0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured MinyaKita Plastik Spesial

    Konsumsi Minyakita Melejit Gara-Gara Harga Plastik Naik, Kok Bisa? - Republika

    9 min read

     

    Konsumsi Minyakita Melejit Gara-Gara Harga Plastik Naik, Kok Bisa?

    Peralihan dari minyak curah picu peningkatan kebutuhan Minyakita di pasar.

    Rep: Frederikus Dominggus Bata

    Republika/Prayogi Pekerja menata kardus berisi minyak goreng MinyaKita di salah satu mitra pengemasan MinyaKita di Cakung, Jakarta.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menemukan lonjakan konsumsi Minyakita saat meninjau Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026). Menurut dia, peningkatan permintaan ini dipicu kenaikan harga plastik yang mendorong peralihan konsumsi dari minyak curah. Ia bersama jajaran Bulog, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jakarta Selatan, serta Perumda Pasar Jaya melakukan inspeksi untuk memastikan harga dan pasokan pangan tetap terjaga di tingkat pasar.

    “Kenaikan harga plastik membuat minyak curah ikut terdampak. Konsumen beralih ke Minyakita sehingga kebutuhannya meningkat,” kata Rizal.

    Ia menilai lonjakan permintaan tersebut membuat ketersediaan Minyakita di pasar perlu segera ditambah agar tidak memicu tekanan harga di tingkat konsumen. Oleh karena itu, Bulog telah mengajukan tambahan kuota Minyakita ke Kementerian Perdagangan untuk memenuhi kebutuhan nasional, khususnya di pasar tradisional dan jaringan Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SP2KP).

    “Setelah Ramadhan dan Idul Fitri selesai, distribusi kita dorong kembali ke pasar SP2KP,” ujar Rizal.

    Penguatan distribusi ini dilakukan setelah sebelumnya pasokan Minyakita diprioritaskan untuk program bantuan pangan selama Ramadhan dan Idul Fitri sehingga suplai di pasar sempat berkurang.

    Dalam sidak tersebut, Bulog juga mencatat harga beras dan minyak goreng masih berada di level harga eceran tertinggi (HET). Stok beras nasional bahkan menunjukkan peningkatan signifikan seiring tingginya serapan tahun ini.

    “Stok Bulog saat ini sekitar 4,75 juta ton. Serapan sudah di atas 1,96 juta ton atau sekitar 49,2 persen,” tutur Rizal.

    Ia menambahkan mayoritas komoditas pangan lain seperti telur dan bawang berada dalam kondisi stabil. Harga telur ayam negeri tercatat sekitar Rp 30 ribu per kilogram, telur ayam kampung Rp 3.000 per butir, dan telur bebek Rp 3.500 per butir.

    Bulog juga mencermati kenaikan harga daging sapi yang bergerak dari Rp 140 ribu menjadi Rp 150 ribu per kilogram, dipicu penahanan pasokan menjelang Idul Adha.

    Koordinasi dengan BUMN pangan akan dilakukan untuk menambah pasokan daging beku ke pasar guna menekan harga kembali ke level acuan. Bulog memastikan akan terus memantau perkembangan harga dan pasokan pangan melalui sidak rutin di berbagai pasar guna menjaga stabilitas.

    Berita Terkait

    Kasus Minyakita Ilegal Terbongkar, Minyak Curah Dikemas Ulang

    Inpicture - 5 jam yang lalu

    Bapanas Jamin Kenaikan BBM Non-Subsidi tak Ganggu Harga Pangan

    Pertanian - 20 April 2026, 19:24

    Bulog Pastikan Harga Minyakita Stabil, Stok Aman di Pasaran

    Bisnis - 18 April 2026, 12:00

    Pasokan Bahan Baku Industri Plastik Terganggu Perang, Menperin Kumpulkan Pengusaha

    Bisnis - 17 April 2026, 16:57

    Terimbas Kelangkaan Plastik, Mendag: Harga Minyakita Sedikit Naik

    Bisnis - 16 April 2026, 19:53

    Komentar
    Additional JS