0
News
    Home Berita Featured Ilmu Pengetahuan Kesehatan Spesial Tips & Tricks

    Memahami Jenis Penyakit Ginjal dan Pilihan Penanganan bagi Pasien Indonesia - VOI

    4 min read

      

    Memahami Jenis Penyakit Ginjal dan Pilihan Penanganan bagi Pasien Indonesia



    Ilustrasi  buah yang sehat untuk ginjal. (Freepik)

    Ilustrasi buah yang sehat untuk ginjal. (Freepik)

    Ilustrasi  buah yang sehat untuk ginjal. (Freepik)

    JAKARTA – Hampir separuh kasus kanker ginjal di Indonesia baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut, sebuah kondisi yang membuat pilihan pengobatan menjadi sangat terbatas. Lebih dari sekadar angka, fakta ini menyoroti tantangan yang lebih besar di mana adanya kesenjangan yang signifikan antara teknologi diagnostik yang tersedia saat ini dengan kondisi rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan ginjal.

    Dari Deteksi Dini hingga Sinyal Kanker dalam Darah

    Penyakit ginjal memiliki spektrum yang luas—mulai dari batu ginjal, penyakit ginjal kronis, hingga gagal ginjal dan kanker—sehingga membutuhkan pendekatan perawatan yang lebih terintegrasi. Saat ini, tren penanganannya semakin bergeser dari sekadar pengobatan yang bersifat reaktif menuju pencegahan dan deteksi dini, termasuk melalui perubahan gaya hidup dan penggunaan teknologi diagnostik yang lebih canggih.

    Berbagai kemajuan medis terkini telah memungkinkan pendeteksian risiko kanker bahkan sebelum gejalanya muncul. Beberapa inovasi tersebut meliputi tes genetik atau tes berbasis DNA, serta tes Multi-Cancer Early Detection (MCED) yang mampu melacak sinyal kanker di dalam darah jauh sebelum gejala fisik timbul. Inovasi ini memungkinkan dilakukannya intervensi medis yang jauh lebih awal, terutama bagi mereka yang tergolong berisiko tinggi terhadap penyakit kanker.

    "Apabila terdeteksi sejak dini, kanker ginjal sangat bisa diobati dan memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi. Hal ini memperlihatkan betapa pentingnya pemeriksaan berkala dan pencitraan medis (imaging) yang tepat saat gejala atau faktor risiko muncul," ujar Dr. Tanujaa Rajasekaran, Dokter Spesialis Onkologi Medis di Mount Elizabeth Novena Hospital. "Melalui skrining genetik dan tes DNA seperti MCED, kita tidak hanya dapat mendeteksi risiko kanker jauh lebih awal, tetapi juga merancang program pengobatan presisi yang secara spesifik menargetkan mutasi sel tumor pada masing-masing pasien.

    Meskipun diagnosis kanker ginjal bisa terasa menakutkan, hasil pengobatannya saat ini jauh lebih baik. Banyak kasus kanker stadium awal dapat disembuhkan dan dapat dikendalikan secara efektif dengan terapi inovatif seperti imunoterapi. Bahkan untuk kasus kanker ginjal yang sudah menyebar (metastasis), metode pengobatannya telah berkembang sangat pesat — di mana Imunoterapi modern dan terapi target telah memperluas opsi perawatan kami, dan pada kasus pasien tertentu, pengobatan ini memberikan peluang remisi jangka panjang hingga kesembuhan total," tambah Dr. Tanujaa.

    Pendekatan Pengobatan yang Lebih Personal

    Metode pengobatan penyakit ginjal juga telah berkembang pesat. Kini, perawatan tidak lagi menggunakan pendekatan one-size-fits-all (satu metode untuk semua pasien). Sebaliknya, penanganan medis semakin disesuaikan dengan kondisi spesifik masing-masing pasien, dan khusus pada kasus kanker, pengobatan juga diarahkan berdasarkan profil genetik dari tumor tersebut.

    Di Mount Elizabeth Hospitals, yang merupakan bagian dari jaringan multinasional IHH Healthcare, pendekatan ini tercermin melalui beragam pilihan pengobatan yang secara spesifik menangani berbagai jenis dan stadium penyakit ginjal:

    Penanganan Batu Ginjal & Penyakit Ginjal Kronis (CKD): Mengedepankan prosedur invasif minimal, seperti Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) untuk mengatasi batu ginjal, yang dipadukan dengan manajemen medis terpadu guna memperlambat perburukan penyakit ginjal kronis (CKD).

    Perawatan Gagal Ginjal & Transplantasi: Layanan dialisis (cuci darah) mutakhir serta program Transplantasi Ginjal komprehensif, yang didukung oleh edukasi keamanan pangan (food safety) dan manajemen diet ketat pasca-operasi.

    Pengobatan Presisi untuk Kanker: Penerapan Terapi Target (Targeted Therapy) dan Imunoterapi yang dirancang khusus berdasarkan profil DNA tumor pasien. Metode ini dapat dikombinasikan dengan operasi bedah robotik (nephron-sparing surgery) yang mampu mengangkat kanker sekaligus mempertahankan fungsi jaringan ginjal yang masih sehat.

    “Pendekatan kami terhadap penyakit ginjal mencakup seluruh spektrum kondisi organ tersebut, tidak hanya terpaku pada satu diagnosis saja. Kami menyadari bahwa spektrum gangguan ginjal membutuhkan penanganan yang sangat terintegrasi, di mana screening awal memegang peran yang krusial," ujar Dr. Lye Wai Choong, Dokter Spesialis Nefrologi di Mount Elizabeth Hospital.

    "Dengan menghadirkan ekosistem perawatan yang komprehensif—mulai dari manajemen gaya hidup dan pola makan, prosedur invasif minimal, layanan dialisis (cuci darah), hingga program transplantasi —kami memastikan setiap pasien dari Indonesia mendapatkan alur perawatan yang berkesinambungan dan dipersonalisasi untuk mendukung perjalanan pemulihan jangka panjang," tambah Dr. Lye Wai Choong.


    Komentar
    Additional JS