0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Konflik Timur Tengah Selat Bab el-Mandeb Spesial

    Ngeri! Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus Rp2,5 Juta per Barel Jika Selat Bab el-Mandeb Terganggu - Viva

    4 min read

     

    Ngeri! Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus Rp2,5 Juta per Barel Jika Selat Bab el-Mandeb Terganggu

    Jakarta, VIVA – Harga minyak dunia terus menjadi sorotan utama pelaku pasar seiring konflik di Timur Tengah yang berkelanjutan. Sehubung tren kenaikan energi global, harga minyak mentah diperkirakan melonjak lebih tinggi dalam waktu dekat hingga tembus level US$150 atau sekitar Rp 2,5 juta (estimasi kurs Rp 17.000 per dolar AS) per barel. 

    Risiko ini mencuat seiring meningkatnya tensi ketegangan geopolitik serta pandangan bahwa gangguan pasokan energi global semakin meluas. Khususnya, jika jalur pelayaran strategis lainnya di Timur Tengah ikut terdampak konflik.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Analis dari Societe Generale, Michael Haigh, memperingatkan risiko terbesar bukan dari Selat Hormuz tetapi jika terjadi gangguan di Selat Bab el-Mandeb. Jalur pelayaran strategis ini menghubungkan Teluk Aden dengan Laut Merah.

    Haigh menyampaikan, setiap hari sekitar 4 hingga 5 juta barel melewati jalur laut itu. Sehingga jika gangguan pasokan di perairan Selat Bab el-Mandeb semakin besar maka memungkinkan harga minyak dunia melonjak jauh lebih tinggi dan terjadi penyesuaian harga di bulan April.

    Ilustrasi minyak mentah.

    Tim Analis di Societe Generale mengatakan gangguan pasokan yang berkepanjangan di Timur Tengah dapat mendorong harga ke level US$150 per barel pada bulan April 2026. Terutama jika jalur pelayaran seperti Bab el-Mandeb atau Selat Hormuz benar-benar terganggu

    “Memasuki bulan April sekarang, kita akan melihat banyak penyesuaian yang terjadi, tetapi jika kita mengambil empat juta barel lagi dari Laut Merah, di atas apa yang sudah kita miliki, maka harga minyak pada tahap ini akan jauh, jauh lebih tinggi,” kata Haigh dikutip dari CNBC Internasional, Selasa, 31 Maret 2026.

    Sebagai informasi, Bab el-Mandeb merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling vital di dunia yang menghubungkan Timur Tengah dengan Eropa melalui Terusan Suez. Gangguan di jalur ini berpotensi memperparah krisis pasokan global dan mendorong lonjakan harga energi secara signifikan.

    Mengacu pada laporan sejumlah analis, lonjakan harga energi saat ini dipicu eskalasi konflik yang telah memasuki pekan kelima antara AS, Israel, dan Iran. Ketegangan ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

    Lonjakan harga ini tidak lepas dari pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang mengancam akan menghancurkan fasilitas energi Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka. Ia bahkan menyebut opsi untuk mengambil alih minyak Iran.

    “Jika kesepakatan gagal dan Selat Hormuz tidak segera dibuka, kami akan menghancurkan seluruh ladang minyak, pembangkit listrik, dan Pulau Kharg,” demikian pernyataan Trump.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Di sisi lain, konflik semakin meluas setelah kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran meluncurkan serangan rudal ke Israel. Aksi ini menandai keterlibatan langsung kelompok tersebut dalam konflik regional yang semakin kompleks.

    Dengan kondisi geopolitik yang masih memanas, pelaku pasar memperkirakan volatilitas harga minyak akan tetap tinggi, seiring ketidakpastian yang belum menunjukkan tanda mereda dalam waktu dekat.


    Komentar
    Additional JS