0
News
    Home Berita Featured Lintas Peristiwa Spesial

    Misteri Hilangnya PK-CFX Terjawab, Bangkai Heli Ditemukan di Nanga Taman Sekadau - KALBARNEWS

    6 min read

     

    Misteri Hilangnya PK-CFX Terjawab, Bangkai Heli Ditemukan di Nanga Taman Sekadau



    Foto Helikopter dengan kode registrasi PK-CFX

    KALBARNEWS.CO.ID (SEKADAU) – Helikopter dengan kode registrasi PK-CFX yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak dalam penerbangan dari Sintang menuju Pontianak akhirnya berhasil ditemukan oleh tim pencarian pada hari Kamis malam (16/4/2026).

    Helikopter tersebut ditemukan di kawasan Bukit Puntak, tepatnya di wilayah Tapang Belantik, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.

    Sebelumnya, diketahui bahwa helikopter tersebut merupakan milik PT National Utility Helicopters (NUH) dengan nomor registrasi PK-CFX. Helikopter jenis Bell itu dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan dari Sintang menuju Pontianak, Kalimantan Barat.

    Berdasarkan laporan awal dari otoritas bandara, helikopter tersebut lepas landas dari Sintang pada pagi hari dengan estimasi waktu tiba di Pontianak sekitar satu jam kemudian. Namun, saat melintas di atas wilayah Kabupaten Sekadau, komunikasi antara pilot dan menara pengawas (Air Traffic Control) terputus sepenuhnya.

    Data radar menunjukkan posisi terakhir helikopter terpantau berada di atas kawasan hutan perbukitan di Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau. Bahkan hingga proses pencarian berlangsung, sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) dari helikopter tersebut belum terdeteksi secara stabil, sehingga menyulitkan penentuan titik jatuh secara presisi.

    “Kami telah menerima laporan mengenai lost contact helikopter PK-CFX. Fokus utama saat ini adalah melakukan mapping pada titik koordinat terakhir di wilayah Nanga Taman,” ujar Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, S.H., M.M., dalam keterangan singkatnya.

    Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, S.H., M.M., juga membenarkan penemuan tersebut dan menyampaikan bahwa tim SAR gabungan langsung bergerak cepat menuju lokasi setelah titik keberadaan helikopter teridentifikasi.

    “Setelah lokasi dipastikan, tim segera kami kerahkan untuk melakukan evakuasi. Medan yang cukup berat menjadi tantangan, namun seluruh personel tetap berupaya maksimal,” ujarnya.

    Informasi tambahan yang dihimpun menyebutkan, helikopter tersebut ditumpangi oleh CEO PT KPN bersama lima orang penumpang lainnya dan dua kru. Pesawat nahas itu sebelumnya sempat dikabarkan hilang kontak di antara wilayah Sekadau dan Sanggau.

    Foto Para Korban Sebelum Berangkat Naik Heli

    Menurut informasi sementara, helikopter diduga jatuh dan meledak di area Kecamatan Nanga Taman setelah mengalami kegagalan terbang.

    “Informasinya helikopter dikabarkan meledak di Bukit Puntak Desa Tapang Tingang Kecamatan Nanga Taman pukul 08.00 WIB, tapi informasi ini masih kami kroscek lagi kebenarannya,” ujar Pelaksana tugas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sanggau, Sigit Purnomo.

    Sebelumnya juga diberitakan, helikopter dengan registrasi PK-CFX yang dioperasikan dengan rute Melawi – Kubu Raya mengalami lost contact di sekitar wilayah Kecamatan Nanga Taman, dengan titik koordinat terakhir di 00°12’00”S, 110°44’00”E.

    Berdasarkan data korban yang dirilis AirNav pada 16 April 2026, jumlah penumpang dan kru dalam helikopter tersebut sebanyak delapan orang, terdiri dari dua kru yakni Capt. Marinda dan Engineer Haruan Arasyid, serta enam penumpang masing-masing Mr. Patrick K, Mr. Victor T, Mr. Charles L, Mr. Joko C, Mr. Fauzie O, dan Mr. Sugito.

    Setelah dilakukan pencarian intensif oleh tim gabungan, titik keberadaan helikopter akhirnya berhasil ditemukan di Bukit Puntak. Lokasi tersebut berada di area perbukitan dengan akses yang cukup sulit dijangkau.

    Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan proses evakuasi serta identifikasi kondisi helikopter dan seluruh penumpang. Belum ada keterangan resmi terkait kondisi korban maupun penyebab pasti insiden tersebut.

    Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Basarnas, BPBD, serta masyarakat setempat terus berupaya maksimal dalam proses penanganan di lokasi kejadian, meski terkendala medan berat dan kondisi cuaca.

    Pihak terkait mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari otoritas berwenang terkait perkembangan lebih lanjut atas peristiwa ini. (tim liputan).

    Editor : Heri

    Komentar
    Additional JS