0
News
    Home Bank Berita Featured Keuangan Koperasi Desa Merah Putih Makan Bergizi Gratis OJK Spesial

    OJK Arahkan Bank untuk Dukung MBG dan Kopdes Merah Putih, Ini Respons Purbaya - Republika

    9 min read

     

    OJK Arahkan Bank untuk Dukung MBG dan Kopdes Merah Putih, Ini Respons Purbaya

    OJK merancang aturan baru agar kredit perbankan lebih mengalir ke sektor produktif.

    Rep: Dian Fath Risalah


    Republika/Prayogi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat melakukan peninjauan langsung di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (9/3/2026).

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang menyiapkan perubahan aturan Rencana Bisnis Bank (RBB) guna mendorong perbankan lebih aktif membiayai program prioritas pemerintah. Langkah ini dinilai penting agar aliran kredit tidak hanya berputar di sektor keuangan, tetapi benar-benar masuk ke sektor riil yang menyentuh masyarakat.

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, dukungan fiskal pemerintah sejatinya sudah memadai. Namun, peran perbankan tetap dibutuhkan untuk memperkuat pembiayaan pembangunan.

    “Pemerintah sudah cukup. Namun, masih ada program pembangunan lain di mana selama ini bank lebih banyak menempatkan dana di bank sentral. Perlu didorong ke sektor riil,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

    Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menjelaskan, penyesuaian RBB akan dituangkan dalam Rancangan POJK (RPOJK). Aturan ini diarahkan agar bank ikut mendukung program prioritas, seperti makan bergizi gratis, pembangunan perumahan, dan penguatan koperasi desa.

    “Kami ingin bank bisa lebih masuk ke program-program prioritas pemerintah,” kata Kiki, sapaan akrab Friderica.

    Bagi masyarakat, kebijakan ini diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan, terutama untuk sektor produktif seperti UMKM dan perumahan. Dengan kredit yang lebih mengalir, aktivitas ekonomi di tingkat bawah diharapkan ikut terdorong.

    Meski demikian, OJK menegaskan penyaluran kredit ke sektor prioritas tidak bersifat wajib. Setiap bank tetap menyesuaikan dengan profil risiko masing-masing. Purbaya menilai, selama mendorong fungsi intermediasi, kebijakan ini akan berdampak positif bagi ekonomi. Ia menegaskan, perbankan perlu kembali pada peran utamanya, yakni menyalurkan kredit.

    “Setiap upaya memastikan bank memberi pinjaman itu bagus buat ekonomi,” ujarnya.

    sumber : Antara

    arrow_forward_ios

    Baca selengkapnya

    00:00

    00:08

    01:27

    Berita Terkait

    Investor Reksa Dana Meningkat, OJK Dorong Perluasan Pasar Lebih Masif

    News Rejabar - 13 jam yang lalu

    Purbaya Ingin Ambil Alih PNM, Ini Respons Bos Danantara

    Bisnis - 17 jam yang lalu

    Wacana Purbaya Direspons Menlu Sugiono: Indonesia tidak akan Terapkan Tarif di Selat Malaka

    Nasional News - 17 jam yang lalu

    Purbaya Sebut Utang Whoosh Selesai, Rosan Tunggu Pengumuman Resmi

    Bisnis - 20 jam yang lalu

    Indonesia-Singapura Berseberangan Soal Wacana Tarif Kapal di Selat Malaka

    Bisnis - 23 April 2026, 07:52

    Komentar
    Additional JS