan permintaan ini dipicu kenaikan harga plastik yang mendorong peralihan konsumsi dari minyak curah. Ia bersama jajaran Bulog, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jakarta Selatan, serta Perumda Pasar Jaya melakukan inspeksi untuk memastikan harga dan pasokan pangan tetap terjaga di tingkat pasar.
“Kenaikan harga plastik membuat minyak curah ikut terdampak. Konsumen beralih ke Minyakita sehingga kebutuhannya meningkat,” kata Rizal.
Ia menilai lonjakan permintaan tersebut membuat ketersediaan Minyakita di pasar perlu segera ditambah agar tidak memicu tekanan harga di tingkat konsumen. Oleh karena itu, Bulog telah mengajukan tambahan kuota Minyakita ke Kementerian Perdagangan untuk memenuhi kebutuhan nasional, khususnya di pasar tradisional dan jaringan Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SP2KP).
“Setelah Ramadhan dan Idul Fitri selesai, distribusi kita dorong kembali ke pasar SP2KP,” ujar Rizal.
Penguatan distribusi ini dilakukan setelah sebelumnya pasokan Minyakita diprioritaskan untuk program bantuan pangan selama Ramadhan dan Idul Fitri sehingga suplai di pasar sempat berkurang.
Dalam sidak tersebut, Bulog juga mencatat harga beras dan minyak goreng masih berada di level harga eceran tertinggi (HET). Stok beras nasional bahkan menunjukkan peningkatan signifikan seiring tingginya serapan tahun ini.
“Stok Bulog saat ini sekitar 4,75 juta ton. Serapan sudah di atas 1,96 juta ton atau sekitar 49,2 persen,” tutur Rizal.
Ia menambahkan mayoritas komoditas pangan lain seperti telur dan bawang berada dalam kondisi stabil. Harga telur ayam negeri tercatat sekitar Rp 30 ribu per kilogram, telur ayam kampung Rp 3.000 per butir, dan telur bebek Rp 3.500 per butir.
Bulog juga mencermati kenaikan harga daging sapi yang bergerak dari Rp 140 ribu menjadi Rp 150 ribu per kilogram, dipicu penahanan pasokan menjelang Idul Adha.
Koordinasi dengan BUMN pangan akan dilakukan untuk menambah pasokan daging beku ke pasar guna menekan harga kembali ke level acuan. Bulog memastikan akan terus memantau perkembangan harga dan pasokan pangan melalui sidak rutin di berbagai pasar guna menjaga stabilitas.
Halaman 2 / 2
Sementara itu, Perum Bulog mengusulkan kenaikan kewajiban domestic market obligation (DMO) minyak goreng dari 35 persen menjadi 65 persen untuk memperkuat pasokan dalam negeri. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan usulan tersebut telah diajukan ke Kementerian Perdagangan.
Ia menjelaskan peningkatan porsi DMO diperlukan untuk memenuhi kebutuhan distribusi ke pasar sekaligus mendukung program bantuan pangan pemerintah yang menjangkau puluhan juta penerima manfaat.
“Kalau nanti dinaikkan jadi 65 persen, pasokan bisa meningkat menjadi sekitar 60 ribu sampai 70 ribu kiloliter per bulan,” kata Rizal saat meninjau Pasar Grogol, Jakarta Barat, Selasa (14/4/2026).
Dalam skema saat ini, DMO sebesar 35 persen dibagi ke tiga entitas, yakni Bulog, ID Food, dan Agrinas Palma. Dari total tersebut, Bulog memperoleh porsi terbesar.
Rizal merinci, dari porsi yang diterima, Bulog saat ini memperoleh sekitar 40 ribu hingga 45 ribu kiloliter minyak goreng per bulan.
“Dari porsi yang ada, Bulog menerima sekitar 40 ribu sampai 45 ribu kiloliter per bulan. Jika DMO dinaikkan, volumenya bisa meningkat signifikan,” ujarnya.
Rizal menambahkan komposisi pembagian tetap dijaga agar tidak membebani satu pihak. Bulog tetap memperoleh porsi utama guna menjaga keseimbangan peran antar-BUMN pangan.
Kenaikan DMO diharapkan dapat memperkuat pasokan di pasar sekaligus menjaga kelancaran program bantuan pangan. Kebutuhan minyak goreng meningkat seiring penugasan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga.
Untuk mengantisipasi potensi kelangkaan dan lonjakan harga, Bulog juga telah menginstruksikan pelaksanaan operasi pasar sejak dini saat muncul indikasi kenaikan harga.
“Jika ada indikasi kenaikan harga atau kelangkaan, saya sudah instruksikan seluruh pimpinan wilayah dan cabang untuk segera melakukan operasi pasar,” ucap Rizal.
Di sisi lain, Bulog masih menunggu keputusan pemerintah terkait usulan tersebut. Proses pengajuan dilakukan melalui Kementerian Perdagangan dengan dukungan kementerian dan lembaga terkait.
“Keputusan ada di pemerintah, kami saat ini menunggu kebijakan dari Kementerian Perdagangan,” kata Rizal.
Pemantauan di lapangan menunjukkan harga minyak goreng Minyakita masih berada di kisaran Rp 15.700 per liter dengan ketersediaan yang mulai meningkat. Pemerintah bersama Bulog terus memperkuat distribusi agar pasokan merata hingga ke berbagai daerah.
00:00
00:00
01:27
Berita Terkait
Kasus Minyakita Ilegal Terbongkar, Minyak Curah Dikemas Ulang
Inpicture - 5 jam yang lalu
Bapanas Jamin Kenaikan BBM Non-Subsidi tak Ganggu Harga Pangan
Pertanian - 20 April 2026, 19:24
Bulog Pastikan Harga Minyakita Stabil, Stok Aman di Pasaran
Bisnis - 18 April 2026, 12:00
Pasokan Bahan Baku Industri Plastik Terganggu Perang, Menperin Kumpulkan Pengusaha
Bisnis - 17 April 2026, 16:57
Terimbas Kelangkaan Plastik, Mendag: Harga Minyakita Sedikit Naik
Bisnis - 16 April 2026, 19:53