Nyaris Kehilangan Anak di Rumah Sakit, Curhatan Pilu Nina Saleha di RSHS Bandung Gegerkan Media Sosial
Nyaris Kehilangan Anak di Rumah Sakit, Curhatan Pilu Nina Saleha di RSHS Bandung Gegerkan Media Sosial

Lambeturah.co.id - Jagat media sosial dihebohkan dengan pengakuan seorang ibu bernama Nina Saleha yang mengalami kejadian traumatis saat membawa anaknya berobat di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin (RSHSBandung. Dalam unggahan yang viral di TikTok, Nina mengeklaim anaknya hampir dibawa oleh orang asing akibat dugaan kelalaian fatal oknum perawat.

Melalui unggahan di akun TikTok @nindy5760, Nina menceritakan bahwa peristiwa tersebut bermula saat ia meninggalkan anaknya selama kurang lebih 30 menit untuk makan di lantai bawah. Namun, naluri keibuannya merasa tidak tenang sehingga ia memutuskan untuk segera kembali ke ruangan.

Alangkah terkejutnya Nina saat melihat sang buah hati sudah berada di tangan orang lain yang tidak ia kenal.

"Untung saya segera ke atas, lihat anak saya sudah di tangan orang lain. Padahal baru ditinggal sebentar," ungkap Nina dalam video yang menggunakan bahasa Sunda tersebut.

Hal yang membuat Nina semakin naik pitam adalah fakta bahwa gelang identitas atau gelang nama yang melingkar di tangan bayinya telah diputus oleh oknum petugas medis. Berdasarkan keterangan Nina, perawat tersebut beralasan memutus gelang karena takut ada virus.

"Alasannya karena takut ada virus, padahal di mana-mana gelang nama itu harus tepat dan tidak boleh dipotong (selama perawatan)," tegasnya.

Nina juga mengungkapkan kekecewaannya karena alih-alih mendapatkan penjelasan yang memadai, ia justru diminta untuk tenang dan tidak berteriak saat melayangkan protes di lokasi kejadian. Ia merasa ada indikasi ketidakteraturan prosedur yang bisa mengarah pada risiko fatal seperti penculikan atau perdagangan anak.

Kasus ini pun langsung menarik perhatian luas dari warganet. Banyak yang mendesak pihak manajemen RSHS Bandung untuk melakukan investigasi menyeluruh dan menindak tegas oknum yang terlibat.

Tak sedikit pula netizen yang ramai-ramai menandai akun Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar turun tangan mengawal kasus ini. Publik khawatir jika kejadian serupa bisa terulang kembali kepada pasien lain jika tidak ada evaluasi serius dari sistem pengamanan rumah sakit.

Melalui tangkapan layar percakapan pesan singkat yang diunggah Nina, pihak RSHS Bandung melalui akun resminya telah memberikan respons awal. Mereka menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut dan meminta data lengkap pelapor serta nomor rekam medis pasien untuk ditindaklanjuti ke bagian terkait.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya menghubungi pihak manajemen RSHS Bandung untuk mendapatkan klarifikasi resmi mengenai kronologi lengkap dan langkah evaluasi yang akan diambil.