0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home ASN Berita Featured Jakarta Spesial

    Pramono Sentil ASN DKI Jakarta Ganti Pelat Mobil Dinas Jadi Pribadi: Tak Ada Toleransi -Liputan6

    8 min read

     

    Pramono Sentil ASN DKI Jakarta Ganti Pelat Mobil Dinas Jadi Pribadi: Tak Ada Toleransi

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan tidak akan memberi toleransi terhadap penyalahgunaan kendaraan dinas oleh ASN tersebut.

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan tidak akan memberi toleransi terhadap penyalahgunaan kendaraan dinas oleh ASN tersebut. (Liputan6.com/Winda Nelfira)
    Paling sering ditanyakan
    • Apa yang menjadi masalah utama dalam kasus penyalahgunaan kendaraan dinas ini?
    • Bagaimana respons Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terhadap insiden ini?
    • Siapa ASN yang terlibat dan sanksi apa yang diterimanya?
     Baca artikel ini 5x lebih cepat

    Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi video yang viral di media sosial memperlihatkan dugaan penyalahgunaan kendaraan dinas oleh aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, untuk kepentingan di luar kedinasan.

    Dalam rekaman, tampak seorang polisi menghentikan sebuah mobil dengan pelat pribadi bernomor polisi B 1732 PQG di Puncak, Bogor. Petugas kemudian menanyakan pelat asli mobil tersebut usai melakukan pemeriksaan kelengkapan surat.

    Setelah diperiksa, pengemudi akhirnya mengaku telah mengganti pelat mobil dinas.

    Pramono menyatakan tidak akan memberi toleransi terhadap penyalahgunaan kendaraan dinas oleh ASN. Dia menyatakan telah melihat langsung video yang beredar dan memastikan telah menjatuhkan sanksi.

    “Saya kebetulan lihat sendiri, dan tadi Pak Sekda juga sudah menyampaikan, pasti akan kita kasih teguran untuk itu,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (7/4/2026).

    Ia menegaskan, penggunaan kendaraan dinas harus sesuai aturan, termasuk identitas pelat kendaraan yang tidak boleh dimanipulasi.

    “Kalau memang harus berkendaraan dinas ya berkendaraan dinas,” ucap Pramono.

    Menurut Pramono, tindakan mengganti pelat kendaraan justru memperlihatkan adanya kesadaran pelanggaran oleh oknum ASN tersebut.

    “Ketika dihadapkan aparat, kan kelihatan banget antara menyesal dan tidak menyesalnya itu beda tipis,” ujarnya.

     

    Mobil Dinas Dipakai Liburan

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi melantik Uus Kuswanto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta yang baru menggantikan Marullah Matali. (Istimewa)
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi melantik Uus Kuswanto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta yang baru menggantikan Marullah Matali. (Istimewa)

    Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Uus Kuswanto menjelaskan, penggunaan mobil dinas yang viral tersebut terjadi saat hari libur panjang dan bukan untuk perjalanan dinas formal.

    “Berdasarkan laporan dari Kepala BPAD (Badan Pengelolaan Aset Daerah), yang bersangkutan kebetulan di hari libur sedang melaksanakan konten kegiatan untuk promosi,” kata Uus.

    Ia menyebut, kegiatan tersebut berkaitan dengan aset milik Pemprov DKI yang berada di Cimacan, Bogor. Namun, persoalan utama bukan pada penggunaan kendaraan, melainkan perubahan pelat kendaraan dari merah menjadi putih.

    “Yang jadi permasalahan, kendaraannya dirubah pelat menjadi pelat putih,” ungkap Uus.

    Ia berujar, ASN DKI yang terlibat diketahui berasal dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Aset Daerah.

    “Sudah diberikan teguran agar tidak terulang kembali,” kata dia.


    Komentar
    Additional JS