PDIP Desak Investigasi Menyeluruh Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur - SindoNews
PDIP Desak Investigasi Menyeluruh Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Selasa, 28 April 2026 - 17:20 WIB
Kecelakaan kereta melibatkan KA Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin, 27 April 2026. Insiden tersebut menimbulkan 15 korban jiwa dan 88 mengalami luka. Foto: Yudistiro Pranoto
A A A
BEKASI - Kecelakaan kereta melibatkan KA Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin, 27 April 2026. Insiden tersebut menimbulkan 15 korban jiwa dan 88 mengalami luka.
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDIP Sofwan Dedy Ardyanto menyampaikan duka mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan. Kemudian, dia mendesak seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) memberikan pelayanan terbaik kepada korban yang sedang dirawat di rumah sakit.
Baca juga: Sopir Taksi Green SM Ditangkap Polisi terkait Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur
“Termasuk kemudahan dalam pembiayaan oleh pihak asuransi. Dalam situasi darurat, tidak boleh ada faktor apa pun yang menghambat penanganan korban luka-luka, termasuk faktor administrasi,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Dia meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap seluruh faktor penyebab kecelakaan beruntun tersebut.
Ada dua poin utama yang dia soroti yaitu trigger penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan KRL, taksi, dan KA Argo Bromo dan sistem mitigasi kecelakaan (laka) di stasiun-stasiun padat yang dilalui KRL maupun kereta jarak jauh.
“Sistem monitoring digital dan petugas kok bisa gagal mendeteksi atau mengantisipasi KA Argo Bromo agar tidak melaju dan menabrak rangkaian KRL yang sedang berhenti di stasiun,” kata Sofwan.
Seluruh kemungkinan penyebab harus diinvestigasi secara mendalam sebagai bahan evaluasi menyeluruh guna mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.
Sofwan juga meminta Kemenhub menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai seringnya gangguan teknis pada armada taksi mobil listrik. Dia meminta klarifikasi apakah taksi yang ditabrak di perlintasan Bekasi Timur mengalami kendala teknis sehingga berhenti di tengah rel.
“Jika perlu, lakukan inspeksi menyeluruh terhadap armada taksi listrik untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat pengguna,” ucapnya.
Menurut dia, keselamatan transportasi kereta harus menjadi prioritas utama. Investigasi yang transparan dan cepat diharapkan dapat mengungkap akar masalah serta menghasilkan rekomendasi konkret untuk perbaikan sistem perkeretaapian nasional.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekomendasi
Infografis

Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Terpopuler
1
2
3
4
5





