Polda Sumbar Dalami Dugaan Pelanggaran Pengawalan Rombongan di Sitinjau Lauik, Propam Turun Tangan - Tribunnews
Polda Sumbar Dalami Dugaan Pelanggaran Pengawalan Rombongan di Sitinjau Lauik, Propam Turun Tangan
"Untuk dugaan pelanggaran, saat ini kita masih mengambil keterangan lengkap dari anggota, mulai dari perjalanan hingga sampai ke tujuan," kata Andis.
Ringkasan Berita:
- Viral video rombongan berhenti untuk berfoto di tikungan ekstrem Sitinjau Lauik, Padang.
- Kasat PJR Ditlantas Polda Sumbar beberkan kronologisnya.
- Pengawalan dilakukan dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menuju Kota Solok.
- Kepolisian mengaku sudah menjalankan sesuai SOP, namun terjadi miskomunikasi.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Polda Sumatera Barat (Sumbar) tengah mendalami dugaan pelanggaran terkait viralnya video rombongan kendaraan yang berhenti di tikungan ekstrem Sitinjau Lauik, Kota Padang.
Kasat PJR Ditlantas Polda Sumbar AKBP Andis Anshori mengatakan, pihaknya saat ini masih mengumpulkan keterangan dari anggota yang melakukan pengawalan saat kejadian tersebut.
"Untuk dugaan pelanggaran, saat ini kita masih mengambil keterangan lengkap dari anggota, mulai dari perjalanan hingga sampai ke tujuan," kata Andis, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan nantinya akan menentukan apakah peristiwa tersebut masuk kategori pelanggaran disiplin atau hanya sebatas teguran.
Baca juga: Kronologi Aksi Rombongan Berhenti di Sitinjau Lauik yang Akibatkan Kapolres Solok Kota Ditegur

"Apakah nanti masuk disiplin atau teguran, itu akan ditentukan oleh Propam," ujarnya.
Menurut Andis, peristiwa tersebut terjadi pada 6 April 2026 saat petugas melakukan pengawalan rombongan dari Bandara Internasional Minangkabau menuju Kota Solok.
Dalam rombongan tersebut, terdapat politisi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan.
Andis menyebut, secara umum pengawalan telah berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Namun, di lapangan terjadi miskomunikasi.
"Hanya saja ada sedikit miskomunikasi saat perjalanan, kemungkinan dilakukan secara mendadak," ungkapnya.
Baca juga: Cek Jadwal SIM dan Samsat Keliling Padang Hari Ini, Ada Pembebasan Pajak Kendaraan Umum
Ia juga menyayangkan rombongan berhenti di kawasan rawan kecelakaan seperti Sitinjau Lauik.
"Terjadi miskomunikasi sehingga berhenti di tempat yang tidak sesuai. Kita tahu Sitinjau Lauik merupakan kawasan rawan," jelasnya.
Menurutnya, pemberhentian kendaraan sebenarnya diperbolehkan selama berada di lokasi yang aman dan tidak mengganggu pengguna jalan lain.
"Kalau berhenti di lokasi yang tidak rawan tentu tidak masalah. Namun karena ini terjadi di lokasi yang tidak tepat dan digunakan untuk berfoto, akhirnya mengganggu pengguna jalan lain," tegasnya.
Dirlantas Tegur Kapolres dan Kasatlantas Polres Solok Kota
Sebuah video yang memperlihatkan aksi rombongan kendaraan berhenti di tikungan ekstrem Panorama 1 Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), viral di media sosial.
Dalam video tersebut, rombongan kendaraan tampak dikawal mobil patroli dan pengawalan (patwal) dari Polres Solok Kota.
Video ini menjadi sorotan luas setelah beredar di platform Thread.
Unggahan itu pertama kali dibagikan oleh akun @joezenzie pada Sabtu (11/4/2026), disertai narasi yang menyayangkan tindakan rombongan tersebut.
Baca juga: Mobil L300 dan Bangunan Darurat Hangus Terbakar di Bukittinggi, Damkar Kerahkan Dua Armada
"Kejadian yang sangat tidak masuk akal sekaligus memprihatinkan. Di tikungan yang terjal dan curam, mereka berhenti hanya untuk berfoto, sementara pengguna jalan lain terpaksa menunggu. Sangat membahayakan mereka sendiri dan pengguna jalan lain. Mirisnya ini dikawal oleh Polantas pula," tulis akun tersebut, dikutip TribunPadang.com, Senin (13/4/2026).
Dari data yang dihimpun TribunPadang.com, dalam rombongan tersebut terdapat politisi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan, yang juga mantan anggota DPR RI.
Dalam video berdurasi beberapa detik itu, terlihat sejumlah orang keluar dari kendaraan untuk berfoto di lokasi tikungan.
Sementara itu, kendaraan lain tampak harus berhenti saat rombongan tersebut mengambil gambar.
Baca juga: 4 Titik Lokasi SIM dan Samsat Keliling di Padang Hari Ini, Cek Jadwal dan Syaratnya
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, membenarkan kejadian dalam video tersebut.
Ia menyebut peristiwa itu terjadi sekitar satu minggu lalu.
"Ya benar, kejadian seminggu yang lalu," kata Reza kepada TribunPadang.com, Senin (13/4/2026).
Atas kejadian tersebut, pihaknya telah memberikan teguran kepada jajaran Polres Solok Kota.
"Kapolres Solok Kota dan Kasatlantas Polres Solok Kota sudah saya tegur dan arahkan untuk evaluasi pelaksanaan tugas pengawalan berikutnya," jelasnya.
Baca juga: 4 Berita Populer Sumbar: Polisi Selidiki Kecelakaan Tambang Sijunjung, Penemuan Mayat Pria di Sungai
Ia pun mengimbau agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Dihimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tertib dan mengutamakan keselamatan dalam berlalu lintas," ujarnya.
Sementara itu, Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro menyebut pihaknya telah mengingatkan jajaran polisi lalu lintas untuk menjaga nama baik institusi menyusul viralnya video tersebut.
"Dari Ditlantas sudah menyampaikan kepada anggota polantas agar tetap menjaga nama baik institusi kepolisian dengan melaksanakan tugas dengan baik dan menjaga keselamatan objek yang dikawal," tegasnya.
Ia menambahkan, Dirlantas Polda Sumbar juga akan mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh jajaran polantas di wilayah Sumbar.
"Imbauan akan disampaikan kepada seluruh anggota polantas melalui surat resmi," tutupnya. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)