0
News
    Home BBM bersubsidi Berita Featured Purbaya Yudhi Sadewa Spesial

    Pastikan BBM Subsidi Tidak Naik Sampai Akhir 2026, Purbaya: Masyarakat Enggak Usah Ribut, Enggak Usah Takut, Kami Sudah Hitung - tvOneNews

    3 min read

     

    Pastikan BBM Subsidi Tidak Naik Sampai Akhir 2026, Purbaya: Masyarakat Enggak Usah Ribut, Enggak Usah Takut, Kami Sudah Hitung


    Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik sampai akhir tahun 2026 ini.

    Dia memastikan harga BBM subsidi tidak naik meskipun harga minyak dunia terus meningkat imbas eskalasi konflik AS-Israel dengan Iran.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    “Kami siap tidak menaikkan sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi ya, dengan asumsi harga minyak 100 dolar AS per barel sampai akhir tahun, sudah dihitung rata-rata,” katanya saat Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4/2026).

    Purbaya menyebut pihaknya sudah mempersiapkan langkah-langkah mitigasi hingga menghitung ketahanan APBN apabila harga minyak dunia naik baik menjadi 80 dolar AS per barel maupun 100 dolar AS per barel.

    “Jadi (BBM) yang bersubsidi sampai akhir tahun aman. Jadi masyarakat di luar enggak usah ribut, enggak usah takut, kami sudah hitung (anggaran subsidinya masih cukup),” sambungnya. 

    Untuk mengantisipasi tekanan harga minyak dunia, Purbaya mengatakan pemerintah masih memiliki sumber dana lain selain anggaran APBN. 

    Salah satunya, yakni dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai Rp420 triliun termasuk Rp200 triliun penempatan di perbankan.

    Di samping SAL, Purbaya mengatakan pemerintah juga masih memiliki berbagai pos pendapatan yang bisa menjadi bantalan bagi kebutuhan anggaran subsidi tersebut, yaitu PNBP dari sektor ESDM.

    Selain itu, sambung dia, pemerintah tengah berupaya memangkas anggaran pada berbagai pos pengeluaran yang kurang efisien di kementerian dan lembaga.

    Hal ini mengingat setiap harga minyak dunia mengalami kenaikan 1 dolar AS per barel, maka pemerintah perlu menambah subsidi sebesar Rp6,8 triliun.

    Upaya efisiensi tersebut ditunjukkan untuk menjaga tingkat defisit pengeluaran APBN tetap terjaga di level 2,92 persen tanpa harus memanfaatkan SAL.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Di sisi lain, Purbaya mengatakan dirinya tidak dapat memprediksi maupun memberikan jaminan terkait dinamika harga BBM non-subsidi.

    Pasalnya, kata dia, komoditas tersebut tidak termasuk yang mendapatkan keringanan harga dari pemerintah. (ant/nsi)


    Komentar
    Additional JS